32.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Siswa Berkumpul Usai Pulang Sekolah, PTM Terbatas Rawan, Satpol PP Bitung Akan Lakukan Ini

MANADOPOST.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Bitung justru diperhadapkan dengan persoalan baru yang dikhawatirkan akan menjadi pemicu kembali lonjakan kasus Covid-19.

Seperti pantauan Manado Post di kawasan persekolahan jalan 46, tepatnya di depan SMK N 1 Bitung, Rabu (1/9), para pelajar belum langsung pulang ke rumah usai sekolah. Mereka malahan berkelompok, berkerumun. Ada juga beberapa yang tidak menggunakan masker secara benar.

Kondisi ini menuai reaksi keras dari praktisi kesehatan dr Sunny Rumawung. Menurutnya, PTM terbatas yang baru mulai dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut dan Dinas Pendidikan Kota Bitung, rawan memunculkan kembali lonjakan kasus baru di Kota Bitung jika banyaknya kerumunan yang terjadi di depan dan di jalan-jalan pasca keluar sekolah.

“Satgas, Diknas dan Dinkes terkesan menutup mata akan hal ini. Dalam amatan langsung dan laporan dari orang tua serta masyarakat yang melintas, banyak terlihat kerumunan-kerumunan siswa di jalan-jalan dan sangat disayangkan tidak ada kepedulian dari pihak terkait sekolah ataupun instansi terkait,” semburnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lanjutnya, pemerintah jangan hanya terfokus pada saat pembelajaran di sekolah saja dengan menunjukkan keseriusan protokol kesehatan, tapi kegiatan pasca sekolah terkesan diabaikan.

“Padahal penularan masih terjadi dan Covid-19 bisa berada di mana saja. Untuk itu saya meminta pemerintah meninjau kembali proses belajar tatap muka tersebut. Jika belum siap sebaiknya ditangguhkan dulu. Jangan anak-anak kita menjadi korban karena ketidaksiapan dalam penerapan protokol kesehatan oleh pemerintah,” pintanya.

MANADOPOST.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Bitung justru diperhadapkan dengan persoalan baru yang dikhawatirkan akan menjadi pemicu kembali lonjakan kasus Covid-19.

Seperti pantauan Manado Post di kawasan persekolahan jalan 46, tepatnya di depan SMK N 1 Bitung, Rabu (1/9), para pelajar belum langsung pulang ke rumah usai sekolah. Mereka malahan berkelompok, berkerumun. Ada juga beberapa yang tidak menggunakan masker secara benar.

Kondisi ini menuai reaksi keras dari praktisi kesehatan dr Sunny Rumawung. Menurutnya, PTM terbatas yang baru mulai dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut dan Dinas Pendidikan Kota Bitung, rawan memunculkan kembali lonjakan kasus baru di Kota Bitung jika banyaknya kerumunan yang terjadi di depan dan di jalan-jalan pasca keluar sekolah.

“Satgas, Diknas dan Dinkes terkesan menutup mata akan hal ini. Dalam amatan langsung dan laporan dari orang tua serta masyarakat yang melintas, banyak terlihat kerumunan-kerumunan siswa di jalan-jalan dan sangat disayangkan tidak ada kepedulian dari pihak terkait sekolah ataupun instansi terkait,” semburnya.

Lanjutnya, pemerintah jangan hanya terfokus pada saat pembelajaran di sekolah saja dengan menunjukkan keseriusan protokol kesehatan, tapi kegiatan pasca sekolah terkesan diabaikan.

“Padahal penularan masih terjadi dan Covid-19 bisa berada di mana saja. Untuk itu saya meminta pemerintah meninjau kembali proses belajar tatap muka tersebut. Jika belum siap sebaiknya ditangguhkan dulu. Jangan anak-anak kita menjadi korban karena ketidaksiapan dalam penerapan protokol kesehatan oleh pemerintah,” pintanya.

Most Read

Artikel Terbaru

/