23C
Manado
Minggu, 11 April 2021

PT SIG Asia Langgar Aturan Ketenagakerjaan, Tidak Bayar Gaji, THR dan BPJS Karyawan

MANADOPOST.JAWAPOS.COM – PT SIG Asia di Bitung diduga melanggar aturan ketenagakerjaan. Pasalnya, perusahaan pengekspor ikan tuna itu, belum memberikan hak-hak karyawan.

Sumber resmi yang meminta identitasnya disimpan membeber, jika PT SIG Asia belum membayar upah karyawan, THR dan BPJS ketenagakerjaan.

“Gaji beberapa bulan belum dibayar begitu juga dengan THR. Parahnya lagi, BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan hak karyawan tidak dipenuhi perusahaan. Ini terbukti ketika hendak merawat ke fasilitas kesehatan, jaminan kesehatan itu tidak berfungsi akhirnya karyawan membayar secara pribadi,” ujar sumber, Rabu (7/4).

Sementara itu, Kadisnaker Bitung Wenas Luntungan ketika dikonfirmasi, menjelaskan jika perselisihan

hubungan industrial antara PT SIG Asia dengan pekerja sudah ditangani Disnaker beberapa waktu lalu.

“Kami Dinas Tenaga Kerja sudah berupaya dan melaksanakan mediasi sesuai dengan UU nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, dan sudah sampai ke tahap dikeluarkannya anjuran kepada kedua pihak pada tanggal 10 Februari 2021,” jelas Luntungan.

Lanjut mantan Kabag Hukum Pemkot Bitung itu, inti dalam isi anjuran yaitu pihak perusahaan wajib memberikan hak-hak pekerja berupa gaji dan THR serta keikutsertaan BPJS.

“Setelah dikeluarkannya anjuran dari mediator hubungan industrial, dan kepada pihak perusahaan untuk melaksanakannya, sebagaimana isi anjuran dan apabila dalam isi anjuran ada penolakan, maka dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial untuk mendapatkan kepastian hukum,” urainya.

Ketika ditanya batas waktu dikeluarkannya anjuran, mengingat sudah hampir dua bulan belum ada kejelasan, dalam anjuran itu dijelaskan Luntungan, diberikan waktu 10 hari dan apabila tidak ada kesepakatan, maka dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial.

“Dan yang membawa ke pengadilan yaitu pihak yang akan menggugat, dalam hal ini pekerja membuat gugatan, karena pihak perusahaan tidak mengikuti anjuran dari mediator hubungan industrial dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja,” terangnya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Bitung Rita Sumiok menambahkan, hal ini pernah ditangani Plt Wali Kota Bitung Edison Humiang, bahkan beliau turun langsung ke lapangan yakni perusahan dan pekerja.

“Disnaker sudah menangani sesuai ketentuan perundang-undangan. Tahapan-tahapannya sudah kami lakukan mulai dari klarifikasi sampai anjuran. Tidak ada pembiaran bagi pekerja. Pemerintah dalam hal ini Disnaker sudah berupaya membantu pekerja dengan baik secara persuasif kedua belah pihak maupun secara aturan,” kuncinya.

Sayangnya, pihak PT SIG Asia, ketika berusaha dikonfirmasi belum berhasil hingga berita ini diturunkan. (tr-21/can)

Artikel Terbaru