29.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Pelindo Bitung Tolak Pungli dan Premanisme

BITUNG – Menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), insan maritim di Pelabuhan Bitung menyatakan menolak pungli dan premanisme, melalui penandatanganan komitmen bersama, yang digagas Pelindo IV Bitung, di Terminal Penumpang Pelabuhan Bitung, Kamis (17/6).

Kegiatan yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat ini, diawali dengan diskusi bersama dengan seluruh insan maritim di Kota Bitung.

GM Pelindo Bitung, Ramdan Affan Kiaidemak mengatakan, penandatanganan tersebut merupakan bukti komitmen bersama insan maritim di Pelabuhan Bitung, menolak pungli dan premanisme.

“Apalagi, semua yang terjadi di dalam kawasan pelabuhan, tetap mengarah ke Pelindo. Untuk itu, harapan kami bersama, dengan adanya penandatanganan ini, tidak terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di Pelabuhan Bitung,” ujarnya

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ia menambahkan dalam mewujudkannya, pertemuan dengan insan maritim seperti ini, akan dilaksanakan secara berkelanjutan, mendengar masukan dan saran, sehingga kedepan, ada perbaikan pelayanan yang bersih dari pungli

Dalam kesempatan itu, mengatakan Pelindo akan terus berbenah, memberikan pelayanan secara profesional dan maksimal.

Sementara Kepala KSOP Kepala KSOP Bitung Stanislaus Wembly Wetik, selaku pembina pelabuhan mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi, semua pelabuhan menjadi tujuan pemberantasan pungli dan premanisme.

“Kami bersama unsur terkait dan stakeholder
sepakat untuk memberantas pungli dan premanisme. Dengan kegiatan ini, mengingatkan kepada kita semua agar hal seperti itu tidak terjadi di Pelabuhan Bitung,” katanya.

Senada, GM Terminal Petikemas Bitung Alex Sitorus mengatakan, penandatanganan tersebut merupakan komitmen bersama insan maritim. “Komitmen kami, tidak ada lagi yang disebut dengan pungli, apapun bentuknya, apapun jenisnya harus bersih dari pelabuhan,” kata Sitorus.

Sementara, Kacab Pelni Bitung Best Dongoran menambahkan, kerena merupakan perintah Presiden, sudah menjadi komitmen bersama satu suara. “Apalagi sebagai bagian dari pelabuhan, sebagai pelayan masyarakat, pungli harus kita tolak, agar sampai masyarakat terkecil pun tidak tersiksa,” ujar Kacab.

Sedangkan menurut Kapolsek KP3
AKP Wayan Budiarta, deklarasi ini sebagai bagian dari antisipasi pungli dan premanisme. “Sehingga masyarakat pengguna jasa merasa aman nyaman dan sehat,” ungkapnya.

Sekedar informasi dalam deklarasi tersebut, turut dihadiri sejumlah organisasi seperti INSA, APBMI, ALFI/ILFA dan Koperasi TKBM. (Don)

BITUNG – Menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), insan maritim di Pelabuhan Bitung menyatakan menolak pungli dan premanisme, melalui penandatanganan komitmen bersama, yang digagas Pelindo IV Bitung, di Terminal Penumpang Pelabuhan Bitung, Kamis (17/6).

Kegiatan yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat ini, diawali dengan diskusi bersama dengan seluruh insan maritim di Kota Bitung.

GM Pelindo Bitung, Ramdan Affan Kiaidemak mengatakan, penandatanganan tersebut merupakan bukti komitmen bersama insan maritim di Pelabuhan Bitung, menolak pungli dan premanisme.

“Apalagi, semua yang terjadi di dalam kawasan pelabuhan, tetap mengarah ke Pelindo. Untuk itu, harapan kami bersama, dengan adanya penandatanganan ini, tidak terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di Pelabuhan Bitung,” ujarnya

Ia menambahkan dalam mewujudkannya, pertemuan dengan insan maritim seperti ini, akan dilaksanakan secara berkelanjutan, mendengar masukan dan saran, sehingga kedepan, ada perbaikan pelayanan yang bersih dari pungli

Dalam kesempatan itu, mengatakan Pelindo akan terus berbenah, memberikan pelayanan secara profesional dan maksimal.

Sementara Kepala KSOP Kepala KSOP Bitung Stanislaus Wembly Wetik, selaku pembina pelabuhan mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi, semua pelabuhan menjadi tujuan pemberantasan pungli dan premanisme.

“Kami bersama unsur terkait dan stakeholder
sepakat untuk memberantas pungli dan premanisme. Dengan kegiatan ini, mengingatkan kepada kita semua agar hal seperti itu tidak terjadi di Pelabuhan Bitung,” katanya.

Senada, GM Terminal Petikemas Bitung Alex Sitorus mengatakan, penandatanganan tersebut merupakan komitmen bersama insan maritim. “Komitmen kami, tidak ada lagi yang disebut dengan pungli, apapun bentuknya, apapun jenisnya harus bersih dari pelabuhan,” kata Sitorus.

Sementara, Kacab Pelni Bitung Best Dongoran menambahkan, kerena merupakan perintah Presiden, sudah menjadi komitmen bersama satu suara. “Apalagi sebagai bagian dari pelabuhan, sebagai pelayan masyarakat, pungli harus kita tolak, agar sampai masyarakat terkecil pun tidak tersiksa,” ujar Kacab.

Sedangkan menurut Kapolsek KP3
AKP Wayan Budiarta, deklarasi ini sebagai bagian dari antisipasi pungli dan premanisme. “Sehingga masyarakat pengguna jasa merasa aman nyaman dan sehat,” ungkapnya.

Sekedar informasi dalam deklarasi tersebut, turut dihadiri sejumlah organisasi seperti INSA, APBMI, ALFI/ILFA dan Koperasi TKBM. (Don)

Most Read

Artikel Terbaru

/