24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

GEGER! Oknum Tokoh Agama Ini Sodomi Sejumlah Bocah di Panti Asuhan, Korban Mengaku Sudah 200 Kali

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Seorang oknum tokoh agama dan juga pengasuh di pondok pesantren dan panti asuhan berinisial SM di Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Sulawesi Utara, diduga melakukan perilaku seksual menyimpang terhadap sejumlah anak asuhnya.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, salah seorang bocah lelaki berusia 11 tahun yang menjadi korban membongkar kasus tersebut. Dia sendiri sudah mendapat perlakuan kekerasan seksual itu sejak 2019.

Kasus ini baru terungkap Minggu (29/5/2022) setelah korban memutuskan melarikan diri ke salah satu rumah warga yang tak jauh dari panti asuhan tersebut.

Santri itu kemudian menceritakan perlakuan sodomi yang dilakukan terduga pelaku kepada warga. Dia mengaku sudah tersiksa dengan perlakuan seks menyimpang sesama jenis itu.

- Advertisement -

Dari pengakuan korban, peristiwa itu terjadi ketika ia belum lama masuk ke Panti Asuhan Al Ikhwan pada 2019. Saat korban sedang tidur di dalam kamar, terduga pelaku masuk dan memaksa membuka celana korban. Saat itu juga terduga pelaku melakukan prilaku seks menyimpang itu. Ketika korban berteriak kesakitan, mulut korban ditutup terduga pelaku sembari mengancam untuk tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun.

“Kalau dihitung sudah 200 kali lebih,” kata korban.

Kejadian itu terus berulang dan terakhir terjadi pada Minggu, 29 Mei 2022, sehingga korban memberanikan diri keluar dari panti asuhan tersebut.

Menurut korban, ia tidak sendiri. Ada rekan satunya yang lebih dulu masuk ke panti asuhan juga disodomi oknum tersangka.

MANADOPOST.ID – Seorang oknum tokoh agama dan juga pengasuh di pondok pesantren dan panti asuhan berinisial SM di Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Sulawesi Utara, diduga melakukan perilaku seksual menyimpang terhadap sejumlah anak asuhnya.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, salah seorang bocah lelaki berusia 11 tahun yang menjadi korban membongkar kasus tersebut. Dia sendiri sudah mendapat perlakuan kekerasan seksual itu sejak 2019.

Kasus ini baru terungkap Minggu (29/5/2022) setelah korban memutuskan melarikan diri ke salah satu rumah warga yang tak jauh dari panti asuhan tersebut.

Santri itu kemudian menceritakan perlakuan sodomi yang dilakukan terduga pelaku kepada warga. Dia mengaku sudah tersiksa dengan perlakuan seks menyimpang sesama jenis itu.

Dari pengakuan korban, peristiwa itu terjadi ketika ia belum lama masuk ke Panti Asuhan Al Ikhwan pada 2019. Saat korban sedang tidur di dalam kamar, terduga pelaku masuk dan memaksa membuka celana korban. Saat itu juga terduga pelaku melakukan prilaku seks menyimpang itu. Ketika korban berteriak kesakitan, mulut korban ditutup terduga pelaku sembari mengancam untuk tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun.

“Kalau dihitung sudah 200 kali lebih,” kata korban.

Kejadian itu terus berulang dan terakhir terjadi pada Minggu, 29 Mei 2022, sehingga korban memberanikan diri keluar dari panti asuhan tersebut.

Menurut korban, ia tidak sendiri. Ada rekan satunya yang lebih dulu masuk ke panti asuhan juga disodomi oknum tersangka.

Most Read

Artikel Terbaru

/