26.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Larangan Mudik 2021: 5 Mei Pelni Bitung Hentikan Aktivitas Muat Penumpang

MANADOPOST.ID – Berlakunya kebijakan Larangan Mudik 2021, membuat aktivitas transportasi masyarakat Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, (Sulut) akan dibatasi. Salah satunya disektor pelayaran

Kebijakan itu, diambil untuk mencegah terjadinya kerumunan massa saat lebaran 2021 yang berpotensi menciptakan klaster baru penyebaran Covid 19

Kepala Cabang Pelni Bitung, M Best Dongoran (Don Papuling/Manado Post)

Kepala Cabang Pelni Bitung, M Best Dongoran saat diwawancarai Manado Post, Selasa (27/4) mengatakan bahwa dalam mendukung kebijakan itu, maka PT Pelni sudah tidak akan melakukan penjualan tiket terhitung sejak 5 hingga 17 Mei.

“Jadi sejak tanggal tersebut, kapal-kapal Pelni akan berhenti melayani penumpang umum, dan fokus pada transportasi logistik saja,” terang dia.

Aktivitas di Pelabuhan Samudera Bitung (Manado Post)
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Meski begitu, ia mengatakan tak menutup kemungkinan, penumpang tetap bisa menggunakan jasa Pelni, selama memenuhi syarat.

“Misalnya anggota TNI-Polri maupun ASN yang sedang bertugas dan perlu keluar daerah. Meski begitu mereka tetap harus memenuhi persyaratan, yakni mengantongi hasil rapid tes, serta memiliki surat ijin perjalanan dari atasan,” bebernya.

Gate keluar Pelabuhan Samudera Bitung (Don Papuling/Manado Post)

Pak Best sapaan akrabnya menambahkan, untuk warga biasa, misalnya dalam rangka urusan bisnis, ataupun kedukaan, juga bisa selama mengantongi surat rapid dan rekomendasi dari pemerintah setempat.

Ia menjelaskan, memang pandemi Covid 19 ini sangat berdampak pada penurunan jumlah pengguna jasa Pelni di Bitung.

“Dari biasanya sebelum pandemi mencapai empat ribu hingga lima ribu penumpang perhari, kini tinggal 20 hingga 25 persen atau dikisaran delapan ratus hingga seribu orang,” terang dia

Apalagi tambahnya saat momen mudik, angka penumpang bisa mencapai kisaran 10 ribu hingga 15 ribu. (tr-01)

MANADOPOST.ID – Berlakunya kebijakan Larangan Mudik 2021, membuat aktivitas transportasi masyarakat Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, (Sulut) akan dibatasi. Salah satunya disektor pelayaran

Kebijakan itu, diambil untuk mencegah terjadinya kerumunan massa saat lebaran 2021 yang berpotensi menciptakan klaster baru penyebaran Covid 19

Kepala Cabang Pelni Bitung, M Best Dongoran (Don Papuling/Manado Post)

Kepala Cabang Pelni Bitung, M Best Dongoran saat diwawancarai Manado Post, Selasa (27/4) mengatakan bahwa dalam mendukung kebijakan itu, maka PT Pelni sudah tidak akan melakukan penjualan tiket terhitung sejak 5 hingga 17 Mei.

“Jadi sejak tanggal tersebut, kapal-kapal Pelni akan berhenti melayani penumpang umum, dan fokus pada transportasi logistik saja,” terang dia.

Aktivitas di Pelabuhan Samudera Bitung (Manado Post)

Meski begitu, ia mengatakan tak menutup kemungkinan, penumpang tetap bisa menggunakan jasa Pelni, selama memenuhi syarat.

“Misalnya anggota TNI-Polri maupun ASN yang sedang bertugas dan perlu keluar daerah. Meski begitu mereka tetap harus memenuhi persyaratan, yakni mengantongi hasil rapid tes, serta memiliki surat ijin perjalanan dari atasan,” bebernya.

Gate keluar Pelabuhan Samudera Bitung (Don Papuling/Manado Post)

Pak Best sapaan akrabnya menambahkan, untuk warga biasa, misalnya dalam rangka urusan bisnis, ataupun kedukaan, juga bisa selama mengantongi surat rapid dan rekomendasi dari pemerintah setempat.

Ia menjelaskan, memang pandemi Covid 19 ini sangat berdampak pada penurunan jumlah pengguna jasa Pelni di Bitung.

“Dari biasanya sebelum pandemi mencapai empat ribu hingga lima ribu penumpang perhari, kini tinggal 20 hingga 25 persen atau dikisaran delapan ratus hingga seribu orang,” terang dia

Apalagi tambahnya saat momen mudik, angka penumpang bisa mencapai kisaran 10 ribu hingga 15 ribu. (tr-01)

Most Read

Artikel Terbaru

/