29.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Forkopimda Bahas Nasib PETI Pinasungkulan

MANADOPOST.ID – Masalah pertambangan tanpa izin (PETI) di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, terus diseriusi semua instansi terkait di Bitung. Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Dr Audy Pangemanan mengatakan, kemarin pihaknya sudah mengundang semua Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bitung.

“Hari ini (kemarin) kita rapatkan dengan Forkopimda. Ada Kajari, Danyon, Kapolres, Dandim, kita rapatkan pukul 08.00 malam. Jadi tunggu saja hasilnya,” ujarnya kepada Manado Post, Senin (22/2) sore kemarin.

Menurutnya, sebelumnya dia sudah menugaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bitung untuk meninjau lokasi PETI.

“Jadi kemarin sudah ditugaskan Kadis Lingkungan Hidup ke sana untuk pengumpulan barang bukti, karena ini juga terkait kewenangan provinsi. Dari Depdagri juga sudah tinjau, saya ikut mendampingi,” katanya.
dia

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui, informasi dari DLH Bitung, lokasi PETI sudah ‘diserbu’ kurang lebih 800-an penambang. “Kurang lebih ada 100 lubang. Dalam satu lubang itu rata-rata ada delapan penambang. Jadi ada sekira 800 penambang dan umumnya dari luar Bitung,” ujar Kepala DLH Bitung Sadat Minabari.

Sedangkan Kapolres Bitung AKBP Indra Pramana ketika dimintai tanggapan mengatakan, namanya PETI pihaknya akan tertibkan. Tapi sebagai langkah awal, pihaknya akan mengajak semua stakeholder berkoordinasi.

“Kita akan rapat koordinasi dulu dengan instansi terkait. Mereka akan maju untuk memberikan sosialisasi atau pengertian. Jika sudah tidak mempan, baru kita tertibkan. Supaya tidak menimbulkan permasalahan sosial lebih besar lagi,” katanya. (can)

MANADOPOST.ID – Masalah pertambangan tanpa izin (PETI) di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, terus diseriusi semua instansi terkait di Bitung. Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Dr Audy Pangemanan mengatakan, kemarin pihaknya sudah mengundang semua Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bitung.

“Hari ini (kemarin) kita rapatkan dengan Forkopimda. Ada Kajari, Danyon, Kapolres, Dandim, kita rapatkan pukul 08.00 malam. Jadi tunggu saja hasilnya,” ujarnya kepada Manado Post, Senin (22/2) sore kemarin.

Menurutnya, sebelumnya dia sudah menugaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bitung untuk meninjau lokasi PETI.

“Jadi kemarin sudah ditugaskan Kadis Lingkungan Hidup ke sana untuk pengumpulan barang bukti, karena ini juga terkait kewenangan provinsi. Dari Depdagri juga sudah tinjau, saya ikut mendampingi,” katanya.
dia

Diketahui, informasi dari DLH Bitung, lokasi PETI sudah ‘diserbu’ kurang lebih 800-an penambang. “Kurang lebih ada 100 lubang. Dalam satu lubang itu rata-rata ada delapan penambang. Jadi ada sekira 800 penambang dan umumnya dari luar Bitung,” ujar Kepala DLH Bitung Sadat Minabari.

Sedangkan Kapolres Bitung AKBP Indra Pramana ketika dimintai tanggapan mengatakan, namanya PETI pihaknya akan tertibkan. Tapi sebagai langkah awal, pihaknya akan mengajak semua stakeholder berkoordinasi.

“Kita akan rapat koordinasi dulu dengan instansi terkait. Mereka akan maju untuk memberikan sosialisasi atau pengertian. Jika sudah tidak mempan, baru kita tertibkan. Supaya tidak menimbulkan permasalahan sosial lebih besar lagi,” katanya. (can)

Most Read

Artikel Terbaru

/