27C
Manado
Sabtu, 27 Februari 2021

163 Desa Bakal `Gigit Jari`

MANADOPOST.ID—Sekira 163 dari 167 desa di Minahasa Selatan bakal ‘gigit jari’. Belum akan nikmati dana desa (Dandes) Februari ini.

Padahal disampaikan Kepala Dinas PMD Hendrie Lumapow, pencairan bisa dipercepat. Asalkan pemerintah desa sudah menuntaskan penyusunan APBDes. “Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Minsel mencairkan dana desa di bulan Maret. Tahun ini kita percepat. Karena komitmen KPPN Manado, desa mana saja yang sudah siap melakukan pencairan, lengkap administrasi dan laporan pertanggung jawaban, bisa mencairkan dana desa. Kita mendorong desa-desa mempercepat karena sudah ada beberapa desa sampai tahap evaluasi,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/2).

Ditambahkan Sekretaris PMD Altin Sualang, sampai saat ini, ada empat desa telah selesai evaluasi APBDes oleh tim evaluasi kabupaten.

“Desa-desa tersebut adalah Desa Tanamon Utara, Wuwuk, Wuwuk Barat, dan Boyong Pante. Mereka yang telah selesai tahap evaluasi ini, sudah direkomendasikan ke KPPN Manado untuk pencairan dana desa tahap satu tahun 2020 ini,” bebernya.

Untuk pencairan dana desa, tambah Sualang, dalam waktu dekat akan segera disalurkan. “Kemungkinan besar minggu ini sudah akan disalurkan KPPN. Sekalian kita launching dana desa tahap satu,” tambahnya.

Bagi desa yang masih dalam proses, dijelaskannya, wajib menyelesaikan Perdes Pertanggung Jawaban tahun 2020 yang disepakati BPD, penetapan KPM BLT DD, RKPDES 2021 dan laporan konsolidasi 2020.

“Setelah itu desa menyusun APBDes yang dibahas dan disepakati dengan BPD untuk selanjutnya dievaluasi kabupaten,” jelasnya.

Dia berharap desa-desa segera mempercepat pencairan. Berdasarkan PMK 222 tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana Desa, BLT disalurkan terpisah dengan dana desa. Dimulai sejak Januari.

“Ini bertujuan pemulihan ekonomi nasional. Karena itu hukum tua dan BPD wajib mempercepat proses musyawarah desa,” tukasnya.(rgm/gel)

Artikel Terbaru

JG Siapkan Pergeseran Anggaran

Kapolda-Danrem Kunjungi Talaud