alexametrics
31.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

PT MNS ‘Besar Kepala’, PUPR Bitung Layangkan Peringatan, Ini Penyebabnya

MANADOPOST.ID – PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) nampaknya merasa ‘besar kepala’ sehingga leluasa berbuat apa saja tanpa koordinasi dengan instansi teknis terkait di Kota Bitung.

Seperti aktivitas pekerjaan yang terpantau untuk penambahan gerbang masuk dalam area. Kendati membangun tetapi kansten pinggir bahu jalan yang merupakan fasilitas umum yang dibuat pemerintah digali untuk kepentingan pembangunan PT MNS.

Begitu juga di lokasi yang sama, ada pembuatan saluran air baru di samping kiri area gudang PT MNS yang mendapat sorotan dari masyarakat.

“Akan sangat berbahaya jika aktivitas pembongkaran fasilitas umum tersebut kemudian tidak berkoordinasi dengan pemerintah. Seperti pembuatan gerbang dan saluran air, harus melewati kajian bersama dengan instansi pemerintah karena kalau kami amati, pasti akan berdampak pada lingkungan sekitar,” kritik pemerhati Kota Bitung Steven Luntungan.

Ia mendesak instansi terkait di Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung untuk proaktif turun ke lapangan mengecek aktivitas tersebut. Jangan sampai masyarakat sekitar atau pengguna jalan raya yang akan merasakan dampaknya nanti.

“Perusahaan juga jangan hanya mementingkan kepentingannya kemudian mengabaikan koordinasi yang bisa berimbas pada kenyamanan masyarakat,” tambah Luntungan.

Tetapi ia yakin, perusahaan sekelas PT MNS pimpinannya sangat paham dengan koordinasi untuk kepentingan bersama. Tetapi yang ia khawatirkan, perintah atasan kemudian lamban diterjemahkan oknum di jajaran untuk berkoordinasi.

“Kalau seperti itu, sangat berbahaya. Kami mendesak kalau tidak berkoordinasi dengan pihak terkait, pekerjaan itu dihentikan dulu sementara. Jangan sampai merugikan banyak orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bitung Ign Rudy Theno saat dikonfirmasi, menjelaskan jika pihak PT MNS belum berkoordinasi dengan instansi yang dipimpinnya terkait adanya pembangunan tersebut.

“Mereka sejauh ini belum melakukan koordinasi terkait adanya aktivitas tersebut,” jelas Theno.

Namun, dengan adanya aktivitas pembangunan di gudang PT MNS, pihaknya kooperatif dengan melayangkan surat peringatan bersifat teguran agar pihak perusahaan berkoordinasi.

“Melihat adanya aktivitas pembangunan itu, sebagai pemerintah kami kooperatif dengan melayangkan surat kepada pihak perusahaan,” kata dia.

Karena sebagai pemerintah, tentunya sangat mendukung investasi yang berdampak pada perkembangan suatu daerah, yang ujungnya yaitu kesejahteraan masyarakat. Tetapi wajib berkoordinasi agar pembangunan pihak swasta dan pemerintah bisa searah, memperhatikan berbagai hal untuk kenyamanan bersama.

“Informasi terakhir dari jajaran, pihak perusahaan bersedia akan duduk bersama, menjawab surat yang sudah kami layangkan,” pungkas Theno.

Sementara itu, upaya konfirmasi ke pihak PT MNS, belum membuahkan hasil. Humas PT MNS Anna, saat dihubungi melalui panggilan suara WhatsApp, aktif namun tidak direspon. Begitu juga dengan pesan, meskipun sudah dibaca tetapi sampai berita ini dirangkum, tidak dibalas.(tr-01/can)

MANADOPOST.ID – PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) nampaknya merasa ‘besar kepala’ sehingga leluasa berbuat apa saja tanpa koordinasi dengan instansi teknis terkait di Kota Bitung.

Seperti aktivitas pekerjaan yang terpantau untuk penambahan gerbang masuk dalam area. Kendati membangun tetapi kansten pinggir bahu jalan yang merupakan fasilitas umum yang dibuat pemerintah digali untuk kepentingan pembangunan PT MNS.

Begitu juga di lokasi yang sama, ada pembuatan saluran air baru di samping kiri area gudang PT MNS yang mendapat sorotan dari masyarakat.

“Akan sangat berbahaya jika aktivitas pembongkaran fasilitas umum tersebut kemudian tidak berkoordinasi dengan pemerintah. Seperti pembuatan gerbang dan saluran air, harus melewati kajian bersama dengan instansi pemerintah karena kalau kami amati, pasti akan berdampak pada lingkungan sekitar,” kritik pemerhati Kota Bitung Steven Luntungan.

Ia mendesak instansi terkait di Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung untuk proaktif turun ke lapangan mengecek aktivitas tersebut. Jangan sampai masyarakat sekitar atau pengguna jalan raya yang akan merasakan dampaknya nanti.

“Perusahaan juga jangan hanya mementingkan kepentingannya kemudian mengabaikan koordinasi yang bisa berimbas pada kenyamanan masyarakat,” tambah Luntungan.

Tetapi ia yakin, perusahaan sekelas PT MNS pimpinannya sangat paham dengan koordinasi untuk kepentingan bersama. Tetapi yang ia khawatirkan, perintah atasan kemudian lamban diterjemahkan oknum di jajaran untuk berkoordinasi.

“Kalau seperti itu, sangat berbahaya. Kami mendesak kalau tidak berkoordinasi dengan pihak terkait, pekerjaan itu dihentikan dulu sementara. Jangan sampai merugikan banyak orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bitung Ign Rudy Theno saat dikonfirmasi, menjelaskan jika pihak PT MNS belum berkoordinasi dengan instansi yang dipimpinnya terkait adanya pembangunan tersebut.

“Mereka sejauh ini belum melakukan koordinasi terkait adanya aktivitas tersebut,” jelas Theno.

Namun, dengan adanya aktivitas pembangunan di gudang PT MNS, pihaknya kooperatif dengan melayangkan surat peringatan bersifat teguran agar pihak perusahaan berkoordinasi.

“Melihat adanya aktivitas pembangunan itu, sebagai pemerintah kami kooperatif dengan melayangkan surat kepada pihak perusahaan,” kata dia.

Karena sebagai pemerintah, tentunya sangat mendukung investasi yang berdampak pada perkembangan suatu daerah, yang ujungnya yaitu kesejahteraan masyarakat. Tetapi wajib berkoordinasi agar pembangunan pihak swasta dan pemerintah bisa searah, memperhatikan berbagai hal untuk kenyamanan bersama.

“Informasi terakhir dari jajaran, pihak perusahaan bersedia akan duduk bersama, menjawab surat yang sudah kami layangkan,” pungkas Theno.

Sementara itu, upaya konfirmasi ke pihak PT MNS, belum membuahkan hasil. Humas PT MNS Anna, saat dihubungi melalui panggilan suara WhatsApp, aktif namun tidak direspon. Begitu juga dengan pesan, meskipun sudah dibaca tetapi sampai berita ini dirangkum, tidak dibalas.(tr-01/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/