30C
Manado
Kamis, 15 April 2021

Bangkai Dugong Ditemukan di Minsel

MANADOPOST.ID—Warga Desa Sapa dikejutkan dengan penemuan bangkai seekor duyung atau dugong. Dengan panjang hampir tiga meter terdampar di pesisir pantai Pakin, Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Minggu (7/3) pagi.

Bangkai dugong tersebut ditemukan warga dalam keadaan sudah busuk. Mendapat informasi masyarakat melalui media sosial, Kepala Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Amurang Fenly Rantung bersama Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar wilayah kerja Manado melakukan evakuasi penguburan bangkai Mamalia tersebut.

“Ketika kami menerima informasi dari medsos, kami langsung ke lokasi. Kami mengimbau masyarakat agar hewan dilindungi tersebut tidak boleh dibawa pulang, sehingga kita proses untuk dikuburkan,” ungkapnya saat diwawancarai.

Menurut Rantung, di perairan Minsel sendiri banyak ditemukan jenis spesies mamalia yang dilindungi itu. “Di Minsel memang cukup sering laporan adanya spesies ini. Tapi cukup jarang juga ada temuan Dugong terdampar seperti ini, sehingga sebelum ada masyarakat yang datang membawanya, kita sudah antisipasi untuk lakukan penguburan bangkai duyung itu,” tukasnya.

Dari informasi yang diterima, bangkai dugong tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan usia diprediksi sudah tua. Dengan ukuran panjang totalnya 280 cm, panjang pangkal ekornya 242 cm, lebar 70 cm, panjang kelamin 33 cm, panjang sirip dadanya 44 cm dan lebar ekornya 92 cm.

Diketahui, dugong adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau sapi laut yang masih bertahan hidup selain manatee. dugong atau duyung ini mampu mencapai usia 22 sampai 25 tahun. Duyung sendiri bukanlah ikan karena menyusui anaknya dan masih merupakan kerabat evolusi dari gajah.(rgm/gel)

Artikel Terbaru