23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Kejaksaan Diminta Telusuri Kas Bon Dirut Perumda Bangun Bitung

MANADOPOST.ID – Terbongkarnya dugaan manajemen warung di Perusahaan umum daerah (Perumda) Bangun Bitung, mendapat reaksi dari Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulut dr Sunny Rumawung.

Bahkan, ia mendorong Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung untuk melakukan penelusuran terhadap pengelolaan keuangan di Perumda Bangun Bitung, sebagai langkah menyelamatkan uang perusahaan.

“Pengelolaan keuangan di Perumda Bangun Bitung sudah dalam bahaya. Buktinya ada kas bon Dirut yang mencapai Rp180 juta. Kami mendorong Kejari Bitung untuk menelusuri penggunaan kas bon tersebut jangan sampai uang perusahaan disalahgunakan,” tandas Rumawung, Senin (21/11).

Apalagi lanjutnya, Kejari Bitung sudah pernah memanggil dua petinggi di Perumda Bangun Bitung pada Agustus 2022 lalu, dimana informasi dari masyarakat pemanggilan tersebut terkait dugaan penyelewengan penyertaan modal, hibah dan pajak.

Baca Juga:  Terbongkar Dugaan 'Manajemen Warung' di Perumda Bangun Bitung, Kas Bon Dirut Capai Rp180 Juta
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“AMAK Sulut mendukung Kejari Bitung untuk mengusut dugaan penyalahgunaan anggaran, yang bisa berujung pada kasus dugaan korupsi di Perumda Bangun Bitung,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Kejari Bitung belum berhasil dihubungi terkait adanya informasi ini. Dalam pemberitaan sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Perumda Bangun Bitung Rizal Lumombo saat dikonfirmasi tak membantah jika kas bon yang telah ia ambil sebesar Rp180 juta. Ia juga mengakui jika kas bon tersebut dipotong untuk gajinya yang belum ia terima hampir 10 bulan tersebut.

MANADOPOST.ID – Terbongkarnya dugaan manajemen warung di Perusahaan umum daerah (Perumda) Bangun Bitung, mendapat reaksi dari Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulut dr Sunny Rumawung.

Bahkan, ia mendorong Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung untuk melakukan penelusuran terhadap pengelolaan keuangan di Perumda Bangun Bitung, sebagai langkah menyelamatkan uang perusahaan.

“Pengelolaan keuangan di Perumda Bangun Bitung sudah dalam bahaya. Buktinya ada kas bon Dirut yang mencapai Rp180 juta. Kami mendorong Kejari Bitung untuk menelusuri penggunaan kas bon tersebut jangan sampai uang perusahaan disalahgunakan,” tandas Rumawung, Senin (21/11).

Apalagi lanjutnya, Kejari Bitung sudah pernah memanggil dua petinggi di Perumda Bangun Bitung pada Agustus 2022 lalu, dimana informasi dari masyarakat pemanggilan tersebut terkait dugaan penyelewengan penyertaan modal, hibah dan pajak.

Baca Juga:  Heboh Seleksi Direksi PAM Duasudara, Netizen Pertanyakan Salah Satu Poin Persyaratan

“AMAK Sulut mendukung Kejari Bitung untuk mengusut dugaan penyalahgunaan anggaran, yang bisa berujung pada kasus dugaan korupsi di Perumda Bangun Bitung,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Kejari Bitung belum berhasil dihubungi terkait adanya informasi ini. Dalam pemberitaan sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Perumda Bangun Bitung Rizal Lumombo saat dikonfirmasi tak membantah jika kas bon yang telah ia ambil sebesar Rp180 juta. Ia juga mengakui jika kas bon tersebut dipotong untuk gajinya yang belum ia terima hampir 10 bulan tersebut.

Most Read

Artikel Terbaru

/