24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Lomban Siapkan Bantuan untuk 24 Ribu Keluarga yang Terdampak Covid-19

- Advertisement -

MANADOPOST.ID- Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban bergerak cepat dalam memberikan bantuan sembako. Tak tanggung-tanggung Lomban menyiapkan bantuan untuk 24 ribu Kepala Keluarga (KK) bagi masyarakat Kota Cakalang yang benar-benar terdampak Covid-19.

Diketahui, bantuan sembako bagi para pekerja yang terdampak Covid-19 di Kota Bitung sudah mulai disalurkan sejak pekan lalu, yang diberikan secara simbolis oleh Wali Kota sekaligus melepas bantuan-bantuan tersebut.

Lomban mengatakan, akibat penetapan social distancing, banyak masyarakat yang kemudian tidak mempunyai penghasilan, apalagi lagi bagi mereka yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau sementara dirumahkan karena Covid-19 ini. “Walaupun tak seberapa, bantuan ini untuk masyarakat Kota Bitung, agar supaya ditengah ancaman virus Korona saat ini, setidaknya pemerintah dapat membantu meringankan beban,” ujarnya.

Lomban menambahkan, bantuan tersebut harus tepat sasaran, dan mekanisme penyalurannya tidak boleh salah, apalagi sampai mengumpulkan warga untuk menerima bantuan. “Pemerintah yang ada di Kecamatan dan Kelurahan sampai Pala, RT salurkan bantuan ini sebagaimana mestinya, tidak boleh ada kumpul-kumpul,” pesan Lomban, sembari menambahakan agar masyarakat tetap jaga jarak, hindari perkumpulan dan di rumah saja.

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rudy Wongkar membenarkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menyiapkan bantuan sembako untuk 24 ribu KK. “Untuk tahap awal ini ada sebanyak 16.530 ribu bantuan yang sementara disalurkan berdasarkan data yang kami ambil dari Dinsos, Dishub dan Disnaker, dan untuk tahapan selanjutnya masi sementara didata,” beber Wongkar.

Lanjutnya, bantuan ini harus segera disalurkan, mengingat sudah banyak masyarakat yang terdampak langsung akibat Covid-19 ini. “Jadi masih ada hampir Delapan ribu bantuan yang disipkan oleh Pemkot. Untuk itu bagi yang merasa benar-benar terdampak dan belum menerima kiranya dapat segera menghubungi pemerintah kelurahan setempat, bukan curhat di medsos,” ujar Wongkar sambil tersenyum.

Wongkar menegaskan, jika ada masyarakat yang benar-benar terdampak, seperti para pekerja informal, apalagi bagi mereka yang menjadi korban PHK atau pekerja yang untuk sementara dirumahkan karena Covid-19 pasti akan mendapatkan bantuan ini. “Yang digunakan saat ini berdasarkan data yang sudah ada, dan ini merupakan bencana non alam, jadi masyarakat harus sesegra mungkin menerima bantuan,” ungkapnya.

Wongkar mengajak masyarakat Kota Bitung agar bersama-sama, bergandengan tangan menghadapi virus Korona ini, bukan dengan membuat gaduh yang bisa saja menurunkan imun. “Bantuan sementara kami salurkan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada, tidak pilih-pilih kasih sesuai arahan Pak Wali Kota. Untuk itu saya mengajak kepada kita semua masyarakat Kota Bitung untuk saling mendukung, saling mendoakan dan bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Matuari Sefferson Sumampouw menambahkan, langka yang diambil pemerintah di bawa kepemimpinan Wali Kota Maximiliaan Jonas Lomban sudah sangat tepat dengan sesegera mungkin menyalurkan bantuan berdasarkan data yang sudah ada.

“Inilah kejelian Pak Wali Kota yang menggunakan data yang sudah ada untuk penyaluran tahap awal ini. Supaya Masyarakat sudah dapat menikmati, kalau ada yang belum dapat dan berhak biar mnyusul ke tahap selanjutnya, coba bandingkan dengan daerah lainnya yang baru sampai dipendataan dan belum disalur-salurkan,” singkatnya.(van)

MANADOPOST.ID- Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban bergerak cepat dalam memberikan bantuan sembako. Tak tanggung-tanggung Lomban menyiapkan bantuan untuk 24 ribu Kepala Keluarga (KK) bagi masyarakat Kota Cakalang yang benar-benar terdampak Covid-19.

Diketahui, bantuan sembako bagi para pekerja yang terdampak Covid-19 di Kota Bitung sudah mulai disalurkan sejak pekan lalu, yang diberikan secara simbolis oleh Wali Kota sekaligus melepas bantuan-bantuan tersebut.

Lomban mengatakan, akibat penetapan social distancing, banyak masyarakat yang kemudian tidak mempunyai penghasilan, apalagi lagi bagi mereka yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau sementara dirumahkan karena Covid-19 ini. “Walaupun tak seberapa, bantuan ini untuk masyarakat Kota Bitung, agar supaya ditengah ancaman virus Korona saat ini, setidaknya pemerintah dapat membantu meringankan beban,” ujarnya.

Lomban menambahkan, bantuan tersebut harus tepat sasaran, dan mekanisme penyalurannya tidak boleh salah, apalagi sampai mengumpulkan warga untuk menerima bantuan. “Pemerintah yang ada di Kecamatan dan Kelurahan sampai Pala, RT salurkan bantuan ini sebagaimana mestinya, tidak boleh ada kumpul-kumpul,” pesan Lomban, sembari menambahakan agar masyarakat tetap jaga jarak, hindari perkumpulan dan di rumah saja.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rudy Wongkar membenarkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menyiapkan bantuan sembako untuk 24 ribu KK. “Untuk tahap awal ini ada sebanyak 16.530 ribu bantuan yang sementara disalurkan berdasarkan data yang kami ambil dari Dinsos, Dishub dan Disnaker, dan untuk tahapan selanjutnya masi sementara didata,” beber Wongkar.

Lanjutnya, bantuan ini harus segera disalurkan, mengingat sudah banyak masyarakat yang terdampak langsung akibat Covid-19 ini. “Jadi masih ada hampir Delapan ribu bantuan yang disipkan oleh Pemkot. Untuk itu bagi yang merasa benar-benar terdampak dan belum menerima kiranya dapat segera menghubungi pemerintah kelurahan setempat, bukan curhat di medsos,” ujar Wongkar sambil tersenyum.

Wongkar menegaskan, jika ada masyarakat yang benar-benar terdampak, seperti para pekerja informal, apalagi bagi mereka yang menjadi korban PHK atau pekerja yang untuk sementara dirumahkan karena Covid-19 pasti akan mendapatkan bantuan ini. “Yang digunakan saat ini berdasarkan data yang sudah ada, dan ini merupakan bencana non alam, jadi masyarakat harus sesegra mungkin menerima bantuan,” ungkapnya.

Wongkar mengajak masyarakat Kota Bitung agar bersama-sama, bergandengan tangan menghadapi virus Korona ini, bukan dengan membuat gaduh yang bisa saja menurunkan imun. “Bantuan sementara kami salurkan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada, tidak pilih-pilih kasih sesuai arahan Pak Wali Kota. Untuk itu saya mengajak kepada kita semua masyarakat Kota Bitung untuk saling mendukung, saling mendoakan dan bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Matuari Sefferson Sumampouw menambahkan, langka yang diambil pemerintah di bawa kepemimpinan Wali Kota Maximiliaan Jonas Lomban sudah sangat tepat dengan sesegera mungkin menyalurkan bantuan berdasarkan data yang sudah ada.

“Inilah kejelian Pak Wali Kota yang menggunakan data yang sudah ada untuk penyaluran tahap awal ini. Supaya Masyarakat sudah dapat menikmati, kalau ada yang belum dapat dan berhak biar mnyusul ke tahap selanjutnya, coba bandingkan dengan daerah lainnya yang baru sampai dipendataan dan belum disalur-salurkan,” singkatnya.(van)

Most Read

Artikel Terbaru

/