alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Dianggap Berjasa Bagi Warga Nusa Utara, MJL Tuai Dukungan untuk Dua Periode

MANADOPOST.ID- Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) terus memperoleh dukungan dari berbagai kalangan masyarakat yang ada di Kota Bitung untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diketahui akan dilaksanakan pada 9 Desember nanti.

Kali ini antusias warga Nusa Utara di Kota Bitung untuk mendukung MJL sebagai Wali Kota Bitung di periode kedua terus memuncak. Bahkan, untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan seluruh masyarakat Nusa Utara yang menetap di 69 Kelurahan ini, dalam waktu dekat akan membentuk jaringan warga Nusa Utara bersama MJL.

“Namanya Gerakan Nusa Lawo 2020 bersama MJL,” beber tokoh muda Nusa Utara di kota Bitung Salmon Tatengkeng SH.

Gerakan Nusa Lawo 2020 bersama MJL merupakan sebuah gerakan spontanitas masyarakat Nusa Utara di Kota Bitung yang selama ini merasa MJL merupakan tokoh dan sosok yang layak mewakili warga Nusa Utara di pilkada 09 Desember 2020 mendatang.

“Meskipun belum maksimal, namun secara kasat mata kami melihat MJL telah banyak berbuat untuk warga Nusa Utara di Bitung dari berbagai macam aspek kemunusian dan pembangunan daerah,” ungkap Tatengkeng.

Menurut Tatengkeng, salah satu kebijakan MJL yang benar-benar menyatakan keberpihakan terhadap warga Nusa Lawo adalah, saat MJL melakukan penolakan kebijakan mantan Menteri Perikananan dan Kelautan (KKP) Susi Pujiastuti terkait dengan larangan pengangkutan ikan hasil tangkapan nelayan tradisonal.

“Bukan persoalan pendapatan daerah atau pertumbuhan ekonomi lokal, tapi saya melihat bagaimana kepedulian MJL terhadap masyarakat nelayan yang umumnya adalah saudara-saudara kita dari Nusa Lawo. Perjuangan MJL saat ini adalah murni untuk rakyat, karena MJL bukan pedagang ikan atau sejenisnya,” jelas pria kelahiran Siau ini.

Selain itu, kata Tatengkeng, akibat gerakan penolakan yang dilakukan MJL saat itu, maka Menteri Perikanan dan Kelautan saat ini Edhy Prabowo ikut menghapus kebijakan tersebut yang dinilai tidak menguntungkan daerah dan nelayan.

“Jika ada yang berkoar-koar soal kebijakan sektor perikanan pro rakyat di Sulut khususnya di kota Bitung, MJL jauh sebelum itu telah berbuat dan melakukannya untuk masyarakat nelayan,” tegasnya.

Senada, warga Kelurahan Madidir Jefri Horoni yang merupakan kayawan di salah satu perusahaan perikanan di Kota Bitung ini menyampaikan, gerakan 2020 Nusa Lawo bersama MJL ini diharapkan mampu menciptakan rasa senasib dan sepenanggungan bersama MJL.

“Bentuk penghargaan MJL terhadap nilai-nilai budaya nusa utara seperti masamper, tulude,  mandaruu tona sangat dirasakan masyarakat nusa utara. Kita bersyukur memiliki pemimpin yang paham dengan adat dan budaya masyarakat nusa utara,” jelas Horoni.

Horoni juga mengatakan, dengan terbentuknya jaringan Nusa Lawo 2020 bersama MJL, maka diharapkan antusias masyarakat Kota Bitung untuk mendukung MJL di Pilkada Desember 2020 mendatang semakin tak terbendung tanpa memandang siapapun wakil Wali Kota pendamping MJL yang akan ditetapkan nanti.

“Ketokohan MJL di Kota Bitung termasuk di masa Pandemi Covid sulit diimbangi oleh kompetitor lain. Kepeduliannya terhadap warga sudah dibuktikan,” pungkasnya.(van)

MANADOPOST.ID- Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) terus memperoleh dukungan dari berbagai kalangan masyarakat yang ada di Kota Bitung untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diketahui akan dilaksanakan pada 9 Desember nanti.

Kali ini antusias warga Nusa Utara di Kota Bitung untuk mendukung MJL sebagai Wali Kota Bitung di periode kedua terus memuncak. Bahkan, untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan seluruh masyarakat Nusa Utara yang menetap di 69 Kelurahan ini, dalam waktu dekat akan membentuk jaringan warga Nusa Utara bersama MJL.

“Namanya Gerakan Nusa Lawo 2020 bersama MJL,” beber tokoh muda Nusa Utara di kota Bitung Salmon Tatengkeng SH.

Gerakan Nusa Lawo 2020 bersama MJL merupakan sebuah gerakan spontanitas masyarakat Nusa Utara di Kota Bitung yang selama ini merasa MJL merupakan tokoh dan sosok yang layak mewakili warga Nusa Utara di pilkada 09 Desember 2020 mendatang.

“Meskipun belum maksimal, namun secara kasat mata kami melihat MJL telah banyak berbuat untuk warga Nusa Utara di Bitung dari berbagai macam aspek kemunusian dan pembangunan daerah,” ungkap Tatengkeng.

Menurut Tatengkeng, salah satu kebijakan MJL yang benar-benar menyatakan keberpihakan terhadap warga Nusa Lawo adalah, saat MJL melakukan penolakan kebijakan mantan Menteri Perikananan dan Kelautan (KKP) Susi Pujiastuti terkait dengan larangan pengangkutan ikan hasil tangkapan nelayan tradisonal.

“Bukan persoalan pendapatan daerah atau pertumbuhan ekonomi lokal, tapi saya melihat bagaimana kepedulian MJL terhadap masyarakat nelayan yang umumnya adalah saudara-saudara kita dari Nusa Lawo. Perjuangan MJL saat ini adalah murni untuk rakyat, karena MJL bukan pedagang ikan atau sejenisnya,” jelas pria kelahiran Siau ini.

Selain itu, kata Tatengkeng, akibat gerakan penolakan yang dilakukan MJL saat itu, maka Menteri Perikanan dan Kelautan saat ini Edhy Prabowo ikut menghapus kebijakan tersebut yang dinilai tidak menguntungkan daerah dan nelayan.

“Jika ada yang berkoar-koar soal kebijakan sektor perikanan pro rakyat di Sulut khususnya di kota Bitung, MJL jauh sebelum itu telah berbuat dan melakukannya untuk masyarakat nelayan,” tegasnya.

Senada, warga Kelurahan Madidir Jefri Horoni yang merupakan kayawan di salah satu perusahaan perikanan di Kota Bitung ini menyampaikan, gerakan 2020 Nusa Lawo bersama MJL ini diharapkan mampu menciptakan rasa senasib dan sepenanggungan bersama MJL.

“Bentuk penghargaan MJL terhadap nilai-nilai budaya nusa utara seperti masamper, tulude,  mandaruu tona sangat dirasakan masyarakat nusa utara. Kita bersyukur memiliki pemimpin yang paham dengan adat dan budaya masyarakat nusa utara,” jelas Horoni.

Horoni juga mengatakan, dengan terbentuknya jaringan Nusa Lawo 2020 bersama MJL, maka diharapkan antusias masyarakat Kota Bitung untuk mendukung MJL di Pilkada Desember 2020 mendatang semakin tak terbendung tanpa memandang siapapun wakil Wali Kota pendamping MJL yang akan ditetapkan nanti.

“Ketokohan MJL di Kota Bitung termasuk di masa Pandemi Covid sulit diimbangi oleh kompetitor lain. Kepeduliannya terhadap warga sudah dibuktikan,” pungkasnya.(van)

Artikulli paraprakRest In Heaven Mr Smile
Artikulli tjetërPT BDL Dilapor ke Bareskrim

Most Read

Artikel Terbaru

/