23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

18 Orang Meninggal Sia-sia di Jalan di Bitung

MANADOPOST.ID – Angka kecelakaan lalu lintas di Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup signifikan.

Pasalnya dari data yang dihimpun Senin (5/7), jumlah kecelakaan lalu lintas di Bitung sejak 1 Januari hingga 4 Juli 2021 telah mencapai 65 kasus.

Dari jumlah itu, sedikitnya ada 18 orang yang meninggal, satu luka berat dan 96 luka ringan dengan total kerugian material mencapai Rp 133 juta.

Kasat Lantas Polres Bitung, Awaludin Puhi saat diwawancarai mengatakan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Bitung dipengaruhi tingkat kesadaran taat berlalu lintas yang rendah dari masyarakat.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Sebab dari 65 lakalantas yang terjadi itu didominasi oleh kelalaian pengemudi. Belum lagi rendahnya kesadaran masyarakat untuk menaati penggunaan alat keselamatan berkendara, seperti helm dan sabuk pengaman yang tentunya meningkatkan risiko kematian ketika terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Akhirnya, Kolam Renang Sagerat Akan Segera Diresmikan, Maurits Mantiri Pantau Lokasi Bersama Forkopimda

Melihat data kecelakaan dan kematian akibat lakalantas yang signifikan, Puhi pun menghimbau masyarakat untuk selalu taat dan menggunakan alat keselamatan berkendara.

MANADOPOST.ID – Angka kecelakaan lalu lintas di Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup signifikan.

Pasalnya dari data yang dihimpun Senin (5/7), jumlah kecelakaan lalu lintas di Bitung sejak 1 Januari hingga 4 Juli 2021 telah mencapai 65 kasus.

Dari jumlah itu, sedikitnya ada 18 orang yang meninggal, satu luka berat dan 96 luka ringan dengan total kerugian material mencapai Rp 133 juta.

Kasat Lantas Polres Bitung, Awaludin Puhi saat diwawancarai mengatakan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Bitung dipengaruhi tingkat kesadaran taat berlalu lintas yang rendah dari masyarakat.

“Sebab dari 65 lakalantas yang terjadi itu didominasi oleh kelalaian pengemudi. Belum lagi rendahnya kesadaran masyarakat untuk menaati penggunaan alat keselamatan berkendara, seperti helm dan sabuk pengaman yang tentunya meningkatkan risiko kematian ketika terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Baca Juga:  8 M Dana Sertifikasi Guru di Bitung Siap Disalur

Melihat data kecelakaan dan kematian akibat lakalantas yang signifikan, Puhi pun menghimbau masyarakat untuk selalu taat dan menggunakan alat keselamatan berkendara.

Most Read

Artikel Terbaru