25.4 C
Manado
Selasa, 28 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Terbongkar! Skandal Pemalsuan Dokumen di Pembebasan Lahan Perum Nelayan

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Meski telah selesai dibangun dan difungsikan namun status lahan perumahan nelayan di Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga, masih terus berpolemik.

Bahkan indikasi adanya skandal pemalsuan dokumen mencuat pada mega proyek tersebut yang melibatkan oknum pengusaha kondang di Bitung.

Dimana salah satu ahli waris tak pernah dilibatkan baik dalam sosialisasi hingga pembelian lahan.

Seperti yang diungkapkan Ferdy Kawinda, saat dikonfirmasi Manado Post, Senin (13/9). Ia mengatakan pembelian lahan pembangunan perumahan nelayan memang tak pernah melibatkan dirinya sebagai ahli waris.

- Advertisement -

“Padahal berbagai upaya sudah kita lakukan, termasuk pencegatan saat akan dilakukan pembangunan, namun proyek ambisius itu tetap berjalan dan menghilangkan hak kami,” ucapnya.

Kawinda mengatakan, memang sebelumnya kontraktor pekerjaan Fery Tambacong serta salah satu pemilik lahan yang juga merupakan seorang pengusaha Khem Limangu, pernah melakukan mediasi. Namun tak melibatkan dirinya sebagai salah satu ahli waris.

“Bahkan mereka tak beritikad baik untuk mengabarkan kami meski telah dilakukan pencegahan,” ujarnya.

Ia pun berharap ini akan menjadi atensi bagi Pemkot Bitung untuk menuntaskan status lahan tersebut.

MANADOPOST.ID – Meski telah selesai dibangun dan difungsikan namun status lahan perumahan nelayan di Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga, masih terus berpolemik.

Bahkan indikasi adanya skandal pemalsuan dokumen mencuat pada mega proyek tersebut yang melibatkan oknum pengusaha kondang di Bitung.

Dimana salah satu ahli waris tak pernah dilibatkan baik dalam sosialisasi hingga pembelian lahan.

Seperti yang diungkapkan Ferdy Kawinda, saat dikonfirmasi Manado Post, Senin (13/9). Ia mengatakan pembelian lahan pembangunan perumahan nelayan memang tak pernah melibatkan dirinya sebagai ahli waris.

“Padahal berbagai upaya sudah kita lakukan, termasuk pencegatan saat akan dilakukan pembangunan, namun proyek ambisius itu tetap berjalan dan menghilangkan hak kami,” ucapnya.

Kawinda mengatakan, memang sebelumnya kontraktor pekerjaan Fery Tambacong serta salah satu pemilik lahan yang juga merupakan seorang pengusaha Khem Limangu, pernah melakukan mediasi. Namun tak melibatkan dirinya sebagai salah satu ahli waris.

“Bahkan mereka tak beritikad baik untuk mengabarkan kami meski telah dilakukan pencegahan,” ujarnya.

Ia pun berharap ini akan menjadi atensi bagi Pemkot Bitung untuk menuntaskan status lahan tersebut.

Most Read

Artikel Terbaru

/