34.4 C
Manado
Tuesday, 30 May 2023

Pulau Lembeh ‘Lumpuh’, Warga Desak KMP Tude Dioperasikan

MANADOPOST.ID – Aktifitas di Pulau Lembeh ‘lumpuh’ beberapa waktu belakangan ini, pasca tidak beroperasinya KMP Tude.

Dengan begitu, sendi-sendi kehidupan dari masyarakat, khususnya yang bertumpu pada layanan kapal feri tersebut, sangat kesulitan. Sehingga warga mendesak, agar KMP Tude segera dioperasikan.

“Kami masyarakat di Pulau Lembeh sangat kesulitan dalam beraktivitas karena KMP Tude tidak beroperasi. KMP Tude bagi kami masyarakat adalah tumpuan, sehingga kami meminta segera dioperasikan,” kata Noldy Pangasih tokoh pemuda Pulau Lembeh, Selasa (6/9).

Ia mewakili masyarakat Pulau Lembeh lainnya meminta pihak-pihak terkait agar mencarikan solusi terbaik, karena sudah sekitar satu bulan lebih KMP Tude tidak beroperasi.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kendalanya kan hanya dokumen saja, yaitu Sertifikat Keselamatan Kapal Penyeberangan (SKKP) dan Sertifikat Nasional Pencegahan Pencemaran (SNPP) yang berakhir tanggal 24 Juli 2022. Harusnya sembari dokumen ini diproses, KMP Tude ini tetap beroperasi melayani masyarakat. Intinya itu,” tandasnya.

Baca Juga:  Pelaku Penganiayaan yang Viral di Medsos Ditangkap Tim Resmob Polres Bitung

Ada juga keluhan dari masyarakat yang sementara membangun, karena ongkos angkutan material otomatis menjadi mahal, makan waktu dan tenaga karena KMP Tude tidak beroperasi. “Kondisi ini menjadi hambatan. Untuk mengangkut material seperti semen, harus memakai jasa ojek. Belum lagi proyek pembangunan di Pulau Lembeh juga terdampak dengan kondisi ini,” tambahnya.

Di satu sisi, kebersihan lingkungan juga terdampak, yang dikhawatirkan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit. Sampah yang seharusnya diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Aertembaga melalui kapal feri jadi mandek.

“Dampak dari tidak beroperasinya KMP Tude, sampah-sampahdi Pulau Lembeh tidak dapat diangkut ke TPA. Oleh masyarakat semua ditaruh di sisi-sisi jalan dan sudah membusuk,” keluh akun Tentahonda Jr melalui postingan di media sosial facebook.

Baca Juga:  Siswa di Bitung Antusias Ikuti Sekolah Tatap Muka, Ondang: Prokes Harga Mati

Sementara itu, keluhan masyarakat yang meminta agar KMP Tude segera dioperasikan, telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Kepala Dinas Perhubungan Kota Bitung Ricy Tinangon saat dikonfirmasi menjelaskan jika, sudah dilaksanakan pertemuan dengan BPTD.

“Pemkot dan BPTD akan bersama mengupayakan untuk segera beroperasi, pemenuhan dokumennya akan dilakukan percepatan. Intinya, sedang diupayakan bersama untuk segera beroperasi,” jelas Tinangon.

Diketahui, selaku pengelola KMP Tude, Perumda Bangun Bitung mengeluarkan pengumuman mulai tanggal 25 Juli 2022 sampai dengan waktu yang belum dapat ditentukan, KMP Tude belum dapat beroperasi melayani angkutan penyeberangan Bitung-Lembeh, terkait berakhirnya SKKP dan SNPP. (franky sumaraw)

MANADOPOST.ID – Aktifitas di Pulau Lembeh ‘lumpuh’ beberapa waktu belakangan ini, pasca tidak beroperasinya KMP Tude.

Dengan begitu, sendi-sendi kehidupan dari masyarakat, khususnya yang bertumpu pada layanan kapal feri tersebut, sangat kesulitan. Sehingga warga mendesak, agar KMP Tude segera dioperasikan.

“Kami masyarakat di Pulau Lembeh sangat kesulitan dalam beraktivitas karena KMP Tude tidak beroperasi. KMP Tude bagi kami masyarakat adalah tumpuan, sehingga kami meminta segera dioperasikan,” kata Noldy Pangasih tokoh pemuda Pulau Lembeh, Selasa (6/9).

Ia mewakili masyarakat Pulau Lembeh lainnya meminta pihak-pihak terkait agar mencarikan solusi terbaik, karena sudah sekitar satu bulan lebih KMP Tude tidak beroperasi.

“Kendalanya kan hanya dokumen saja, yaitu Sertifikat Keselamatan Kapal Penyeberangan (SKKP) dan Sertifikat Nasional Pencegahan Pencemaran (SNPP) yang berakhir tanggal 24 Juli 2022. Harusnya sembari dokumen ini diproses, KMP Tude ini tetap beroperasi melayani masyarakat. Intinya itu,” tandasnya.

Baca Juga:  CV DNF Diduga Buang Limbah Sembarangan, Hari Ini DLH Turun Lapangan

Ada juga keluhan dari masyarakat yang sementara membangun, karena ongkos angkutan material otomatis menjadi mahal, makan waktu dan tenaga karena KMP Tude tidak beroperasi. “Kondisi ini menjadi hambatan. Untuk mengangkut material seperti semen, harus memakai jasa ojek. Belum lagi proyek pembangunan di Pulau Lembeh juga terdampak dengan kondisi ini,” tambahnya.

Di satu sisi, kebersihan lingkungan juga terdampak, yang dikhawatirkan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit. Sampah yang seharusnya diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Aertembaga melalui kapal feri jadi mandek.

“Dampak dari tidak beroperasinya KMP Tude, sampah-sampahdi Pulau Lembeh tidak dapat diangkut ke TPA. Oleh masyarakat semua ditaruh di sisi-sisi jalan dan sudah membusuk,” keluh akun Tentahonda Jr melalui postingan di media sosial facebook.

Baca Juga:  Cara Maurits Mantiri Serap Aspirasi Anak Muda Bitung: Nongkrong Bareng di Kafe Lokal

Sementara itu, keluhan masyarakat yang meminta agar KMP Tude segera dioperasikan, telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Kepala Dinas Perhubungan Kota Bitung Ricy Tinangon saat dikonfirmasi menjelaskan jika, sudah dilaksanakan pertemuan dengan BPTD.

“Pemkot dan BPTD akan bersama mengupayakan untuk segera beroperasi, pemenuhan dokumennya akan dilakukan percepatan. Intinya, sedang diupayakan bersama untuk segera beroperasi,” jelas Tinangon.

Diketahui, selaku pengelola KMP Tude, Perumda Bangun Bitung mengeluarkan pengumuman mulai tanggal 25 Juli 2022 sampai dengan waktu yang belum dapat ditentukan, KMP Tude belum dapat beroperasi melayani angkutan penyeberangan Bitung-Lembeh, terkait berakhirnya SKKP dan SNPP. (franky sumaraw)

Most Read

Artikel Terbaru