alexametrics
32.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Vaksinasi Anak di Bitung Berpotensi Klaster, Begini Usulan Pemerhati Kesehatan

MANADOPOST.ID – Program vaksinasi anak yang sedang digencarkan pemerintah, sangat baik dan patut didukung semua pihak. Terutama bagi orang tua yang mempunyai anak umur 12-17 tahun.

Hanya saja kegiatan vaksinasi seperti yang dilaksanakan di tribun lapangan Kantor Wali Kota Bitung pekan lalu, berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19. Pasalnya banyaknya orang yang hadir dan berkerumun dalam kegiatan tersebut.

“Kerumunan tidak bisa terbendung karena membludaknya peserta saat itu apalagi, anak-anak yang akan divaksin didampingi oleh orang tuanya. Belum lagi jika orang tua tersebut membawa bayi atau anak-anak, yang sebenarnya belum waktunya divaksin karena baru berumur di bawah 12 tahun,” kritik pemerhati yang juga praktisi kesehatan dr Sunny Rumawung, Minggu (18/7).

Ia menyarankan, untuk menghindari hal tersebut kegiatan vaksinasi anak 12-17 tahun, dilakukan rumah ke rumah alias jemput bola. Lurah atau Pala/RT menurutnya, bisa mendata anak-anak tersebut di lingkungan masing-masing.

“Memang ini akan membuat kesulitan para tenaga kesehatan, tapi ini demi kebaikan kita semua dan supaya, tidak terjadi penularan pada saat vaksin. Hal tersebut bisa dilakukan secara bertahap, atau dilaksanakan di sekolah masing-masing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Girian Weru dr Lanny Mamahit ketika dikonfirmasi Manado Post, terkait pelaksanaan vaksinasi anak 12-17 tahun pihaknya berpedoman pada edaran yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Bitung tertanggal 15 Juli 2021, ditujukan kepada seluruh fasilitas kesehatan penyelenggara vaksinasi di Kota Bitung.

MANADOPOST.ID – Program vaksinasi anak yang sedang digencarkan pemerintah, sangat baik dan patut didukung semua pihak. Terutama bagi orang tua yang mempunyai anak umur 12-17 tahun.

Hanya saja kegiatan vaksinasi seperti yang dilaksanakan di tribun lapangan Kantor Wali Kota Bitung pekan lalu, berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19. Pasalnya banyaknya orang yang hadir dan berkerumun dalam kegiatan tersebut.

“Kerumunan tidak bisa terbendung karena membludaknya peserta saat itu apalagi, anak-anak yang akan divaksin didampingi oleh orang tuanya. Belum lagi jika orang tua tersebut membawa bayi atau anak-anak, yang sebenarnya belum waktunya divaksin karena baru berumur di bawah 12 tahun,” kritik pemerhati yang juga praktisi kesehatan dr Sunny Rumawung, Minggu (18/7).

Ia menyarankan, untuk menghindari hal tersebut kegiatan vaksinasi anak 12-17 tahun, dilakukan rumah ke rumah alias jemput bola. Lurah atau Pala/RT menurutnya, bisa mendata anak-anak tersebut di lingkungan masing-masing.

“Memang ini akan membuat kesulitan para tenaga kesehatan, tapi ini demi kebaikan kita semua dan supaya, tidak terjadi penularan pada saat vaksin. Hal tersebut bisa dilakukan secara bertahap, atau dilaksanakan di sekolah masing-masing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Girian Weru dr Lanny Mamahit ketika dikonfirmasi Manado Post, terkait pelaksanaan vaksinasi anak 12-17 tahun pihaknya berpedoman pada edaran yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Bitung tertanggal 15 Juli 2021, ditujukan kepada seluruh fasilitas kesehatan penyelenggara vaksinasi di Kota Bitung.

Most Read

Artikel Terbaru

/