alexametrics
28.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Dinas Perhubungan ‘Kurang Power’, Warga Minta Kepastian Soal Tarif Angkot

MANADOPOST.ID – Pengguna jasa transportasi umum di Bitung meminta kepastian soal tarif angkutan kota (angkot).

Pasalnya, yang terjadi di lapangan sopir angkot menaikan harga sepihak, mengabaikan tarif yang berlaku selama ini.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bitung dinilai ‘kurang power’ di mata sopir angkot. Karena walaupun Dishub menyosialisasikan tarif angkot Rp3.600 per orang. Tetapi yang terjadi di lapangan sopir angkot mematok Rp5 ribu.

Seperti postingan akun resmi facebook Dishub Bitung Jumat (7/1), dilaksanakan sosialisasi tarif melalui pembagian selebaran oleh petugas Dinas Perhubungan Kota Bitung di Terminal Tangkoko.

Sosialisasi itu, terkait kewajiban mengikuti tarif angkutan umum sesuai aturan yang berlaku kepada para pengguna jasa dan pemberi jasa (sopir) transportasi angkutan umum (mikrolet).

“Diharapkan kerja sama dari semua pihak untuk patuh kepada aturan tarif yang berlaku, serta tertib membayar dengan uang pas bagi para pengguna jasa transportasi angkutan umum (mikrolet),” tulis akun dalam keterangan postingan tersebut disertai sejumlah foto.

Postingan itu kemudian menuai reaksi dari netizen dalam kolom komentar. Awalnya, akun Amstro Natari menjelaskan jika tarif angkot masih tetap Rp3.600, sambil menunggu SK kenaikan tarif baru pada bulan Februari, yang regulasinya sementara dalam pembahasan.

Komentar itu kemudian dibalas akun Erni Mangamis Real.

“Tarif 3.600 mar kalo kase doi 5.000  nda ja se pulang…bagimana itu….kng?????,” tulisnya.

Komentar itu lansung dibalas Amstro Natari.

“Minta kembalian ..klo tidak mau laporkan ke kami..harus dgn bukti .No polisi..dan dan pelapor harus jelas,” jelasnya.

Komentar lainnya justru mendorong agar diberlakukan tarif Rp5 ribu.

“Klu buat kita Kase nae Jo 5ribu pengalaman kita nae mikro tiap Kase doi 10ribu dornk Kase pulang cuman 5ribu…itu saja saran saya.. terima kasih,” tulis akun Trisno Tatambihe.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bitung, saat dikonfirmasi terkait adanya dorongan masyarakat, menjelaskan akan segera ada tarif baru.

“Sudah memasuki tahap ketiga kajian perhitungan tarif. Sebelum memasuki tahap empat, kita memerlukan data referensi tarif angkutan kota dari daerah-daerah lainnya di Sulut. Dipastikan pada akhir Januari ini, kajian perhitungannya sudah tuntas,” jelasnya.(tr-01/can)

MANADOPOST.ID – Pengguna jasa transportasi umum di Bitung meminta kepastian soal tarif angkutan kota (angkot).

Pasalnya, yang terjadi di lapangan sopir angkot menaikan harga sepihak, mengabaikan tarif yang berlaku selama ini.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bitung dinilai ‘kurang power’ di mata sopir angkot. Karena walaupun Dishub menyosialisasikan tarif angkot Rp3.600 per orang. Tetapi yang terjadi di lapangan sopir angkot mematok Rp5 ribu.

Seperti postingan akun resmi facebook Dishub Bitung Jumat (7/1), dilaksanakan sosialisasi tarif melalui pembagian selebaran oleh petugas Dinas Perhubungan Kota Bitung di Terminal Tangkoko.

Sosialisasi itu, terkait kewajiban mengikuti tarif angkutan umum sesuai aturan yang berlaku kepada para pengguna jasa dan pemberi jasa (sopir) transportasi angkutan umum (mikrolet).

“Diharapkan kerja sama dari semua pihak untuk patuh kepada aturan tarif yang berlaku, serta tertib membayar dengan uang pas bagi para pengguna jasa transportasi angkutan umum (mikrolet),” tulis akun dalam keterangan postingan tersebut disertai sejumlah foto.

Postingan itu kemudian menuai reaksi dari netizen dalam kolom komentar. Awalnya, akun Amstro Natari menjelaskan jika tarif angkot masih tetap Rp3.600, sambil menunggu SK kenaikan tarif baru pada bulan Februari, yang regulasinya sementara dalam pembahasan.

Komentar itu kemudian dibalas akun Erni Mangamis Real.

“Tarif 3.600 mar kalo kase doi 5.000  nda ja se pulang…bagimana itu….kng?????,” tulisnya.

Komentar itu lansung dibalas Amstro Natari.

“Minta kembalian ..klo tidak mau laporkan ke kami..harus dgn bukti .No polisi..dan dan pelapor harus jelas,” jelasnya.

Komentar lainnya justru mendorong agar diberlakukan tarif Rp5 ribu.

“Klu buat kita Kase nae Jo 5ribu pengalaman kita nae mikro tiap Kase doi 10ribu dornk Kase pulang cuman 5ribu…itu saja saran saya.. terima kasih,” tulis akun Trisno Tatambihe.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bitung, saat dikonfirmasi terkait adanya dorongan masyarakat, menjelaskan akan segera ada tarif baru.

“Sudah memasuki tahap ketiga kajian perhitungan tarif. Sebelum memasuki tahap empat, kita memerlukan data referensi tarif angkutan kota dari daerah-daerah lainnya di Sulut. Dipastikan pada akhir Januari ini, kajian perhitungannya sudah tuntas,” jelasnya.(tr-01/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/