29.9 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Terungkap! Ada Dalang di Balik Kisruh Pengumuman THL Bitung

MANADOPOST.ID – Kisruh pengumuman THL di Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kian memanas. Pasalnya setelah terbongkar sejumlah kejanggalan dalam tahapan pengumuman THL, terbaru informasi beredar ada dua oknum yang menjadi dalang di balik pengumuman THL tersebut.

Informasi yang dihimpun Manado Post Rabu (30/6) kedua oknum yang dituding menjadi dalang dalam pengumuman THL adalah Michael Jacobus dan Rizal Lumombo (Atos).

Dalam pengakuannya, salah satu pegawai di BKDD saat ditanyai Manado Post mengakui bahwa Michael dan Atos menjadi oknum yang memberikan draf nama-nama THL, sebelum pengumuman dilakukan.

“Berdasarkan itu, kemudian baru dilakukan pengumuman, tapi sebaiknya ditanyakan langsung ke mereka, takutnya menjadi bias,” tandasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Terpisah Rizal Lumombo mengatakan, apa yang dibeberkan itu tidak benar, sebab keputusan pengumuman THL jelas melalui panitia.
“Yakni Sekretaris Kota Bitung selaku ketua panitia dan BKDD Bitung,” ujarnya.

“Jadi kami disini tak ada sangkut paut dengan pengumuman itu. Kemungkinan tudingan mereka karena adanya pengusulan nama-nama calon THL dari partai waktu lalu, namun itu hanya sebatas usulan, sebab ada mekanisme rekruitmen yang harus diikuti, berdasarkan keputusan panitia,” tandasnya.

Sementara Michael Jacobus saat dikonfirmasi via WhatsApp dengan tegas membantah informasi tersebut.

Ia pun meminta adanya bukti saja kalau dirinya terlibat dalam penetapan nama. Dia juga meminta bukti kalau ada tanda tangan serah terima antara dirinya dan BKDD.

Dalam kesempatan itu, Jacobus juga meminta agar wartawan membeberkan identitas sumber meski dilindungi oleh undang-undang pers pasal 4, ayat (4) dan hanya dapat dibatalkan demi kepentingan dan keselamatan negara atau ketertiban umum yang dinyatakan oleh pengadilan terpisah yang khusus memeriksa soal itu.

“Sebab wartawan yang bertanya menurut berita beredar, tapi ketika ditanya sumbernya tidak diberitahu, kemudian kalau sumber berani muncul, saya akan tanya apa memiliki bukti menuduh saya?” tulisnya.

Dalam keterangan terakhir, Jacobus juga mengatakan dirinya siap live streaming dengan narasumber untuk meminta pembuktian dari tudingannya. (don/can)

MANADOPOST.ID – Kisruh pengumuman THL di Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kian memanas. Pasalnya setelah terbongkar sejumlah kejanggalan dalam tahapan pengumuman THL, terbaru informasi beredar ada dua oknum yang menjadi dalang di balik pengumuman THL tersebut.

Informasi yang dihimpun Manado Post Rabu (30/6) kedua oknum yang dituding menjadi dalang dalam pengumuman THL adalah Michael Jacobus dan Rizal Lumombo (Atos).

Dalam pengakuannya, salah satu pegawai di BKDD saat ditanyai Manado Post mengakui bahwa Michael dan Atos menjadi oknum yang memberikan draf nama-nama THL, sebelum pengumuman dilakukan.

“Berdasarkan itu, kemudian baru dilakukan pengumuman, tapi sebaiknya ditanyakan langsung ke mereka, takutnya menjadi bias,” tandasnya.

Terpisah Rizal Lumombo mengatakan, apa yang dibeberkan itu tidak benar, sebab keputusan pengumuman THL jelas melalui panitia.
“Yakni Sekretaris Kota Bitung selaku ketua panitia dan BKDD Bitung,” ujarnya.

“Jadi kami disini tak ada sangkut paut dengan pengumuman itu. Kemungkinan tudingan mereka karena adanya pengusulan nama-nama calon THL dari partai waktu lalu, namun itu hanya sebatas usulan, sebab ada mekanisme rekruitmen yang harus diikuti, berdasarkan keputusan panitia,” tandasnya.

Sementara Michael Jacobus saat dikonfirmasi via WhatsApp dengan tegas membantah informasi tersebut.

Ia pun meminta adanya bukti saja kalau dirinya terlibat dalam penetapan nama. Dia juga meminta bukti kalau ada tanda tangan serah terima antara dirinya dan BKDD.

Dalam kesempatan itu, Jacobus juga meminta agar wartawan membeberkan identitas sumber meski dilindungi oleh undang-undang pers pasal 4, ayat (4) dan hanya dapat dibatalkan demi kepentingan dan keselamatan negara atau ketertiban umum yang dinyatakan oleh pengadilan terpisah yang khusus memeriksa soal itu.

“Sebab wartawan yang bertanya menurut berita beredar, tapi ketika ditanya sumbernya tidak diberitahu, kemudian kalau sumber berani muncul, saya akan tanya apa memiliki bukti menuduh saya?” tulisnya.

Dalam keterangan terakhir, Jacobus juga mengatakan dirinya siap live streaming dengan narasumber untuk meminta pembuktian dari tudingannya. (don/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/