26C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Hanya Tiga Daerah di Sulut, Bitung Masuk Program Sekolah Penggerak

BITUNG, MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Sekolah Penggerak. Program ini sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa mencakup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter. Untuk Sulawesi Utara (Sulut), Bitung menjadi salah satu daerah yang mendapatkan program ini, selain Manado dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Bitung Julius Ondang SPd MSi, Kamis (4/2) kemarin.

Menurut Ondang, program Sekolah Penggerak untuk menjadikan sekolah ideal yang memenuhi standar pendidikan nasional.

“Untuk menjadi Sekolah Penggerak ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Yaitu mulai dari kepala sekolahnya harus lolos seleksi Kepala Sekolah Penggerak. Jadi kepala sekolah harus lulus dulu baru bisa dapat program ini,” ujarnya.

Selain kepala sekolah, lanjutnya, guru juga harus wajib lulus seleksi Guru Sekolah Penggerak.

“Jadi hanya guru yang lulus seleksi Guru Sekolah Penggerak yang bisa mengajar di Sekolah Penggerak,” katanya.

Bahkan untuk pengawas juga ada seleksinya. Jadi hanya pengawas yang lulus Pengawas Sekolah Penggerak yang bisa mengawasi Sekolah Penggerak.

“Syarat lainnya, yaitu kepala sekolah dan guru Sekolah Penggerak tidak boleh dipindahkan selama empat tahun. Jadi tidak bisa dirolling,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk Februari ini, kepala sekolah di Bitung baru akan mengikuti seleksi Kepala Sekolah Penggerak.

“Program ini baru mulai. Dan nantinya Sekolah Penggerak akan ada MoU dengan pemerintah kota. Karena sumber pendanaannya yaitu APBD dan juga APBN,” paparnya.

Dikutip dari laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id, program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). (can)

Artikel Terbaru

Penyebar Foto ETLE Bisa Digugat

CS-WL Gercep Sinkronkan Program Kerja

JG Siapkan Pergeseran Anggaran