25.7 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Selain Pandemi, Warga Bitung Makin Sulit Karena LPG 3 Kg, Ini Penyebabnya

MANADOPOST.ID – Di tengah hantaman gelombang pandemi Covid-19 warga Bitung ditambah sulit dengan kelangkaan LPG 3 kg.

Seperti Christy, ibu rumah tangga asal Sagerat, mengaku sangat kesulitan dengan kelangkaan LPG bersubsidi itu.

“Saat ini kita diperhadapkan dengan pandemi. Lebih sulit lagi karena kebutuhan pokok untuk memasak, sulit didapat. Sudah beberapa hari ini bolak-balik ke sejumlah pangkalan terdekat tetapi stok LPG 3 kg belum ada,” keluhnya, Rabu (25/8).

(Baca Juga: Pangkalan LPG Nakal Menjamur di Bitung, Pengawasan Bagian Perekonomian Pemkot Dinilai Lemah)

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

(Baca Juga: LPG di Bitung Langka, LSM Desak Cabut Izin Pangkalan Nakal)

Begitu juga, dengan upaya mencari di warung-warung tetapi yang dijumpai kekosongan stok.

Bahkan diakuinya, untuk mencari LPG 3 kg bahkan harus sampai di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

“Sejumlah warung di Kota Bitung khususnya di wilayah Girian, Manembo-nembo dan Sagerat habis. Kami juga sudah mencari sampai ke Watudambo Minut, tetapi sama,” akunya kecewa.

MANADOPOST.ID – Di tengah hantaman gelombang pandemi Covid-19 warga Bitung ditambah sulit dengan kelangkaan LPG 3 kg.

Seperti Christy, ibu rumah tangga asal Sagerat, mengaku sangat kesulitan dengan kelangkaan LPG bersubsidi itu.

“Saat ini kita diperhadapkan dengan pandemi. Lebih sulit lagi karena kebutuhan pokok untuk memasak, sulit didapat. Sudah beberapa hari ini bolak-balik ke sejumlah pangkalan terdekat tetapi stok LPG 3 kg belum ada,” keluhnya, Rabu (25/8).

(Baca Juga: Pangkalan LPG Nakal Menjamur di Bitung, Pengawasan Bagian Perekonomian Pemkot Dinilai Lemah)

(Baca Juga: LPG di Bitung Langka, LSM Desak Cabut Izin Pangkalan Nakal)

Begitu juga, dengan upaya mencari di warung-warung tetapi yang dijumpai kekosongan stok.

Bahkan diakuinya, untuk mencari LPG 3 kg bahkan harus sampai di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

“Sejumlah warung di Kota Bitung khususnya di wilayah Girian, Manembo-nembo dan Sagerat habis. Kami juga sudah mencari sampai ke Watudambo Minut, tetapi sama,” akunya kecewa.

Most Read

Artikel Terbaru

/