28.4 C
Manado
Sunday, 2 October 2022

BBM Subsidi di Bitung Jebol, Kuota Solar Habis Per 1 September

MANADOPOST.ID — Bahan Bakar Minyak (BBM) subdisi khususnya solar di Kota Bitung jebol. Pasalnya, per 1 September 2022, kuota solar untuk satu tahun ini sudah habis.

Informasi dari Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kota Bitung, kuota solar subsidi untuk Kota Bitung tahun 2022, sebanyak 14.575 kilo liter.

Kabag SDA Setda Kota Bitung Nikki Kondo membenarkan jika kuota solar 14.575 kilo liter tersebut akan habis per 1 September 2022. “Sesuai data Pertamina kuota solar sebesar 14.575 kilo liter. Jumlah ini, untuk kuota satu tahun di 2022 ini. Penyaluran dari kuota ini pembagiannya per bulan sesuai prognosa Pertamina,” jelasnya.

Hanya saja, kondisi saat ini lanjut Kondo, over kuota. Kuota untuk satu tahun, sudah terpakai atau realisasi melebihi kuota. “Realisasi sudah tertarik untuk penggunaan bulan-bulan sebelumnya,” tandasnya, Rabu (17/8).

Baca Juga:  Di Bitung Tak Pakai Masker, Siap-Siap Kena Sanksi
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Memang menurut dia, terjadi pengurangan kuota solar secara nasional, termasuk di Kota Bitung. Karena idealnya kuota solar untuk Kota Bitung per tahun, sesuai prognosa Pertamina untuk Bitung sekitar 26.000 kilo liter.

“Untuk memenuhi kebutuhan solar September sampai Desember, Pemerintah Kota Bitung, melalui Gubernur Sulut telah mengusulkan penambahan kuota solar ke BPH Migas,” ulas dia.

Sedangkan terkait fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU penyaluran solar bersubsidi di Kota Bitung, menurut Kondo terjadi karena hukum ekonomi. “Permintaan banyak tetapi kuota terbatas,” terang dia.

Di satu sisi, solar subsidi di Kota Bitung diduga ada yang jebol ke oknum yang tidak bertanggungjawab. “Selisih harga subsidi dan industri terpaut jauh, diduga faktor ini salah satu penyebab sampai menjadi incaran oknum yang tidak bertanggungjawab,” jelasnya.

Baca Juga:  Tronton di Bitung Mulai Dialihkan ke Jalan Tol, Ini Alasannya

Kondisi tersebut, pernah ia temui langsung di salah satu SPBU, ada tanki kendaraan sudah dimodifikasi. Jadi kendaraan Isuzu panther tanki standarnya hanya 60 liter, kemudian pengisian sudah melebihi.

Atas temuan langsung tersebut, selaku Kabag SDA langsung melalukan teguran, melarang pengisian melebihi tanki standar kendaraan. “Intinya, kalau dari Pemkot Bitung sudah menjalankan semua fungsi terkait BBM subsidi ini. Pengawasan juga melekat di Pertamina dan untuk penindakan adalah dari aparat kepolisian,” pungkasnya. (franky sumaraw)

MANADOPOST.ID — Bahan Bakar Minyak (BBM) subdisi khususnya solar di Kota Bitung jebol. Pasalnya, per 1 September 2022, kuota solar untuk satu tahun ini sudah habis.

Informasi dari Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kota Bitung, kuota solar subsidi untuk Kota Bitung tahun 2022, sebanyak 14.575 kilo liter.

Kabag SDA Setda Kota Bitung Nikki Kondo membenarkan jika kuota solar 14.575 kilo liter tersebut akan habis per 1 September 2022. “Sesuai data Pertamina kuota solar sebesar 14.575 kilo liter. Jumlah ini, untuk kuota satu tahun di 2022 ini. Penyaluran dari kuota ini pembagiannya per bulan sesuai prognosa Pertamina,” jelasnya.

Hanya saja, kondisi saat ini lanjut Kondo, over kuota. Kuota untuk satu tahun, sudah terpakai atau realisasi melebihi kuota. “Realisasi sudah tertarik untuk penggunaan bulan-bulan sebelumnya,” tandasnya, Rabu (17/8).

Baca Juga:  Astaga! Usai Pelesiran 7 Staf DPRD Bitung Reaktif Tes Antigen

Memang menurut dia, terjadi pengurangan kuota solar secara nasional, termasuk di Kota Bitung. Karena idealnya kuota solar untuk Kota Bitung per tahun, sesuai prognosa Pertamina untuk Bitung sekitar 26.000 kilo liter.

“Untuk memenuhi kebutuhan solar September sampai Desember, Pemerintah Kota Bitung, melalui Gubernur Sulut telah mengusulkan penambahan kuota solar ke BPH Migas,” ulas dia.

Sedangkan terkait fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU penyaluran solar bersubsidi di Kota Bitung, menurut Kondo terjadi karena hukum ekonomi. “Permintaan banyak tetapi kuota terbatas,” terang dia.

Di satu sisi, solar subsidi di Kota Bitung diduga ada yang jebol ke oknum yang tidak bertanggungjawab. “Selisih harga subsidi dan industri terpaut jauh, diduga faktor ini salah satu penyebab sampai menjadi incaran oknum yang tidak bertanggungjawab,” jelasnya.

Baca Juga:  Jamin Keakuratan Data Logistik, Kodim 1310/Bitung Lakukan Ini

Kondisi tersebut, pernah ia temui langsung di salah satu SPBU, ada tanki kendaraan sudah dimodifikasi. Jadi kendaraan Isuzu panther tanki standarnya hanya 60 liter, kemudian pengisian sudah melebihi.

Atas temuan langsung tersebut, selaku Kabag SDA langsung melalukan teguran, melarang pengisian melebihi tanki standar kendaraan. “Intinya, kalau dari Pemkot Bitung sudah menjalankan semua fungsi terkait BBM subsidi ini. Pengawasan juga melekat di Pertamina dan untuk penindakan adalah dari aparat kepolisian,” pungkasnya. (franky sumaraw)

Most Read

Artikel Terbaru

/