23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Beban Belanja Rutin Capai Ratusan Juta, Direksi Perumda Bangun Bitung Bakal Dirampingkan?

MANADOPOST.ID – Salah satu faktor sulitnya perusahaan umum daerah (Perumda) Bangun Bitung, keluar dari polemik utang miliaran, adalah belanja rutin direksi dan dewan pengawas (dewas).

Pasalnya, dari bocoran yang berhasil dihimpun, belanja rutin untuk tiga direksi dan tiga dewan pengawas bisa mencapai Rp150 juta per bulan. Sumber resmi merincikan, untuk gaji Direktur Utama (Dirut) Rp25 juta. Direktur Umum (Dirum) dan Direktur Teknik (Dirtek) masing-masing Rp20 juta per bulan.

“Belum lagi operasional direksi seperti bahan bakar minyak, makan minum untuk menjamu tamu dan lain sebagainya,” jelas sumber, Kamis (25/11).

Sedangkan untuk dewan pengawas juga demikian, meski tidak sebesar gaji direksi, tetapi jika ditotal untuk gaji dan operasional dari tiga dewan pengawas yang diakumulasikan sebesar Rp20 juta lebih per bulan, ditambah dengan operasional, didapat angka Rp150 juta per bulan untuk belanja direksi dan dewan pengawas.

Baca Juga:  BBM Subsidi di Bitung Jebol, Kuota Solar Habis Per 1 September
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Jumlah total itu, turut membebani keuangan di Perumda Bangun Bitung,” tambah sumber.

Sementara itu, mantan karyawan Perumda Bangun Bitung Fadly Mokodongan turut prihatin dengan kondisi di perusahaan pelat merah, yang kian hari kian terpuruk dari sisi keuangan tersebut.

“Kalau menurut kami, Perumda Bangun Bitung saat ini, bukan justru membaik tetapi makin buruk. Kalau tidak segera berbenah, akan semakin tambah parah lagi,” nilainya.

Sosok yang prihatin dengan keberadaan Perumda Bangun Bitung ini, memberikan masukan kepada kuasa pemilik modal (KPM), untuk mengambil langkah berani, untuk menyelamatkan Perumda Bangun Bitung.

“KPM sebaiknya segera mengambil langkah, yang menurut kami yaitu melakukan perampingan direksi dengan menunjuk satu pelaksana tugas (Plt). Alangkah lebih baik jika dengan dewan pengawas dilakukan perampingan bila perlu dihapus dulu,” tandasnya.

Baca Juga:  Kinerja Perumda Air Minum Duasudara Disorot Pelanggan, Laporan Sejak 2021 tapi Tak Diperbaiki

Dengan demikian, Perumda Bangun Bitung bisa berangsur pulih dan menuju perusahaan yang sehat, sembari meningkatkan objek-objek pendapatan seperti KMP Tude dan Rusunawa.

MANADOPOST.ID – Salah satu faktor sulitnya perusahaan umum daerah (Perumda) Bangun Bitung, keluar dari polemik utang miliaran, adalah belanja rutin direksi dan dewan pengawas (dewas).

Pasalnya, dari bocoran yang berhasil dihimpun, belanja rutin untuk tiga direksi dan tiga dewan pengawas bisa mencapai Rp150 juta per bulan. Sumber resmi merincikan, untuk gaji Direktur Utama (Dirut) Rp25 juta. Direktur Umum (Dirum) dan Direktur Teknik (Dirtek) masing-masing Rp20 juta per bulan.

“Belum lagi operasional direksi seperti bahan bakar minyak, makan minum untuk menjamu tamu dan lain sebagainya,” jelas sumber, Kamis (25/11).

Sedangkan untuk dewan pengawas juga demikian, meski tidak sebesar gaji direksi, tetapi jika ditotal untuk gaji dan operasional dari tiga dewan pengawas yang diakumulasikan sebesar Rp20 juta lebih per bulan, ditambah dengan operasional, didapat angka Rp150 juta per bulan untuk belanja direksi dan dewan pengawas.

Baca Juga:  Operasional KMP Tude Tertunda Gegara Gaji, Direksi Perumda Bangun Bitung Diminta Mundur

“Jumlah total itu, turut membebani keuangan di Perumda Bangun Bitung,” tambah sumber.

Sementara itu, mantan karyawan Perumda Bangun Bitung Fadly Mokodongan turut prihatin dengan kondisi di perusahaan pelat merah, yang kian hari kian terpuruk dari sisi keuangan tersebut.

“Kalau menurut kami, Perumda Bangun Bitung saat ini, bukan justru membaik tetapi makin buruk. Kalau tidak segera berbenah, akan semakin tambah parah lagi,” nilainya.

Sosok yang prihatin dengan keberadaan Perumda Bangun Bitung ini, memberikan masukan kepada kuasa pemilik modal (KPM), untuk mengambil langkah berani, untuk menyelamatkan Perumda Bangun Bitung.

“KPM sebaiknya segera mengambil langkah, yang menurut kami yaitu melakukan perampingan direksi dengan menunjuk satu pelaksana tugas (Plt). Alangkah lebih baik jika dengan dewan pengawas dilakukan perampingan bila perlu dihapus dulu,” tandasnya.

Baca Juga:  Sempat Diblokir, Akses Jalan Warga Terdampak Tol Bitung Dibuka, Ini Penjelasan Wali Kota

Dengan demikian, Perumda Bangun Bitung bisa berangsur pulih dan menuju perusahaan yang sehat, sembari meningkatkan objek-objek pendapatan seperti KMP Tude dan Rusunawa.

Most Read

Artikel Terbaru

/