24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Banyak Pohon Kering Membahayakan Pengguna Jalan, Warga Desak Ditebang

MANADOPOST.ID – Pengguna jalan mesti waspada di tengah cuaca ekstrem yang melanda Kota Bitung dan sekitarnya.

Pasalnya, di sisi kiri dan kanan ruas jalan protokol di Kota Bitung mulai dari batas kota Sagerat sampai Kantor Wali Kota banyak pohon peneduh yang sudah mengering.

Menurut Wahyu, warga Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, dari pantauannya pohon kering di pinggir jalan protokol ada sekira 10 lebih.

“Kalau kami hitung-hitung ada sekitar sepuluh lebih. Seperti di pohon kering di depan barber shop dekat Indomaret Manembo-nembo dan di dekat salah satu dealer sepeda motor di Madidir, sudah sangat berbahaya,” katanya, Minggu (12/12).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera diantisipasi oleh instansi teknis terkait. Apalagi di tengah cuaca ekstrem seperti ini.

“Harus dilakukan penebangan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Karena, pohon yang sudah mengering itu sudah tidak lagi ada fungsinya sebagai pohon peneduh, melainkan sudah menjadi ancaman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bitung Hendri Sakul saat dikonfirmasi menjelaskan, pohon kering tersebut memang sudah menjadi target dari dinas yang dipimpinnya.

“Tak hanya itu, pohon dengan tinggi dan lebat minimal 15 meter jenis apapun. Juga pohon dengan kemiringan 45 derajat ke jalan atau ke bangunan. Begitu juga dengan akar pohon sudah menjalar dan merusak drainase dan pohon yang menghalangi akses jalan baik ke pemukiman atau tempat usaha,” jelasnya.

Dikatakan Sakul, pekan lalu sudah dilakukan penebangan pohon yang dinilai sudah berbahaya di sejumlah titik.

“Sudah dilakukan penebangan pohon beberapa hati lalu dengan melibatkan lintas perangkat daerah,” pungkasnya. (tr-01/can)

MANADOPOST.ID – Pengguna jalan mesti waspada di tengah cuaca ekstrem yang melanda Kota Bitung dan sekitarnya.

Pasalnya, di sisi kiri dan kanan ruas jalan protokol di Kota Bitung mulai dari batas kota Sagerat sampai Kantor Wali Kota banyak pohon peneduh yang sudah mengering.

Menurut Wahyu, warga Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, dari pantauannya pohon kering di pinggir jalan protokol ada sekira 10 lebih.

“Kalau kami hitung-hitung ada sekitar sepuluh lebih. Seperti di pohon kering di depan barber shop dekat Indomaret Manembo-nembo dan di dekat salah satu dealer sepeda motor di Madidir, sudah sangat berbahaya,” katanya, Minggu (12/12).

Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera diantisipasi oleh instansi teknis terkait. Apalagi di tengah cuaca ekstrem seperti ini.

“Harus dilakukan penebangan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Karena, pohon yang sudah mengering itu sudah tidak lagi ada fungsinya sebagai pohon peneduh, melainkan sudah menjadi ancaman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bitung Hendri Sakul saat dikonfirmasi menjelaskan, pohon kering tersebut memang sudah menjadi target dari dinas yang dipimpinnya.

“Tak hanya itu, pohon dengan tinggi dan lebat minimal 15 meter jenis apapun. Juga pohon dengan kemiringan 45 derajat ke jalan atau ke bangunan. Begitu juga dengan akar pohon sudah menjalar dan merusak drainase dan pohon yang menghalangi akses jalan baik ke pemukiman atau tempat usaha,” jelasnya.

Dikatakan Sakul, pekan lalu sudah dilakukan penebangan pohon yang dinilai sudah berbahaya di sejumlah titik.

“Sudah dilakukan penebangan pohon beberapa hati lalu dengan melibatkan lintas perangkat daerah,” pungkasnya. (tr-01/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/