28C
Manado
Jumat, 23 April 2021

Tuntut Ganti Rugi Lahan, Warga Pateten Blokir Pekerjaan Jalan Tol

MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Puluhan warga menghentikan pekerjaan pembuatan jalan tol di Pateten, Bitung, (1/4).

Pemblokiran tersebut dilakukan warga karena hak atas ganti rugi lahan belum diselesaikan pihak jalan tol. Dari pantauan di lokasi, pemblokiran itu berlangsung tertib aman dan lancar. Selain menghentikan aktivitas pekerjaan, atas permintaan warga yang didampingi kuasa hukum, dua alat berat dengan legowo dikeluarkan oleh operator.

Ketua tim kuasa hukum ahli waris Angkow Karundeng Mandey Rumengan, Fahmi Oksan Awulle SH, selaku Presdir Fahmi and Partners, didampingi oleh anggota tim Refly Somba SH kepada sejumlah wartawan menjelaskan, pihak jalan tol jangan membodohi masyarakat.

“Sampai sekarang ini, dana tersebut belum cair. Mau sampai kapan. Jangan membodohi masyarakat. Itu dosa besar,” tegasnya.

Lanjutnya, apa yang ia lakukan tersebut untuk kenyamanan bersama terutama kepada ahli waris.

“Intinya pihak pemerintah atau jalan tol bayar dulu apa yang menjadi hak dari masyarakat atau ahli waris. Jangan egois,” tandas Fahmi.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari salah satu ahli waris, hak yang mereka tuntut itu terdiri dari lima sertifikat tanah.

“Rincian yang harus dibayar oleh pihak jalan tol yaitu, sertifikat pertama sebesar Rp740 juta, kedua Rp314 juta, kemudian ketiga Rp200 juta, keempat Rp190 juta dan tanah sertifikat kelima yaitu Rp187 juta,” jelas sumber seraya menjelaskan, aksi tersebut akan terus dilakukan sampai hak mereka dibayar. ”

Di lokasi ini akan segera kami pasang baliho. Selama belum dibayar, kami melarang adanya aktivitas pekerjaan,” pungkas warga.

Pihak pengelola jalan tol belum berhasil dikonfirmasi. Sejumlah pekerja lapangan enggan untuk memberikan komentar terkait persoalan itu.

“Maaf itu bukan kewenangan kami,” ujar salah satu pekerja. (tr-21/can)

 

Artikel Terbaru