23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Perumda Bangun Bitung Terancam Bangkrut, Utang Capai 4 Miliar Lebih

MANADOPOST.ID – Menjadi tanda awas bagi perusahaan daerah pelat merah, jika lebih besar pasak daripada tiang. Seperti perusahaan umum daerah (Perumda) Bangun Bitung, terinformasi jika utang dalam pembukuan saat ini mencapai Rp4 miliar lebih.

Secara garis besar, sumber kredibel di internal Perumda Bangun Bitung merincikan, sejumlah utang dengan nominal besar belum diselesaikan sampai saat ini.

“Yaitu biaya docking KMP Tude sebesar Rp1,8 miliar, kemudian sekitar Rp2,425 miliar gaji dan insetif subsidi. Termasuk utang ke salah satu pengusaha terkait pinjaman sebesar Rp250 juta,” ulas seorang sumber yang enggan namanya ditulis, Rabu (23/11).

Lanjutnya, semua utang Perumda Bangun Bitung itu, sudah ada desakan dari pihak terkait untuk segera diselesaikan, sementara kas keuangan menurutnya sangat menipis, apalagi pendapatan KMP Tude per bulan yang biasanya Rp200 juta, kini menurun di angka Rp100 juta.

Baca Juga:  Masalah Ini Bikin Petugas PK21 Bitung Pusing di Lapangan, Capaian Baru 63 Persen
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Pendapatan besar Perumda Bangun Bitung hanya KMP Tude tetapi perkiraan menurun di bulan November dan Desember 2022, hanya sekitar Rp100 jutaan. Kalau Rusunawa tetap normal Rp150 juta rata-rata per bulan. Kemudian ada juga pendapatan meskipun hanya kecil dari rumah selam, aplikasi Nyaku Bitung dan sewa armada L300. Ada juga tetapi bukan pemasukan rutin karena merupakan subsidi dari pemerintah pusat terkait operasional dan insentif KMP Tude dan penyertaan modal dari Pemkot Bitung,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Bangun Bitung Rizal Lumombo saat dikonfirmasi tak membantah tentang adanya informasi tersebut.

“Sementara kami proses penyelesaiannya bersama legislatif dan eksekutif akan bertahap akhir tahun sampai dengan awal tahun depan. Karena itu juga utang dari tahun ke tahun tapi pada dasarnya kami akan menyelesaikannya,” jelas Lumombo.

Baca Juga:  Berita Wali Kota MJL Ditegur Mendagri Hoax!

Diakuinya, utang dari tahun ke tahun tersebut, merupakan utang dari direksi sebelumnya saat Perumda Bangun Bitung masih perusahaan daerah (PD) Bangun Bitung. “Tapi, itu sudah menjadi kewajiban Perumda untuk menyelesaikan, tapi pasti bertahap,” tambahnya.

MANADOPOST.ID – Menjadi tanda awas bagi perusahaan daerah pelat merah, jika lebih besar pasak daripada tiang. Seperti perusahaan umum daerah (Perumda) Bangun Bitung, terinformasi jika utang dalam pembukuan saat ini mencapai Rp4 miliar lebih.

Secara garis besar, sumber kredibel di internal Perumda Bangun Bitung merincikan, sejumlah utang dengan nominal besar belum diselesaikan sampai saat ini.

“Yaitu biaya docking KMP Tude sebesar Rp1,8 miliar, kemudian sekitar Rp2,425 miliar gaji dan insetif subsidi. Termasuk utang ke salah satu pengusaha terkait pinjaman sebesar Rp250 juta,” ulas seorang sumber yang enggan namanya ditulis, Rabu (23/11).

Lanjutnya, semua utang Perumda Bangun Bitung itu, sudah ada desakan dari pihak terkait untuk segera diselesaikan, sementara kas keuangan menurutnya sangat menipis, apalagi pendapatan KMP Tude per bulan yang biasanya Rp200 juta, kini menurun di angka Rp100 juta.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Merajalela di Bitung, Anggota DPRD, Pejabat hingga Wali Kota Terpapar

“Pendapatan besar Perumda Bangun Bitung hanya KMP Tude tetapi perkiraan menurun di bulan November dan Desember 2022, hanya sekitar Rp100 jutaan. Kalau Rusunawa tetap normal Rp150 juta rata-rata per bulan. Kemudian ada juga pendapatan meskipun hanya kecil dari rumah selam, aplikasi Nyaku Bitung dan sewa armada L300. Ada juga tetapi bukan pemasukan rutin karena merupakan subsidi dari pemerintah pusat terkait operasional dan insentif KMP Tude dan penyertaan modal dari Pemkot Bitung,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Bangun Bitung Rizal Lumombo saat dikonfirmasi tak membantah tentang adanya informasi tersebut.

“Sementara kami proses penyelesaiannya bersama legislatif dan eksekutif akan bertahap akhir tahun sampai dengan awal tahun depan. Karena itu juga utang dari tahun ke tahun tapi pada dasarnya kami akan menyelesaikannya,” jelas Lumombo.

Baca Juga:  Lima Peserta Berebut Kursi Sekkot Bitung, Dandel: Pendaftaran Resmi 22 Agustus

Diakuinya, utang dari tahun ke tahun tersebut, merupakan utang dari direksi sebelumnya saat Perumda Bangun Bitung masih perusahaan daerah (PD) Bangun Bitung. “Tapi, itu sudah menjadi kewajiban Perumda untuk menyelesaikan, tapi pasti bertahap,” tambahnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/