25 C
Manado
Kamis, 6 Mei 2021
spot_img

Kisah Ibu Muda di Bitung yang Harus Terpisah dengan Anaknya Karena Putusan Pengadilan

MANADOPOST.ID – Seorang ibu muda berinisial EK warga Aertembaga, Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), harus menelan pil pahit.

Pasalnya, ia harus berpisah dengan anaknya yang masih berusia 6 tahun, akibat putusan Pengadilan Negeri Bitung.

Ilustrasi perceraian

EK diketahui terpaksa kehilangan hak asuh anaknya dalam sidang gugatan cerai yang diajukan kepada bekas suaminya TR seorang oknum jaksa.

Dalam persidangan, meski gugatan cerainya dikabulkan oleh majelis hakim namun hak asuh anak semata wayangnya justru jatuh ke tangan mantan suami yang notabene tidak tinggal dengan anaknya.

Saat diwawancarai Manado Post EK dengan sedih menuturkan ia nekat mengajukan gugatan pada mantan suaminya karena TR sudah tidak lagi menafkahi ia dan anaknya lebih dari 3 bulan

“Mantan suami saya juga kemudian menuduh saya selingkuh padahal tuduhan itu saya menduga hanya sebagai alasan saja, namun yang menyakitkan bagi saya adalah putusan hakim di PN Bitung yang menyatakan hak asuh anak justru jatuh ke tangan mantan suami,” ucapnya sembari menahan tangis.

Padahal, lanjut dia selama ini ia dan anaknya hidup bersama, sehingga tak ada alasan kuat yang menyatakan bahwa anak itu harus diasuh oleh ayahnya mengingat anak ini masih berumur 6 tahun.

Ilustrasi perceraian

Tak cuma itu, EK juga mempertanyakan pertimbangan hakim untuk memutus perkara ini.

Sebab ia mengatakan selama tidak dinafkahi dirinya masih sanggup menghidupi anaknya lebih dari cukup, lantas apa alasan hak asuh sampai jatuh ke tangan mantan suaminya.

Keberatan dengan putusan hakim, EK pun mengaku akan mengadu ke Komisi Yudisial.

Terpisah, Humas PN Bitung Rio Mamonto yang dikonfirmasi mengaku soal putusan hakim dirinya tidak bisa mengomentari, hanya saja menurut dia, kalau mengenai putusan puas atau tidak puas itu pasti ada dalam perkara.

Rio Mamonto

Rio juga yakin bahwa putusan itu merupakan putusan yang diambil berdasarkan pertimbangan majelis hakim yang dituangkan dalam putusan.

“Dan mengenai ketidakpuasan itu nanti ada upaya hukum selanjutnya yaitu banding, Kasasi ataupun Peninjauan Kembali atau PK,” tutupnya.(tr-01)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru