31.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Pangkalan LPG Nakal di Bitung Tertangkap Basah, Ada yang Izin Dicabut

MANADOPOST.ID – Sejumlah pangkalan LPG 3 kg di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), tertangkap basah melalui operasi yang dilaksanakan Pemkot Bitung dan PT Pertamina awal pekan ini.

Bahkan dalam operasi tersebut, sejumlah pangkalan nakal, ada yang ditutup Pertamina, karena dalam inspeksi mendadak (sidak) didapati menjual LPG 3 kg ke luar kota dan satu lagi kedapatan menjadi pangkalan ilegal tanpa izin.

Tim operasi yang dipimpin Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bitung Rolien Dipan, melibatkan beberapa instansi terkait seperti Pertamina yang diikuti oleh Sales Branch Manager I Sulutgo, M Revi Renaldhi, dan sejumlah instansi di Pemkot Bitung.

Menurut Dipan, operasi tersebut dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat Bitung, terkait kelangkaan LPG bersubsidi.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Operasi tersebut dilakukan dengan melakukan sidak ke beberapa pangkalan. Hasilnya cukup mengejutkan. UD Tabita kedapatan tidak terdaftar sebagai pangkalan dari PT Hasindo Kawan Gas. Sedangkan papan nama yang digantung berupa baliho hanya buatan sendiri,” jelasnya, Selasa (31/8).

Sedangkan di Kelurahan Paceda, pangkalan MM selaku mitra Kawan Gas Sejati dilaporkan warga melakukan penjualan hanya pada Rabu dan Sabtu. Bahkan jika stok gas masuk sore hari, pada paginya sudah habis. Diduga stok yang ada dijual kepada warga di luar wilayahnya.

MANADOPOST.ID – Sejumlah pangkalan LPG 3 kg di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), tertangkap basah melalui operasi yang dilaksanakan Pemkot Bitung dan PT Pertamina awal pekan ini.

Bahkan dalam operasi tersebut, sejumlah pangkalan nakal, ada yang ditutup Pertamina, karena dalam inspeksi mendadak (sidak) didapati menjual LPG 3 kg ke luar kota dan satu lagi kedapatan menjadi pangkalan ilegal tanpa izin.

Tim operasi yang dipimpin Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bitung Rolien Dipan, melibatkan beberapa instansi terkait seperti Pertamina yang diikuti oleh Sales Branch Manager I Sulutgo, M Revi Renaldhi, dan sejumlah instansi di Pemkot Bitung.

Menurut Dipan, operasi tersebut dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat Bitung, terkait kelangkaan LPG bersubsidi.

“Operasi tersebut dilakukan dengan melakukan sidak ke beberapa pangkalan. Hasilnya cukup mengejutkan. UD Tabita kedapatan tidak terdaftar sebagai pangkalan dari PT Hasindo Kawan Gas. Sedangkan papan nama yang digantung berupa baliho hanya buatan sendiri,” jelasnya, Selasa (31/8).

Sedangkan di Kelurahan Paceda, pangkalan MM selaku mitra Kawan Gas Sejati dilaporkan warga melakukan penjualan hanya pada Rabu dan Sabtu. Bahkan jika stok gas masuk sore hari, pada paginya sudah habis. Diduga stok yang ada dijual kepada warga di luar wilayahnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/