25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Ustadz Rio: Kami Tidak Berafiliasi dengan FPI

MANADOPOST.ID– Barisan Solidaritas Muslim (BSM) Bitung menepis berbagai isu dari sejumlah oknum yang mengaitkan dengan Front Pembela Islam (FPI).

BSM adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan yang sudah berusia 10 tahun di Kota Cakalang. Ormas ini aktif dalam berbagai kegiatan bernuansa Islam. Di antaranya menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam, Dzikir Bersama, Tabligh Akbar, menyambut Bulan Suci Ramadhan sampai kegiatan Malam Takbiran.

Ustadz Rio Efendi Turipno, Jubir BSM mengatakan dengan tegas, ormasnya tidak berafiliasi dengan Front Pembela Islam (FPI) yang dilarang pemerintah. “Tidak ada kaitan BSM dengan FPI,” ujarnya.

Menurutnya, sepak terjang BSM selama ini terbilang sangat positif. BSM selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan situasi Kantibmas yang kondusif.

“Sehingga tidak tepat kiranya jika ada yang mengait-ngaitkan BSM dengan organisasi radikal dan terlarang,” jelasnya.

Rinto Pakaya, Dewan Pembina BSM Bitung turut membenarkan ormasnya tidak ada kaitan dengan FPI. “Itu hanya ungkapan dari orang-orang yang tidak suka dengan BSM. Karena secara struktur resmi, tidak ada satupun pengurus maupun anggota BSM yang tercatat sebagai anggota FPI,” katanya.

Malahan dia mengaku, sangat mendukung langkah pemerintah membubarkan FPI.
“Namun dengan harapan sebagai negara hukum, maka penegakan hukum di Indonesia haruslah dilaksanakan berasaskan keadilan, agar tidak menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Sapiin Palakua, Ketua BSM Bitung mengatakan, mereka mempunyai semangat ‘Ta’awun’ (tolong menolong) untuk Negeri. BSM juga mempunyai misi kemanusiaan.

“BSM dalam perjalanan dakwahnya adalah menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. Tidak hanya di Bitung saja, akan tetapi misi kemanusiaan BSM telah menyentuh ke beberapa daerah di luar Bitung. Sebagai contoh bantuan-bantuan bencana yang dihimpun oleh BSM sudah disalurkan di beberapa daerah di luar Bitung, seperti banjir dan gempa di Provinsi Gorontalo, Palu, Bolmut, Manado dan baru-baru ini di Sulbar (Mamuju),” katanya. ()

Artikel Terbaru