26C
Manado
Minggu, 28 Februari 2021

Kadis Penanaman Modal Bitung Resmi Tersangka, Kajari Sebut Kasus Korupsi

BITUNG, MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bitung Andrias G. Tirayoh resmi menjadi tersangka kasus korupsi. Status Tirayoh dinaikkan menjadi tersangka dari sebelumnya saksi. Penetapan tersangka itu diumumkan langsung Kepala Kejaksaan (Kajari) Bitung Frenkie Son SH MH kepada sejumlah media di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung, Kamis (21/1) sore.

Handri, sapaan akrab Andrias G. Tirayoh, diduga melanggar undang-undang pidana korupsi.

“Kami menetapkan AT sebagai tersangka kasus korupsi. Diduga melanggar Pasal 12 huruf (i) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah menjadi Undang-undang Nomor 21 tahun 2021 tentang Tindakan Pidana Korupsi,” ujar Kajari.

Dia menjelaskan, Tirayoh diduga melanggar mekanisme pengadaan barang, baik itu langsung maupun tidak langsung di dinas yang dipimpinnya.

“Pasal 21 itu berbunyi, pegawai negeri atau penyelenggara negara baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan, atau persewaan, yang pada saat dilakukan perbuatan, untuk seluruh atau sebagian, ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya,” jelasnya.

Jadi menurutnya, dalam pasal tersebut menjelaskan tidak harus ada kerugian negara.

Kajari juga membenarkan, pengadaan itu di antaranya soal jasa makloon baju Ketua TP PKK Bitung di 2019.

“Soal pengadaan itu sudah ada aturannya, tapi dari hasil penyidikan tersangka melakukan sendiri semua jasa pengadaan. Baik itu langsung maupun tidak langsung tanpa mengikuti ketentuan,” paparnya.

Terkait kemungkinan ada tambahan tersangka, Kajari belum memberikan bocoran. Dia juga menjelaskan tersangka diancam pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.

Sementara itu, Tirayoh ketika dikonfirmasi mengaku akan tetap menghormati proses hukum yang ada.

“Saya menghormati proses hukum,” singkatannya. (can)

Artikel Terbaru