alexametrics
30.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Waspada! Cuaca Ekstrem sampai Maret

MANADOPOST.ID—Cuaca ekstrem melanda Kota Cakalang beberapa hari terakhir. Bahkan cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi di Jumat (15/1) hingga Sabtu (16/1) dini hari, membuat sejumlah wilayah di Bitung terdampak banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung membeberkan ada tiga kelurahan terdampak banjir. Yaitu Kelurahan Girian Bawah, Girian Weru Satu, dan Manembo-nembo. Sedangkan rumah yang terdampak banjir mencapai 226.

“Cuaca paling ekstrem memang Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Ada 200 lebih rumah yang terendam banjir,” ujarnya kepada Manado Post, Minggu (17/1).

Untungnya, banjir tersebut tidak parah karena hanya setinggi lutut. Tidak ada juga korban jiwa maupun materil akibat banjir tersebut.

“Tidak ada kerugian materil. Penyebabnya karena pemukiman warga tersebut dekat dengan bantaran sungai Girian. Jadi ketika meluap masuk ke wilayah pemukiman,” katanya.

Dia juga menjelaskan, ada tiga titik talud yang sudah pecah. Sehingga tiga titik tersebut jebol dan membawa air masuk ke pemukiman.

Selain banjir, lanjut dia, ada juga sejumlah titik pohon tumbang akibat angin kencang. “Untuk tidak ada korban,” paparnya.

Tambahnya, menurut BMKG, cuaca ekstrem akan terjadi hingga Maret. “Ini akibat dampak badai Lamina, yang sudah sejak Oktober lalu pihak BMKG sudah memberikan peringatan,” katanya.

Dia pun meminta warga untuk selalu waspada, terutama berada di lokasi rentan terjadi banjir dan longsor.

“Diharapkan warga untuk menghindari atau menjauhi lokasi aliran sungai jika hujan, juga daerah rawan longsor,” pungkasnya. (can)

MANADOPOST.ID—Cuaca ekstrem melanda Kota Cakalang beberapa hari terakhir. Bahkan cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi di Jumat (15/1) hingga Sabtu (16/1) dini hari, membuat sejumlah wilayah di Bitung terdampak banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung membeberkan ada tiga kelurahan terdampak banjir. Yaitu Kelurahan Girian Bawah, Girian Weru Satu, dan Manembo-nembo. Sedangkan rumah yang terdampak banjir mencapai 226.

“Cuaca paling ekstrem memang Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Ada 200 lebih rumah yang terendam banjir,” ujarnya kepada Manado Post, Minggu (17/1).

Untungnya, banjir tersebut tidak parah karena hanya setinggi lutut. Tidak ada juga korban jiwa maupun materil akibat banjir tersebut.

“Tidak ada kerugian materil. Penyebabnya karena pemukiman warga tersebut dekat dengan bantaran sungai Girian. Jadi ketika meluap masuk ke wilayah pemukiman,” katanya.

Dia juga menjelaskan, ada tiga titik talud yang sudah pecah. Sehingga tiga titik tersebut jebol dan membawa air masuk ke pemukiman.

Selain banjir, lanjut dia, ada juga sejumlah titik pohon tumbang akibat angin kencang. “Untuk tidak ada korban,” paparnya.

Tambahnya, menurut BMKG, cuaca ekstrem akan terjadi hingga Maret. “Ini akibat dampak badai Lamina, yang sudah sejak Oktober lalu pihak BMKG sudah memberikan peringatan,” katanya.

Dia pun meminta warga untuk selalu waspada, terutama berada di lokasi rentan terjadi banjir dan longsor.

“Diharapkan warga untuk menghindari atau menjauhi lokasi aliran sungai jika hujan, juga daerah rawan longsor,” pungkasnya. (can)

Most Read

Artikel Terbaru

/