27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Bahaya! Lahan Belum Dibayar, Pekerjaan Pembangunan RS Pratama Bitung Sudah Dimulai

MANADOPOST.ID – Pembangunan RS Pratama Kota Bitung, sudah mulai dikerjakan. Tetapi belakangan diketahui, jika lahannya belum dibayar. Hal ini dikhawatirkan akan memunculkan persoalan di kemudian hari.

Pemerhati Kota Bitung Steven Luntungan mengatakan, harusnya lahan untuk pembangunan RS Pratama Bitung harus dibebaskan terlebih dahulu baru pekerjaannya dimulai.

“Ini malahan, dari informasi yang kami rangkum justru terbalik. Proyek pembangunan sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor tetapi lahannya belum dibayar Dinas Kesehatan Kota Bitung ke pemilik lahan,” semburnya, Rabu (24/8).

Lanjut dikatakan Luntungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bitung harusnya hati-hati dan tertib soal aset, baru kemudian mengambil langkah untuk membangun bangunan milik pemerintah.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Apalagi Pemkot Bitung sudah pengalaman buruk soal aset, yang hingga kini masih bermasalah. Seperti lahan Stadion Duasudara, begitu juga dengan aset lahan rumah dinas wali kota dan lahan perumahan nelayan. Belum lagi seperti lahan akses masuk ke kolam renang Sagerat, kendati Pemkot Bitung sudah menang atas tanah itu, tetapi bukan sedikit anggaran negara yang terkuras. Harusnya, berkaca dari kejadian-kejadian itu lahan untuk pembangunan RS Pratama dibereskan terlebih dahulu, baru proses pembangunan dimulai,” tambahnya.

Ia menilai, Dinkes Bitung, gegabah dengan langkah yang ditempuh saat ini. Tanpa memikirkan apa yang terjadi kemudian hari.

MANADOPOST.ID – Pembangunan RS Pratama Kota Bitung, sudah mulai dikerjakan. Tetapi belakangan diketahui, jika lahannya belum dibayar. Hal ini dikhawatirkan akan memunculkan persoalan di kemudian hari.

Pemerhati Kota Bitung Steven Luntungan mengatakan, harusnya lahan untuk pembangunan RS Pratama Bitung harus dibebaskan terlebih dahulu baru pekerjaannya dimulai.

“Ini malahan, dari informasi yang kami rangkum justru terbalik. Proyek pembangunan sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor tetapi lahannya belum dibayar Dinas Kesehatan Kota Bitung ke pemilik lahan,” semburnya, Rabu (24/8).

Lanjut dikatakan Luntungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bitung harusnya hati-hati dan tertib soal aset, baru kemudian mengambil langkah untuk membangun bangunan milik pemerintah.

“Apalagi Pemkot Bitung sudah pengalaman buruk soal aset, yang hingga kini masih bermasalah. Seperti lahan Stadion Duasudara, begitu juga dengan aset lahan rumah dinas wali kota dan lahan perumahan nelayan. Belum lagi seperti lahan akses masuk ke kolam renang Sagerat, kendati Pemkot Bitung sudah menang atas tanah itu, tetapi bukan sedikit anggaran negara yang terkuras. Harusnya, berkaca dari kejadian-kejadian itu lahan untuk pembangunan RS Pratama dibereskan terlebih dahulu, baru proses pembangunan dimulai,” tambahnya.

Ia menilai, Dinkes Bitung, gegabah dengan langkah yang ditempuh saat ini. Tanpa memikirkan apa yang terjadi kemudian hari.

Most Read

Artikel Terbaru

/