26.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Kombespol Mantan Artis Ini Puji Satreskrim Polres Bitung, Ini Sebabnya

MANADOPOST.ID – Kombespol Stefanus Michael Tamuntuan SIK MSi mengapresiasi Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Bitung, Sabtu (8/5).

Pujian dari Kabidpropam Polda Kepri ini terkait ketegasan Satreskrim Polres Bitung mengamankan debt collector yang meresahkan warga.

Menurut mantan Kapolres Bitung ini, debt collector itu menggunakan modus memaksa melakukan pemeriksaan di jalan terkait kelengkapan surat mobil. Mereka menuduhkan kepada target terkait menggunakan plat nomor meragukan dan atau mobil dicari oleh pihak leasing.

“Mereka mengincar pengemudi perempuan yang dianggap lemah dan takut pada gertakan dan ancaman mereka,” ujar perwira menengah Polri yang pernah menjadi artis film ini lewat akun Facebook-nya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia pun mengingatkan masyarakat perlu waspada dengan debt collector seperti itu.

“Bila mengalami hal demikian maka segera di dokumentasikan aksi mereka dan segera lapor pada Kantor Polisi terdekat,” kuncinya.

Unggahan Tamuntuan ini pun banyak menuai dukungan dari warganet.

“Mantap pak Jenderal. Polri hebat,” sebut akun Uyun Musa.

“Bravo Polri,” timpal akun Ricky SH Tumewu.

 

Mantan Artis Film

Mungkin banyak masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara (Sulut) belum tahu. Tamuntuan ternyata dulu pernah menjadi artis film.

Hal itu diketahui setelah Kabidpropam Polda Kepri ini merepost kenangan facebook 2018 silam.

Kombes Pol Stefanus Tamuntuan dengan latar mobil terbalik usai pengambilan adegan film ‘#22menit’.

“Behind the scene. Sekali2 ganti profesi jadi artis dulu. Thamrin bombing movies #22menit,” begitu kutipan status Kombes Pol Tamuntuan.

Ketika ditanya terkait postingan tersebut, lulusan Akpol 1999 yang berpengalaman dalam bidang reserse ini mengatakan, itu waktu ikut ambil bagian sebagai pemain film #22menit.

“Itu sudah lama bro. Film judul #22menit,” ujarnya kepada manadopost.id, Jumat (23/4/2021).

Perwira Polri kelahiran Manado, 6 Mei 1978 ini mengatakan, saat itu dia berperan sebagai Kadensus 88 Anti Teror.

“Sebagai Kadensus 88 Anti Teror,” katanya.

Diketahui, cerita di dalam film #22menit diangkat dari kisah nyata peristiwa Bom Sarinah atau Bom Thamrin. (chanly)

 

 

 

 

 

MANADOPOST.ID – Kombespol Stefanus Michael Tamuntuan SIK MSi mengapresiasi Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Bitung, Sabtu (8/5).

Pujian dari Kabidpropam Polda Kepri ini terkait ketegasan Satreskrim Polres Bitung mengamankan debt collector yang meresahkan warga.

Menurut mantan Kapolres Bitung ini, debt collector itu menggunakan modus memaksa melakukan pemeriksaan di jalan terkait kelengkapan surat mobil. Mereka menuduhkan kepada target terkait menggunakan plat nomor meragukan dan atau mobil dicari oleh pihak leasing.

“Mereka mengincar pengemudi perempuan yang dianggap lemah dan takut pada gertakan dan ancaman mereka,” ujar perwira menengah Polri yang pernah menjadi artis film ini lewat akun Facebook-nya.

Dia pun mengingatkan masyarakat perlu waspada dengan debt collector seperti itu.

“Bila mengalami hal demikian maka segera di dokumentasikan aksi mereka dan segera lapor pada Kantor Polisi terdekat,” kuncinya.

Unggahan Tamuntuan ini pun banyak menuai dukungan dari warganet.

“Mantap pak Jenderal. Polri hebat,” sebut akun Uyun Musa.

“Bravo Polri,” timpal akun Ricky SH Tumewu.

 

Mantan Artis Film

Mungkin banyak masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara (Sulut) belum tahu. Tamuntuan ternyata dulu pernah menjadi artis film.

Hal itu diketahui setelah Kabidpropam Polda Kepri ini merepost kenangan facebook 2018 silam.

Kombes Pol Stefanus Tamuntuan dengan latar mobil terbalik usai pengambilan adegan film ‘#22menit’.

“Behind the scene. Sekali2 ganti profesi jadi artis dulu. Thamrin bombing movies #22menit,” begitu kutipan status Kombes Pol Tamuntuan.

Ketika ditanya terkait postingan tersebut, lulusan Akpol 1999 yang berpengalaman dalam bidang reserse ini mengatakan, itu waktu ikut ambil bagian sebagai pemain film #22menit.

“Itu sudah lama bro. Film judul #22menit,” ujarnya kepada manadopost.id, Jumat (23/4/2021).

Perwira Polri kelahiran Manado, 6 Mei 1978 ini mengatakan, saat itu dia berperan sebagai Kadensus 88 Anti Teror.

“Sebagai Kadensus 88 Anti Teror,” katanya.

Diketahui, cerita di dalam film #22menit diangkat dari kisah nyata peristiwa Bom Sarinah atau Bom Thamrin. (chanly)

 

 

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/