24.4 C
Manado
Rabu, 10 Agustus 2022

Pemkot Bitung Diminta Fokus Tangani Banjir di Pusat Kota Bitung, Baginda: Harus Cepat Diselesaikan

MANADOPOST.ID – Banjir menahun yang terjadi di Pusat Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara wajib diselesaikan pemerintah kota.

Pasalnya sebagai daerah penunjang perekonomian, Pusat Kota Bitung justru terbengkalai.

Terpantau Senin (17/5), Pusat Kota Bitung, nampak tak karuan, genangan air dan material berupa tanah, pasir dan kerikil, menghiasi wajah Bitung tersebut.

Hal ini pun menuai sorotan masyarakat, seperti yang diungkapkan Pemerhati Sosial Kota Bitung, Darma Baginda.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ia mengatakan persoalan banjir di Pusat Kota Bitung menjadi masalah klasik yang tak pernah dapat diselesaikan.

Lumpur yang menimbun Pusat Kota Bitung, Senin (17/5)

“Karena setiap wali kota dari masa ke masa, tak pernah mampu menuntaskan permasalahan ini,” ujarnya.

Sehingga lanjut Baginda, ini menjadi tantangan besar bagi Maurits Mantiri dan Hengky Honandar, untuk menyelesaikannya.

“Kalau perlu, penanganan banjir yang terjadi di Pusat Kota Bitung, wajib menjadi program prioritas dan dituntaskan dalam 100 hari,” beber dia.

Untuk itu Baginda berharap pemerintahan Maurits – Hengky dapat menyelesaikan permasalahan banjir ini.

“Memang saya apresiasi upaya pemerintah sekarang untuk menjadikan Bitung kota digital, namun jangan lupa persoalan lama yang selalu membelit, sebab warga pusat kota juga merupakan konstituen anda, jangan dikhianati atau dianaktirikan,” kritiknya.

Sementara Wali Kota Bitung Maurits Mantiri saat dikonfirmasi Manado Post melalui WhatsApp Senin (17/5) mengatakan hingga saat ini Pemkot terus berusaha untuk mencarikan solusi dalam mengatasi banjir di Pusat Kota Bitung.

Kondisi Pusat Kota Bitung usai hujan, Senin (17/5)

“Jadi sekaran Dinas PUPR bersama para camat, termasuk lurah, sementara melakukan identifikasi dan inventarisasi titik banjir serta mengkaji kemampuan volume drainase untuk mengalirkan air,” ujarnya

Meski begitu, lanjut dia, kondisi Pusat Kota Bitung yang tak karuan saat hujan memang merupakan dampak dari pembangunan jalan tol

“Karena indikasinya sudah jelas, saat ini pusat kota sering tertimbun lumpur, padahal sebelnya tak pernah ada,” ujarnya.

Untuk itu tambah dia perlu adanya perhitungan yang tepat untuk mengatasi permasalahan banjir di Pusat Kota Bitung, termasuk memperhitungkan posisi saluran darinase utama pusat kota dibawah level pada saat air pasang. (tr-01)

MANADOPOST.ID – Banjir menahun yang terjadi di Pusat Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara wajib diselesaikan pemerintah kota.

Pasalnya sebagai daerah penunjang perekonomian, Pusat Kota Bitung justru terbengkalai.

Terpantau Senin (17/5), Pusat Kota Bitung, nampak tak karuan, genangan air dan material berupa tanah, pasir dan kerikil, menghiasi wajah Bitung tersebut.

Hal ini pun menuai sorotan masyarakat, seperti yang diungkapkan Pemerhati Sosial Kota Bitung, Darma Baginda.

Ia mengatakan persoalan banjir di Pusat Kota Bitung menjadi masalah klasik yang tak pernah dapat diselesaikan.

Lumpur yang menimbun Pusat Kota Bitung, Senin (17/5)

“Karena setiap wali kota dari masa ke masa, tak pernah mampu menuntaskan permasalahan ini,” ujarnya.

Sehingga lanjut Baginda, ini menjadi tantangan besar bagi Maurits Mantiri dan Hengky Honandar, untuk menyelesaikannya.

“Kalau perlu, penanganan banjir yang terjadi di Pusat Kota Bitung, wajib menjadi program prioritas dan dituntaskan dalam 100 hari,” beber dia.

Untuk itu Baginda berharap pemerintahan Maurits – Hengky dapat menyelesaikan permasalahan banjir ini.

“Memang saya apresiasi upaya pemerintah sekarang untuk menjadikan Bitung kota digital, namun jangan lupa persoalan lama yang selalu membelit, sebab warga pusat kota juga merupakan konstituen anda, jangan dikhianati atau dianaktirikan,” kritiknya.

Sementara Wali Kota Bitung Maurits Mantiri saat dikonfirmasi Manado Post melalui WhatsApp Senin (17/5) mengatakan hingga saat ini Pemkot terus berusaha untuk mencarikan solusi dalam mengatasi banjir di Pusat Kota Bitung.

Kondisi Pusat Kota Bitung usai hujan, Senin (17/5)

“Jadi sekaran Dinas PUPR bersama para camat, termasuk lurah, sementara melakukan identifikasi dan inventarisasi titik banjir serta mengkaji kemampuan volume drainase untuk mengalirkan air,” ujarnya

Meski begitu, lanjut dia, kondisi Pusat Kota Bitung yang tak karuan saat hujan memang merupakan dampak dari pembangunan jalan tol

“Karena indikasinya sudah jelas, saat ini pusat kota sering tertimbun lumpur, padahal sebelnya tak pernah ada,” ujarnya.

Untuk itu tambah dia perlu adanya perhitungan yang tepat untuk mengatasi permasalahan banjir di Pusat Kota Bitung, termasuk memperhitungkan posisi saluran darinase utama pusat kota dibawah level pada saat air pasang. (tr-01)

Most Read

Artikel Terbaru

/