alexametrics
30.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

3 ‘Mafia’ Sertifikat Tanah Dilaporkan ke Polisi, Lakukan Pungli ke Warga Saat Pengurusan

MANADOPOST.ID – Sejumlah oknum ‘mafia sertifikat’ tanah di Kota Bitung dipolisikan menyusul dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

Oknum JM, FT dan ML dilaporkan sejumlah warga yang menjadi korban pungli sebesar Rp350 ribu sebagai imbalan telah diterbitkannya sertifikat tanah oleh pemerintah.

Menurut salah seorang korban Sunardi Salipati, hal tersebut sudah dilaporkan ke Polres Bitung pada Kamis (30/12) malam, sekira pukul 20.30 Wita.

“Kami bersama sejumlah warga yang merasa dirugikan oleh perbuatan oknum YM bersama rekannya, sudah mendatangi Polres Bitung untuk membuat laporan,” katanya, Minggu (2/1).

Lanjut korban, seorang buruh bangunan yang pendapatannya pas-pasan mengatakan, ada sebagian warga yang tidak memberikan dana tapi mendapat sertifikat di tanah Erpak Kinaleosan Girian Indah.

“Saya merasa sangat dirugikan dengan pungli ini, karena ada warga lainnya tidak memberikan dana tetapi mendapatkan sertifikat,” tambahnya.

Sementara itu, divisi hukum Persatuan Organisasi Lintas Adat Agama dan Budaya (POLA) D Novian Baeruma SH yang mendampingi korban menyampaikan, jika ada biaya yang dibebankan kepada masyarakat untuk penerbitan sertifikat lahan Erpak Girian Indah adalah suatu praktik yang salah dan melawan hukum.

“Program penerbitan sertifikat melalui PTSL itu gratis, masyarakat melapor bahwa ada oknum yang mengambil keuntungan dari program pemerintah tersebut,” kata Novian.

Terpisah, salah satu oknum YM saat dikonfirmasi membantah adanya dugaan pungli tersebut.

Bahkan YM siap dan akan membawa sejumlah bukti-bukti jika diperlukan penyidik.

“Saya siap untuk menghadapi laporan itu, saya juga tidak meminta dana kepada warga, dana itu pemberian sukarela warga kepada saya. Karena mereka tahu kerja keras serta upaya saya bersama LSM Rajawali dalam penerbitan sertifikat di lahan Erpak Girian Undah,” ujar YM.

Diketahui, dalam surat tanda terima laporan Polisi, ditandatangani Kanit III SPKT Polres Bitung. (tr-01/can)

MANADOPOST.ID – Sejumlah oknum ‘mafia sertifikat’ tanah di Kota Bitung dipolisikan menyusul dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

Oknum JM, FT dan ML dilaporkan sejumlah warga yang menjadi korban pungli sebesar Rp350 ribu sebagai imbalan telah diterbitkannya sertifikat tanah oleh pemerintah.

Menurut salah seorang korban Sunardi Salipati, hal tersebut sudah dilaporkan ke Polres Bitung pada Kamis (30/12) malam, sekira pukul 20.30 Wita.

“Kami bersama sejumlah warga yang merasa dirugikan oleh perbuatan oknum YM bersama rekannya, sudah mendatangi Polres Bitung untuk membuat laporan,” katanya, Minggu (2/1).

Lanjut korban, seorang buruh bangunan yang pendapatannya pas-pasan mengatakan, ada sebagian warga yang tidak memberikan dana tapi mendapat sertifikat di tanah Erpak Kinaleosan Girian Indah.

“Saya merasa sangat dirugikan dengan pungli ini, karena ada warga lainnya tidak memberikan dana tetapi mendapatkan sertifikat,” tambahnya.

Sementara itu, divisi hukum Persatuan Organisasi Lintas Adat Agama dan Budaya (POLA) D Novian Baeruma SH yang mendampingi korban menyampaikan, jika ada biaya yang dibebankan kepada masyarakat untuk penerbitan sertifikat lahan Erpak Girian Indah adalah suatu praktik yang salah dan melawan hukum.

“Program penerbitan sertifikat melalui PTSL itu gratis, masyarakat melapor bahwa ada oknum yang mengambil keuntungan dari program pemerintah tersebut,” kata Novian.

Terpisah, salah satu oknum YM saat dikonfirmasi membantah adanya dugaan pungli tersebut.

Bahkan YM siap dan akan membawa sejumlah bukti-bukti jika diperlukan penyidik.

“Saya siap untuk menghadapi laporan itu, saya juga tidak meminta dana kepada warga, dana itu pemberian sukarela warga kepada saya. Karena mereka tahu kerja keras serta upaya saya bersama LSM Rajawali dalam penerbitan sertifikat di lahan Erpak Girian Undah,” ujar YM.

Diketahui, dalam surat tanda terima laporan Polisi, ditandatangani Kanit III SPKT Polres Bitung. (tr-01/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/