26C
Manado
Senin, 19 April 2021

PETI Pinasungkulan Akan Ditertibkan

MANADOPOST.ID – Pertambangan tanpa izin (PETI) di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, akan ditertibkan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Dr Audy Pangemanan kepada Manado Post, Selasa (23/2) kemarin.

Sekkot mengatakan, hal itu sesuai rapat koordinasi awal yang sudah dilakukan, Senin (2/2). Karena didapati para penambang tidak melapor ke pemerintah kelurahan dan kecamatan.

“Jadi memang kuncinya masyarakat yang masuk harus izin 1×24 jam. Kemarin cross check dengan camat dan lurah tidak ada yang melapor,” ujarnya.

Selain itu, menurut Sekkot namanya tambang harus memiliki izin. “Kedua, namanya urusan tambang, walaupun bukan domain kita, sudah provinsi, tapi harus ada izin. Jika tidak ada izin, konsekuensinya ya harus ditertibkan,” tegasnya.

Apalagi dia menjelaskan, saat ini dalam situasi pandemi Covid-19. Jadi warga harus menjaga jarak, cuci tangan, dan menggunakan masker. Sehingga sebagai langkah awal akan ada Operasi Yustisi.

“Jadi ke depan memang akan ada Operasi Yustisi untuk itu. Kemudian akan ada tindakan yang akan diambil oleh pemerintah setempat, mulai dari kecamatan dan dinas terkait. Dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, yang akan diback-up oleh seluruh Forkopimda,” katanya.

Terkait rencana rinci penertiban, Sekkot mengatakan, Adan dibahas dalam rapat koordinasi bersama pihak Polres dan Kodim hari ini.

“Rundown untuk penertiban, besok (hari ini, Red) kita akan rapatkan bersama Kodim dan Polres,” paparnya.

Dia juga mengimbau warga penambang untuk mematuhi aturan. “Semua masyarakat boleh berusaha. Akan tetapi harus sesuai aturan dan ketentuan serta memperhatikan keseimbangan lingkungan. Yang pasti segala sesuatu harus sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Jika tidak otomatis ada konsekuensinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bitung Sadat Minabari mengatakan, rapat koordinasi awal dia tidak sempat ikut.

“Kemarin saya tidak ikuti. Tapi esok (hari ini, Red) rencana nanti ada presentasi PT MSM terkait rencana kegiatan mereka. Kemungkinan ada kaitan dengan lokasi PETI. Karena pengembangan mereka ke arah situ, karena kontrak karya. Jadi kita akan dengar dulu penyampaian mereka,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya masih tetap dalam tahap mengumpulkan bahan dan keterangan. “Untuk turun lagi ke lokasi kita juga menunggu perkembangan rapat esok (hari ini, Red),” kuncinya.

Diketahui, lokasi PETI Pinasunguklan baru heboh di awal tahun ini. Belum berjalan dua bulan, data awal Dinas Lingkungan Hidup Bitung suda ada sekira 100 titik pertambangan. Penambang sudah mencapai 800-an orang lebih, yang umum datang dari daerah luar Bitung. (can)

Artikel Terbaru