alexametrics
28.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

MM-HH, Cinta Lama Bersemi Kembali

MANADOPOST.ID—Keseriusan PDI Perjuangan (PDIP) untuk merebut kemenangan di Pilkada Serentak 2020 di Sulawesi Utara (Sulut) ditunjukkan dengan mempersiapkan pasangan calonnya.

Seperti kemarin (17/6), PDIP telah mengundang kandidat calon wali kota dan wakil wali kota Bitung, Ir Maurits Mantiri MM dan Hengky Honandar SE (MM-HH) untuk menandatangani komitmen pencalonan.

Maurits Mantiri ketika diwawancarai usai penandatanganan mengatakan, komitmen pencalonan itu menekankan beberapa hal penting. Yang paling pokok adalah pasangan calon harus kompak sampai akhir masa jabatan.

“Ketika berpasangan, harus sampai masa jabatan berakhir. Ini melihat kerukunan Pak Olly dan Pak Steven yang sangat kompak. Kita harus seperti itu juga. Karena biasa yang terjadi adalah pasangan ketika memimpin terjadi perang opini. Dan akhirnya masalah sosial kemasyarakatan terabaikan. Artinya intrik yang saling menjatuhkan itu yang tidak bagus,” ujar Mantiri.

Mantiri juga yakin dia bersama Honandar akan kompak hingga akhir masa jabatan. Karena keduanya terus melakukan konsolidasi dan menyamakan persepsi. Bahkan Mantiri menyebut dia bersama Honandar seperti cinta lama bersemi kembali.

“Kami berdua sudah berteman lama. Sejak dari dewan (DPRD Bitung, Red). Kami berpisah cuma karena jadi pasangan calon (Pilwako Bitung 2015, Red). Tapi akhirnya ditakdirkan untuk bertemu lagi,” katanya.

Keakraban MM-HH, menurutnya, yang membuat mereka sering sekamar saat melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. “Dari dulu, sejak kami masih jadi pimpinan dewan tidak pernah kamar masing-masing kalau dalam perjalanan dinas. Kami bertiga selalu satu kamar, tambah dengan Jeffry Supit (Ketua DPRD waktu itu, Red),” kenangnya.

Dia pun meminta semua kader PDIP Bitung bersatu untuk pemenangan. “Jangan lagi ada pikiran A, B, C. Semua satu dan fokus untuk pemenangan gubernur dan pilwako Bitung. Kita juga terus melakukan konsolidasi hinga level ketua PAC,” katanya.

Ke depan, jika MM-HH dipercayakan menjadi wali kota dan wakil wali kota Bitung, dia mengatakan akan membuat program satu garis. “Artinya program dari presiden, gubernur dan wali kota itu harus satu garis. Sehingga semua program akan berjalan lebih maksimal,” jelasnya.

Diketahui, penandatanganan komitmen calon kepala daerah tersebut adalah bagian dari tahapan penetapan calon dari PDIP, sebelum nantinya resmi mengantongi SK. Penandatanganan dilakukan di kediaman Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey dan ikut disaksikan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Sulut Steven Kandouw.

Selain MM-HH, kandidat yang juga diundang untuk melakukan penandatanganan yaitu calon bupati dan wakil bupati Minsel, Franky Wongkar dan Pdt Petra Rembang.(can)

MANADOPOST.ID—Keseriusan PDI Perjuangan (PDIP) untuk merebut kemenangan di Pilkada Serentak 2020 di Sulawesi Utara (Sulut) ditunjukkan dengan mempersiapkan pasangan calonnya.

Seperti kemarin (17/6), PDIP telah mengundang kandidat calon wali kota dan wakil wali kota Bitung, Ir Maurits Mantiri MM dan Hengky Honandar SE (MM-HH) untuk menandatangani komitmen pencalonan.

Maurits Mantiri ketika diwawancarai usai penandatanganan mengatakan, komitmen pencalonan itu menekankan beberapa hal penting. Yang paling pokok adalah pasangan calon harus kompak sampai akhir masa jabatan.

“Ketika berpasangan, harus sampai masa jabatan berakhir. Ini melihat kerukunan Pak Olly dan Pak Steven yang sangat kompak. Kita harus seperti itu juga. Karena biasa yang terjadi adalah pasangan ketika memimpin terjadi perang opini. Dan akhirnya masalah sosial kemasyarakatan terabaikan. Artinya intrik yang saling menjatuhkan itu yang tidak bagus,” ujar Mantiri.

Mantiri juga yakin dia bersama Honandar akan kompak hingga akhir masa jabatan. Karena keduanya terus melakukan konsolidasi dan menyamakan persepsi. Bahkan Mantiri menyebut dia bersama Honandar seperti cinta lama bersemi kembali.

“Kami berdua sudah berteman lama. Sejak dari dewan (DPRD Bitung, Red). Kami berpisah cuma karena jadi pasangan calon (Pilwako Bitung 2015, Red). Tapi akhirnya ditakdirkan untuk bertemu lagi,” katanya.

Keakraban MM-HH, menurutnya, yang membuat mereka sering sekamar saat melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. “Dari dulu, sejak kami masih jadi pimpinan dewan tidak pernah kamar masing-masing kalau dalam perjalanan dinas. Kami bertiga selalu satu kamar, tambah dengan Jeffry Supit (Ketua DPRD waktu itu, Red),” kenangnya.

Dia pun meminta semua kader PDIP Bitung bersatu untuk pemenangan. “Jangan lagi ada pikiran A, B, C. Semua satu dan fokus untuk pemenangan gubernur dan pilwako Bitung. Kita juga terus melakukan konsolidasi hinga level ketua PAC,” katanya.

Ke depan, jika MM-HH dipercayakan menjadi wali kota dan wakil wali kota Bitung, dia mengatakan akan membuat program satu garis. “Artinya program dari presiden, gubernur dan wali kota itu harus satu garis. Sehingga semua program akan berjalan lebih maksimal,” jelasnya.

Diketahui, penandatanganan komitmen calon kepala daerah tersebut adalah bagian dari tahapan penetapan calon dari PDIP, sebelum nantinya resmi mengantongi SK. Penandatanganan dilakukan di kediaman Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey dan ikut disaksikan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Sulut Steven Kandouw.

Selain MM-HH, kandidat yang juga diundang untuk melakukan penandatanganan yaitu calon bupati dan wakil bupati Minsel, Franky Wongkar dan Pdt Petra Rembang.(can)

Most Read

Artikel Terbaru

/