24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Puluhan Karyawan Sakura Mart Tuntut Pesangon

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—Puluhan karyawan dan karyawati CV Sakura Mart memenuhi kantor Disnakertrans Minsel. Kedatangan mereka guna menagih pesangon yang belum dibayarkan pihak perusahaan setelah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Salah satu karyawan tetap bernama Nando mengungkapkan, ada hampir 100 orang yang di-PHK dan belum mendapatkan pesangon. “Kita ada hampir 100, karyawan tetap ada 54 orang dan lainnya kontrak sekitar 40-an. Kami datang ke sini meminta pemerintah kabupaten supaya memfasilitasi kami supaya hak kami diterima,” katanya di depan kantor Disnakertrans, Selasa (2/3).

Dia menambahkan, salah satu masalah yang membuat perusahaan melakukan PHK adalah masalah pajak. “Masalah pajak yang sudah menjadi rahasia umum. Salah satu manager yang baru masuk diduga menilep pajak. Sehingga ada hutang pajak senilai 5 miliar lebih. Itu berdampak ke gaji kami yang bahkan tidak sampai UMP,” bebernya.

Keluhan para karyawan tersebut diatensi Bupati Minsel Franky Donny Wongkar (FDW). Bupati mengungkapkan bakal memanggil pihak perusahaan untuk diaudiensi dengan karyawan.

- Advertisement -

“Saya janji akan mencarikan solusi. Saya akan minta dinas terkait untuk panggil pihak perusahaan. Kemudian kita carikan solusi yang terbaik untuk masalah ini,” tegas FDW di halaman kantor bupati.

Terpisah, Kepala Disnakertrans Minsel Sonny Maleke membenarkan kalau karyawan CV Sakura Mart datang meminta difasilitasi oleh Disnakertrans.

“Mereka datang menuntut hak mereka, salah satunya soal pesangon. Dan sebagaimana petunjuk pak Bupati FDW tadi, kita Disnakertrans akan mengundang pihak perusahaan untuk datang ke sini untuk menyelesaikan masalah tuntutan karyawan ini,” kata Maleke di ruang kerjanya.

Bagaimana hasilnya nanti, tambah Maleke, tergantung pada pihak perusahaan dan karyawan. “Kita Disnakertrans hanya memfasilitasinya dan memediasi antar kedua belah pihak. Hari ini kita bakal menyurat ke perusahaan. Kalau nanti pihak perusahaan tidak datang pada beberapa panggilan, nantinya akan kita limpahkan ke provinsi,” pungkasnya.(rgm/gel)

MANADOPOST.ID—Puluhan karyawan dan karyawati CV Sakura Mart memenuhi kantor Disnakertrans Minsel. Kedatangan mereka guna menagih pesangon yang belum dibayarkan pihak perusahaan setelah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Salah satu karyawan tetap bernama Nando mengungkapkan, ada hampir 100 orang yang di-PHK dan belum mendapatkan pesangon. “Kita ada hampir 100, karyawan tetap ada 54 orang dan lainnya kontrak sekitar 40-an. Kami datang ke sini meminta pemerintah kabupaten supaya memfasilitasi kami supaya hak kami diterima,” katanya di depan kantor Disnakertrans, Selasa (2/3).

Dia menambahkan, salah satu masalah yang membuat perusahaan melakukan PHK adalah masalah pajak. “Masalah pajak yang sudah menjadi rahasia umum. Salah satu manager yang baru masuk diduga menilep pajak. Sehingga ada hutang pajak senilai 5 miliar lebih. Itu berdampak ke gaji kami yang bahkan tidak sampai UMP,” bebernya.

Keluhan para karyawan tersebut diatensi Bupati Minsel Franky Donny Wongkar (FDW). Bupati mengungkapkan bakal memanggil pihak perusahaan untuk diaudiensi dengan karyawan.

“Saya janji akan mencarikan solusi. Saya akan minta dinas terkait untuk panggil pihak perusahaan. Kemudian kita carikan solusi yang terbaik untuk masalah ini,” tegas FDW di halaman kantor bupati.

Terpisah, Kepala Disnakertrans Minsel Sonny Maleke membenarkan kalau karyawan CV Sakura Mart datang meminta difasilitasi oleh Disnakertrans.

“Mereka datang menuntut hak mereka, salah satunya soal pesangon. Dan sebagaimana petunjuk pak Bupati FDW tadi, kita Disnakertrans akan mengundang pihak perusahaan untuk datang ke sini untuk menyelesaikan masalah tuntutan karyawan ini,” kata Maleke di ruang kerjanya.

Bagaimana hasilnya nanti, tambah Maleke, tergantung pada pihak perusahaan dan karyawan. “Kita Disnakertrans hanya memfasilitasinya dan memediasi antar kedua belah pihak. Hari ini kita bakal menyurat ke perusahaan. Kalau nanti pihak perusahaan tidak datang pada beberapa panggilan, nantinya akan kita limpahkan ke provinsi,” pungkasnya.(rgm/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/