25.7 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Pengangkatan 45 Staf Khusus Bebankan APBD Bitung, Begini Kata Pengamat

MANADOPOST.ID – Pengangkatan 45 staf khusus wali kota di Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menimbulkan gejolak ditegah masyarakat.

Sebab pengangkatan 45 staf khusus itu dinilai membebankan APBD Bitung, karena biaya pembayaran gaji 45 staf khusus yang membengkak bisa digunakan untuk merealisasikan program yang pro terhadap masyarakat

Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulut dr Sunny Rumawung saat diwawancarai Manado Post menilai, 45 staf khusus di Pemkot Bitung adalah yang terbanyak di Sulut, bahkan mungkin di kabupaten/kota di Indonesia.

“Staf khusus di Pemprov Sulut saja hanya 40. Kota Manado hanya 10. Jadi, jumlah staf khusus ini menurut kami akan membebani APBD Kota Bitung, yang saat ini anggarannya banyak tergerus untuk menangani pandemi Covid-19,” ujar dia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dalam kesempatan itu ia mengatakan dari amatannya, bidang-bidang tersebut dapat lebih disederhanakan, sehingga jumlah staaf khusus tidak lebih dari 10 orang saja.

“Dibandingkan dengan Kota Manado yang jumlah penduduknya jauh lebih banyak, tapi hanya mempunyai jumlah staf khusus jauh lebih sedikit. Apalagi dalam unit pemerintahan itu sendiri, sudah ada strukur yang baku seperti kepala dinas, badan, bagian dan lainnya, sehingga seharusnya mereka saja yang dioptimalisasi dalam bekerja. Agar visi misi MM-HH bisa terlaksana dengan baik dalam kurun waktu 3 tahun kedepan,” tambahnya.

MANADOPOST.ID – Pengangkatan 45 staf khusus wali kota di Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menimbulkan gejolak ditegah masyarakat.

Sebab pengangkatan 45 staf khusus itu dinilai membebankan APBD Bitung, karena biaya pembayaran gaji 45 staf khusus yang membengkak bisa digunakan untuk merealisasikan program yang pro terhadap masyarakat

Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulut dr Sunny Rumawung saat diwawancarai Manado Post menilai, 45 staf khusus di Pemkot Bitung adalah yang terbanyak di Sulut, bahkan mungkin di kabupaten/kota di Indonesia.

“Staf khusus di Pemprov Sulut saja hanya 40. Kota Manado hanya 10. Jadi, jumlah staf khusus ini menurut kami akan membebani APBD Kota Bitung, yang saat ini anggarannya banyak tergerus untuk menangani pandemi Covid-19,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu ia mengatakan dari amatannya, bidang-bidang tersebut dapat lebih disederhanakan, sehingga jumlah staaf khusus tidak lebih dari 10 orang saja.

“Dibandingkan dengan Kota Manado yang jumlah penduduknya jauh lebih banyak, tapi hanya mempunyai jumlah staf khusus jauh lebih sedikit. Apalagi dalam unit pemerintahan itu sendiri, sudah ada strukur yang baku seperti kepala dinas, badan, bagian dan lainnya, sehingga seharusnya mereka saja yang dioptimalisasi dalam bekerja. Agar visi misi MM-HH bisa terlaksana dengan baik dalam kurun waktu 3 tahun kedepan,” tambahnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/