alexametrics
24.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Dugaan Pungli di Disdukcapil Bitung, AMAK Keluarkan Warning!

MANADOPOST.ID – Dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bitung menuai reaksi.

Pungli yang ditemukan langsung Wali Kota Bitung Maurits Mantiri saat melakukan inspeksi mendadak, Selasa (18/1), menjadi tanda awas bagi seluruh pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga harian lepas (THL) di Pemkot Bitung.

“Termasuk pejabat teras sekalipun, mulai dari kepala daerah, sekretaris, para asisten, pejabat administrator karena tidak bisa dipungkiri, korupsi itu masih saja ditemukan hingga saat ini,” kata Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulut, dr Sunny Rumawung, Rabu (19/1).

Dengan demikian lanjutnya AMAK Sulut mengeluarkan warning kepada seluruh jajaran di Pemkot Bitung, untuk tidak coba-coba dengan korupsi.

“Jangan korupsi jika tidak mau kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atau berurusan dengan lembaga penegak hukum lainnya,” tandas Rumawung.

Lanjut Rumawung, selang beberapa waktu terakhir tiga kepala daerah di Indonesia diciduk KPK melalui OTT, yang disusul jajarannya karena terlibat korupsi dengan modus gratifikasi, markup, suap, pungli dan modus lainnya.

“Hal ini sebaiknya segera dihilangkan, jangan sampai menyesal kemudian, karena kasus korupsi cepat atau lambat pasti akan terendus dan terungkap,” tambahnya. “Lebih baik teguran yang nyata, daripada kasih yang tersembunyi,” pungkas Rumawung. (franky)

MANADOPOST.ID – Dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bitung menuai reaksi.

Pungli yang ditemukan langsung Wali Kota Bitung Maurits Mantiri saat melakukan inspeksi mendadak, Selasa (18/1), menjadi tanda awas bagi seluruh pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga harian lepas (THL) di Pemkot Bitung.

“Termasuk pejabat teras sekalipun, mulai dari kepala daerah, sekretaris, para asisten, pejabat administrator karena tidak bisa dipungkiri, korupsi itu masih saja ditemukan hingga saat ini,” kata Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulut, dr Sunny Rumawung, Rabu (19/1).

Dengan demikian lanjutnya AMAK Sulut mengeluarkan warning kepada seluruh jajaran di Pemkot Bitung, untuk tidak coba-coba dengan korupsi.

“Jangan korupsi jika tidak mau kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atau berurusan dengan lembaga penegak hukum lainnya,” tandas Rumawung.

Lanjut Rumawung, selang beberapa waktu terakhir tiga kepala daerah di Indonesia diciduk KPK melalui OTT, yang disusul jajarannya karena terlibat korupsi dengan modus gratifikasi, markup, suap, pungli dan modus lainnya.

“Hal ini sebaiknya segera dihilangkan, jangan sampai menyesal kemudian, karena kasus korupsi cepat atau lambat pasti akan terendus dan terungkap,” tambahnya. “Lebih baik teguran yang nyata, daripada kasih yang tersembunyi,” pungkas Rumawung. (franky)

Most Read

Artikel Terbaru

/