23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Sering Terjadi Lakalantas, Proyek Saluran di Pusat Kota Bitung Dikeluhkan Warga

MANADOPOST.ID – Proyek saluran air yang memotong jalan di depan BRI Cabang Bitung dikeluhkan warga. Pasalnya, proyek tersebut dinilai asal jadi. Penutup gorong-gorong tersebut terlalu tinggi, sehingga menjadi pemicu terjadinya sejumlah kecelakaan lalu lintas.

Oktavianus David aktivis pemuda Kota Bitung secara tegas menyorot proyek tersebut, karena sering terjadi kecelakaan. “Akibat adanya proyek gorong-gorong tersebut, tidak sediki pengendara sepeda motor yang melintas mengalami kecelakaan,” kata Okta, Senin (21/11).

Dijelaskan, sebelumnya untuk mengatasi masalah banjir, di ruas jalan tersebut dibuatkan saluran air memotong jala atau gorong-gorong. Tapi setelah saluran selesai dibuat, jalan aspal yang tadinya rata, begitu ditutup kini muncul gundukan (polisi tidur, red) yang mengakibatkan sering terjadi kecelakaan.

“Teman saya sempat mengalami kecelakaan di lokasi tersebut, dan saya sudah melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas PUPR terkait masalah itu. Bahkan dia (Kadis, red) berjanji akan segera memperbaikinya, tapi sampai saat ini belum juga ada tindaklanjut,” bebernya.

Baca Juga:  Kejati Sulut Vaksin Anak 12-17 Tahun di Bitung, Ini Komentar Maurits Mantiri
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ditambahkan, tadinya masalah ini akan ditempuh ke jalur hukum, tapi karena sudah ada perjanjian dari instansi terkait untuk memperbaikinya, gugatan tersebut diurungkan. “Kalau belum juga diperbaiki, maka kami akan mengajukan gugatan, sebelum korban kecelakaan akibat proyek tersebut bertambah,” ujarnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas PUPR Kota Bitung Rizal Sompotan ketika dikonfirmasi terkait proyek gorong-gorong depan kantor BRI Cabang Bitung banyaknya keluhan warga, mengatakan, silahkan dicek ke Kabid Bidang SDA Dinas PUPR Kota Bitung.

“Cek Kabid SDA,” singkatnya. Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Bitung Norke Ibrahim ketika dihubungi mengaku bahwa soal keluhan warga, sudah diketahui dan akan segera ditindaklanjuti.

“Hari Senin (kemarin, red) akan dirapatkan bersama Kepala Dinas mengenai masalah ini. Dan untuk langkah selanjutnya, nanti akan diputuskan dalam rapat tersebut,” tandas Norke.

Baca Juga:  Memudahkan Pengunjung, Festival Pesona Selat Lembeh Hadir Dalam Bentuk Aplikasi

Sayangnya sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh langkah apa yang akan dilakukan Dinas PUPR Kota Bitung terkait proyek tersebut. Informasi yang dirangkum dari media sosial, belum lama ini terjadi insiden di lokasi tersebut, beruntung pengendara motor hanya mengalami luka ringan.

Namun sebelumnya, pasca proyek tersebut selesai sekira September 2022 lalu, terpantau ada karangan bunga yang ditempatkan di atas gorong-gorong itu. Terpantau, pada gorong-gorong yang memotong di jalan dua jalur itu, sudah dicat warna kuning hitam sebagai tanda.

Meski demikian, pengendara wajib ekstra hati-hati saat melintasinya. Dari batas kota Sagerat sampai di Pusat Kota Bitung, hanya itu satu-satunya proyek gorong-gorong yang jadi polisi tidur. (franky sumaraw)

MANADOPOST.ID – Proyek saluran air yang memotong jalan di depan BRI Cabang Bitung dikeluhkan warga. Pasalnya, proyek tersebut dinilai asal jadi. Penutup gorong-gorong tersebut terlalu tinggi, sehingga menjadi pemicu terjadinya sejumlah kecelakaan lalu lintas.

Oktavianus David aktivis pemuda Kota Bitung secara tegas menyorot proyek tersebut, karena sering terjadi kecelakaan. “Akibat adanya proyek gorong-gorong tersebut, tidak sediki pengendara sepeda motor yang melintas mengalami kecelakaan,” kata Okta, Senin (21/11).

Dijelaskan, sebelumnya untuk mengatasi masalah banjir, di ruas jalan tersebut dibuatkan saluran air memotong jala atau gorong-gorong. Tapi setelah saluran selesai dibuat, jalan aspal yang tadinya rata, begitu ditutup kini muncul gundukan (polisi tidur, red) yang mengakibatkan sering terjadi kecelakaan.

“Teman saya sempat mengalami kecelakaan di lokasi tersebut, dan saya sudah melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas PUPR terkait masalah itu. Bahkan dia (Kadis, red) berjanji akan segera memperbaikinya, tapi sampai saat ini belum juga ada tindaklanjut,” bebernya.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Pemenang Putra Putri Bitung 2022, Ada Yang Borong 3 Selempang Sekaligus

Ditambahkan, tadinya masalah ini akan ditempuh ke jalur hukum, tapi karena sudah ada perjanjian dari instansi terkait untuk memperbaikinya, gugatan tersebut diurungkan. “Kalau belum juga diperbaiki, maka kami akan mengajukan gugatan, sebelum korban kecelakaan akibat proyek tersebut bertambah,” ujarnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas PUPR Kota Bitung Rizal Sompotan ketika dikonfirmasi terkait proyek gorong-gorong depan kantor BRI Cabang Bitung banyaknya keluhan warga, mengatakan, silahkan dicek ke Kabid Bidang SDA Dinas PUPR Kota Bitung.

“Cek Kabid SDA,” singkatnya. Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Bitung Norke Ibrahim ketika dihubungi mengaku bahwa soal keluhan warga, sudah diketahui dan akan segera ditindaklanjuti.

“Hari Senin (kemarin, red) akan dirapatkan bersama Kepala Dinas mengenai masalah ini. Dan untuk langkah selanjutnya, nanti akan diputuskan dalam rapat tersebut,” tandas Norke.

Baca Juga:  Program HBK Pemkot Bitung Belum Berjalan Maksimal, Masih Ada ASN Bawa Kendaraan

Sayangnya sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh langkah apa yang akan dilakukan Dinas PUPR Kota Bitung terkait proyek tersebut. Informasi yang dirangkum dari media sosial, belum lama ini terjadi insiden di lokasi tersebut, beruntung pengendara motor hanya mengalami luka ringan.

Namun sebelumnya, pasca proyek tersebut selesai sekira September 2022 lalu, terpantau ada karangan bunga yang ditempatkan di atas gorong-gorong itu. Terpantau, pada gorong-gorong yang memotong di jalan dua jalur itu, sudah dicat warna kuning hitam sebagai tanda.

Meski demikian, pengendara wajib ekstra hati-hati saat melintasinya. Dari batas kota Sagerat sampai di Pusat Kota Bitung, hanya itu satu-satunya proyek gorong-gorong yang jadi polisi tidur. (franky sumaraw)

Most Read

Artikel Terbaru

/