29C
Manado
Sabtu, 6 Maret 2021

Kapolres: Namanya PETI Kita Tindak

MANADOPOST.ID– Lokasi pertambangan tanpa izin (PETI) atau liar mulai menjamur di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu. Terinformasi, tambang emas ilegal ini sangat dekat dengan pemukiman warga. Bahkan hanya beberapa meter di belakang rumah warga.

Camat Ranowulu Dolfie Rumampuk membenarkan keberadaan tambang liar tersebut. Menurutnya, informasi awal ada sekira puluhan titik lokasi tambang. Namun pihaknya masih harus melakukan pendataan di lapangan.

“Kami masih akan kumpul data. Soal berapa titik lokasi pastinya dan berapa banyak penambang,” ujarnya, Selasa (16/2) kemarin.

Lanjutnya, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Dr Audy Pangemanan. Namun dia masih akan berkoordinasi lagi dengan pimpinan lebih di atas.

“Saya harus melapor ke atasan. Dan petunjuk Pak Sek untuk ketemu dengan Muspida juga,” katanya.

Dia menjelaskan, awalnya lurah setempat sudah pernah rapat dengan pemilik lahan dan memberikan imbauan.

“Tapi belum diindahkan. Malahan sudah lebih banyak. Aktivitasnya baru tahun ini. Jadi baru sekira dua bulan,” jelasnya.

Menurutnya, PETI tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan kamtibmas dan bencana.
“Karena ada juga perusahan tambang yang melakukan blasting. Takutnya nanti para penambang tertimbun. Jadi ada risikonya. Juga ada potensi bencana longsor. Karena soal lingkungan. Selain itu, penduduk di kelurahan tersebut hanya 227 kepala keluarga (KK). Jika datang seratus penambang dari luar makan berpotensi kerawanan kamtimbas. Jadi memang harus ada penertiban, apalagi tidak memiliki izin,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Bitung AKBP Indra Pramana ketika dimintai tanggapan mengatakan, namanya PETI pihaknya akan tertibkan. Tapi sebagai langkah awal, pihaknya akan mengajak semua stakeholder untuk berkoordinasi.

“Kita akan rapat koordinasi dulu dengan instansi terkait. Mereka akan maju untuk memberikan sosialisasi atau pengertian. Jika sudah tidak mempan, baru kita tertibkan. Supaya tidak menimbulkan permasalahan sosial lebih besar lagi,” katanya.

Mantan Kapolres Bolmong ini juga mengingatkan, untuk persoalan PETI bukan hanya tugas polisi. “Jadi semua pihak terkait harus berkoordinasi untuk bergerak bersama-sama,” kuncinya. (can)

Artikel Terbaru