27.4 C
Manado
Monday, 27 March 2023

Viral Video Kaki Anak Disabilitas di Bitung Dibakar, Pelaku Ternyata Saudara Sendiri

MANADOPOST.ID– Warga Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), dihebohkan dengan adanya video dugaan bullying atau perundungan terhadap seorang anak disabilitas, di salah satu kelurahan di Kecamatan Madidir.

Dalam video yang beredar di WhatsApp Group (WAG), tampak peristiwa tersebut terjadi di pelataran depan sebuah rumah. Video pertama berdurasi 00.21 detik, seorang anak disabilitas sedang duduk di tempat duduk sambil menangis.

Salah satu lelaki yang terlihat sudah remaja memegang sebuah botol air mineral yang diduga berisikan cairan mudah menyala. Awalnya botol berisi cairan itu nyaris dituangkan di kepala.

Kemudian ada salah satu bocah sambil tertawa, memegang korek api berwarna hijau, sembari menahan kaki dari anak disabilitas. Remaja yang satunya kemudian menyiramkan cairan dari botol air mineral ke kaki korban.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Korban yang saat itu masih terus menangis kemudian berdiri dan beranjak pergi, tetapi dikejar oleh anak yang memegang korek api, kemudian memantik api. Kaki kiri anak disabilitas itu langsung terbakar.

Video kedua, berdurasi 00.22 detik terlihat api sudah tidak lagi menyala di kaki korban. Tetapi yang merekam video tersebut, bersama sejumlah orang lainnya, menjadikan peristiwa itu sebagai bahan tertawaan. “Puji Tuhan korban ada bae-bae ini. Aman korban? Hihihihihihi,” bunyi suara dari salah satu orang, yang diduga merekam adegan bullying tersebut.

Baca Juga:  Termotivasi dari Presiden Jokowi, Aldo Ratungalo Bangun Tempat Wisata Blessing Hill, Tempatnya Keren!

Kapolres Bitung AKBP Alam Kusuma S Irawan SH SIK MH, melalui Kasi Humas Polres Bitung IPDA Iwan Setiabudi saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dijelaskannya, saat mendapat laporan dari masyarakat, Tim II Resmob Polres Bitung langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), dipimpin Katim Resmob Presisi IPDA Stovie Tulung SH, beserta Katim II Resmob AIPDA Bambang Trianto SH.

“Waktu kejadiannya, Senin 27 Februari  2023 pukul 00:00 Wita, di Kecamatan Madidir, Kota Bitung,” jelas Setiabudi, Rabu (1/3).

Adapun identitas yang merekam video adalah KM (30). Korban tersulut api GW (12). Sedangkan identitas yang menyulut api AW (14).

Adapun kronologi dari peristiwa itu, terjadi di rumah keluarga TT. Pada saat itu lelaki AW selaku kakak kandung korban, sedang melakukan kegiatan membongkar mesin kendaraan roda 2 bersama teman-temannya untuk dimodifikasi.

Selanjutnya korban GW datang dan mengganggu kakaknya tersebut, dengan cara mengambil botol air mineral  yang berisikan BBM jenis Pertalite, kemudian menyemprotkan kepada kakaknya lelaki AW, sehingga lelaki AW menyambut bercanda dengan adiknya tersebut, dengan menyiram adiknya dengan pertalite.

Kemudian mengambil korek gas dan langusung diarahkan ke kaki adiknya lelaki GW untuk dinyalakan. Selanjutnya kejadian tersebut direkam oleh lelaki KM sehingga kejadian tersebut viral di WAG.

Baca Juga:  Dinilai Terlalu Sempit, Jalan Alternatif Tol Bitung di Pinokalan-Danowudu Dikeluhkan

“Adapun tindakan kepolisian, merespon laporan kasyarakat datang ke TKP. Melalukan interogasi terhadap saksi-saksi di lokasi seperti korban, terduga pelaku, ayah korban, ibu korban dan perekam video serta saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut,” ulas Kasi Humas.

Lanjutnya, kepolisian melakukan penyelidikan, mencari lelaki yang merekam kejadian tersebut, berhasil dan dilakukan interogasi. Melakukan interogasi terhadap orang tua korban. Melakukan interogasi terhadap terduga pelaku dan mengumpulkan barang bukti.

“Antara korban dan terduga pelaku memiliki hubungan keluarga yakni saudara kandung. Korban merupakan penyandang disabilitas. Kejadian tersebut dilakukan terduga pelaku dengan maksud menjadi bahan bercanda dengan adiknya tersebut selaku korban, tidak ada niat untuk serius membakar adiknya tersebut,” jelasnya.

“Orang tua korban, ayah dan ibu tidak merasa keberatan dengan kejadian ini. Terduga pelaku selaku kakak korban pada saat melihat api sudah menyala langsung mematikan api tersebut,” imbuhnya seraya menjelaskan, rencana tindak lanjut yang akan dilakukan adalah, mengambil keterangan secara intensif kepada seluruh pihak yang terkait, dengan melibatkan  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bitung.(tr-01)

MANADOPOST.ID– Warga Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), dihebohkan dengan adanya video dugaan bullying atau perundungan terhadap seorang anak disabilitas, di salah satu kelurahan di Kecamatan Madidir.

Dalam video yang beredar di WhatsApp Group (WAG), tampak peristiwa tersebut terjadi di pelataran depan sebuah rumah. Video pertama berdurasi 00.21 detik, seorang anak disabilitas sedang duduk di tempat duduk sambil menangis.

Salah satu lelaki yang terlihat sudah remaja memegang sebuah botol air mineral yang diduga berisikan cairan mudah menyala. Awalnya botol berisi cairan itu nyaris dituangkan di kepala.

Kemudian ada salah satu bocah sambil tertawa, memegang korek api berwarna hijau, sembari menahan kaki dari anak disabilitas. Remaja yang satunya kemudian menyiramkan cairan dari botol air mineral ke kaki korban.

Korban yang saat itu masih terus menangis kemudian berdiri dan beranjak pergi, tetapi dikejar oleh anak yang memegang korek api, kemudian memantik api. Kaki kiri anak disabilitas itu langsung terbakar.

Video kedua, berdurasi 00.22 detik terlihat api sudah tidak lagi menyala di kaki korban. Tetapi yang merekam video tersebut, bersama sejumlah orang lainnya, menjadikan peristiwa itu sebagai bahan tertawaan. “Puji Tuhan korban ada bae-bae ini. Aman korban? Hihihihihihi,” bunyi suara dari salah satu orang, yang diduga merekam adegan bullying tersebut.

Baca Juga:  Wali Kota Bitung Maurits Mantiri Tinjau Kelurahan Zona Merah, Ini Komentarnya

Kapolres Bitung AKBP Alam Kusuma S Irawan SH SIK MH, melalui Kasi Humas Polres Bitung IPDA Iwan Setiabudi saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dijelaskannya, saat mendapat laporan dari masyarakat, Tim II Resmob Polres Bitung langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), dipimpin Katim Resmob Presisi IPDA Stovie Tulung SH, beserta Katim II Resmob AIPDA Bambang Trianto SH.

“Waktu kejadiannya, Senin 27 Februari  2023 pukul 00:00 Wita, di Kecamatan Madidir, Kota Bitung,” jelas Setiabudi, Rabu (1/3).

Adapun identitas yang merekam video adalah KM (30). Korban tersulut api GW (12). Sedangkan identitas yang menyulut api AW (14).

Adapun kronologi dari peristiwa itu, terjadi di rumah keluarga TT. Pada saat itu lelaki AW selaku kakak kandung korban, sedang melakukan kegiatan membongkar mesin kendaraan roda 2 bersama teman-temannya untuk dimodifikasi.

Selanjutnya korban GW datang dan mengganggu kakaknya tersebut, dengan cara mengambil botol air mineral  yang berisikan BBM jenis Pertalite, kemudian menyemprotkan kepada kakaknya lelaki AW, sehingga lelaki AW menyambut bercanda dengan adiknya tersebut, dengan menyiram adiknya dengan pertalite.

Kemudian mengambil korek gas dan langusung diarahkan ke kaki adiknya lelaki GW untuk dinyalakan. Selanjutnya kejadian tersebut direkam oleh lelaki KM sehingga kejadian tersebut viral di WAG.

Baca Juga:  Jual Beli Proyek Diduga Marak di Bitung, Berdampak Terhadap Hasil Pekerjaan

“Adapun tindakan kepolisian, merespon laporan kasyarakat datang ke TKP. Melalukan interogasi terhadap saksi-saksi di lokasi seperti korban, terduga pelaku, ayah korban, ibu korban dan perekam video serta saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut,” ulas Kasi Humas.

Lanjutnya, kepolisian melakukan penyelidikan, mencari lelaki yang merekam kejadian tersebut, berhasil dan dilakukan interogasi. Melakukan interogasi terhadap orang tua korban. Melakukan interogasi terhadap terduga pelaku dan mengumpulkan barang bukti.

“Antara korban dan terduga pelaku memiliki hubungan keluarga yakni saudara kandung. Korban merupakan penyandang disabilitas. Kejadian tersebut dilakukan terduga pelaku dengan maksud menjadi bahan bercanda dengan adiknya tersebut selaku korban, tidak ada niat untuk serius membakar adiknya tersebut,” jelasnya.

“Orang tua korban, ayah dan ibu tidak merasa keberatan dengan kejadian ini. Terduga pelaku selaku kakak korban pada saat melihat api sudah menyala langsung mematikan api tersebut,” imbuhnya seraya menjelaskan, rencana tindak lanjut yang akan dilakukan adalah, mengambil keterangan secara intensif kepada seluruh pihak yang terkait, dengan melibatkan  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bitung.(tr-01)

Most Read

Artikel Terbaru