24.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Enam Pasar Belum Beroperasi

MANADOPOST.ID—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) sampai saat ini telah merampungkan 16 pasar dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun dari 16 pasar tersebut, baru 10 yang telah beroperasi.

Enam pasar lainnya tak beroperasi dikarenakan belum ditunjang sarana dan prasarana pendukung yang lengkap. Masih adanya 6 pasar yang belum beroperasi, dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan Minsel Adry Sumuweng melalui Kepala Bidang Pasar Rita Maukar, saat dikonfirmasi wartawan koran ini.

“Pemkab Minsel melalui Dinas Perdagangan Minsel telah membangun sekitar 16 pasar dengan biaya anggaran berasal APBN berjalan. Hanya saja, baru 10 pasar yang sudah beroperasi. Tapi belum secara lengkap sarana pendukung. Ada 6 pasar baru yang dibangun belum bisa digunakan, lantaran belum didukung dengan sarana lainnya,” tuturnya.

Maukar juga menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengusulkan melalui APBD Perubahan 2020 untuk dianggarkan sejumlah sarana pendukung bisa dibangun di pasar-pasar baru.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Tapi, apabila tidak disediakan melalui APBD Perubahan 2020, maka kita berharap aspirasi masyarakat tersebut dapat dianggarkan melalui APBD 2021 mendatang. Sebab, kunci pedagang dan masyarakat sejahtera, adalah keberadaan pasar lebih baik. Bagaimana tidak, warga dan pedagang malas datang atau berjualan karena keadaan pasar jelek,” ujarnya.

Oleh sebab itu, tambah Maukar pasar rakyat di Minsel perlu dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung. Khususnya, pasar yang belum beroperasi.

“Seperti kita ketahui, di Minsel ada 10 pasar yang sudah jalan (beroperasi, red). Walau, sarana pendukung belum lengkap. Dan ada pula 6 pasar rakyat baru belum bisa beroperasi, karena belum ada akses jalan. Tidak ada lahan parkir dan sarana pendukung lainnya. Semoga, usulan diatas akan ditindaklanjuti melalui APBD 2021 mendatang,” kuncinya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) sampai saat ini telah merampungkan 16 pasar dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun dari 16 pasar tersebut, baru 10 yang telah beroperasi.

Enam pasar lainnya tak beroperasi dikarenakan belum ditunjang sarana dan prasarana pendukung yang lengkap. Masih adanya 6 pasar yang belum beroperasi, dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan Minsel Adry Sumuweng melalui Kepala Bidang Pasar Rita Maukar, saat dikonfirmasi wartawan koran ini.

“Pemkab Minsel melalui Dinas Perdagangan Minsel telah membangun sekitar 16 pasar dengan biaya anggaran berasal APBN berjalan. Hanya saja, baru 10 pasar yang sudah beroperasi. Tapi belum secara lengkap sarana pendukung. Ada 6 pasar baru yang dibangun belum bisa digunakan, lantaran belum didukung dengan sarana lainnya,” tuturnya.

Maukar juga menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengusulkan melalui APBD Perubahan 2020 untuk dianggarkan sejumlah sarana pendukung bisa dibangun di pasar-pasar baru.

“Tapi, apabila tidak disediakan melalui APBD Perubahan 2020, maka kita berharap aspirasi masyarakat tersebut dapat dianggarkan melalui APBD 2021 mendatang. Sebab, kunci pedagang dan masyarakat sejahtera, adalah keberadaan pasar lebih baik. Bagaimana tidak, warga dan pedagang malas datang atau berjualan karena keadaan pasar jelek,” ujarnya.

Oleh sebab itu, tambah Maukar pasar rakyat di Minsel perlu dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung. Khususnya, pasar yang belum beroperasi.

“Seperti kita ketahui, di Minsel ada 10 pasar yang sudah jalan (beroperasi, red). Walau, sarana pendukung belum lengkap. Dan ada pula 6 pasar rakyat baru belum bisa beroperasi, karena belum ada akses jalan. Tidak ada lahan parkir dan sarana pendukung lainnya. Semoga, usulan diatas akan ditindaklanjuti melalui APBD 2021 mendatang,” kuncinya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/