31.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Pasar Baru Ini Jual Hewan Ekstrim, Bantu Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Motoling Timur

MANADOPOST.ID — Pasar rakyat Lolombulan di Desa Wanga Esa, Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akhirnya siap dibuka untuk masyarakat. Pasar yang berbanderol Rp.5,5 Miliar itu, bakal melayani masyarakat setiap hari Sabtu.

“Pasar ini mulai beroperasi setiap hari Sabtu, jadi yang mau datang membeli silahkan. Begitu juga untuk yang mau jualan, dipersilahkan dan belum ada pendaftaran,” ungkap Hukum Tua Desa Wanga, Franky Pondaag, Sabtu (8/5).

Menurut hukum tua, banyak pedagang sudah berjualan di pasar tersebut. Mulai dari bumbu dapur, ikan laut, daging, hingga hewan-hewan ekstrim seperti tikus, babi hutan dan lainnya.

Terpisah, Camat Motoling Timur Ifke Pondaag menambahkan, pasar rakyat tersebut bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Motoling Timur. “Dengan begitu, pasar ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi di tengah Pandemi Covid-19. Kemudian dalam rangka juga menunjang program pemerintah yaitu SDGs ekonomi produktif berkelanjutan memerangi kemiskinan tenaga kerja produktif,” tambahnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Untuk itu camat juga mengajak masyarakat desa dan desa sekitar untuk datang berjualan di pasar tersebut. “Saat ini sudah banyak pedagang yang telah menetapkan tempat jualannya. Kami juga membuka tempat untuk pedagang dari wilayah desa lain supaya datang berjualan, begitu juga pembeli sudah tidak perlu jauh-jauh ke pasar lain, datang saja ke Pasar Lolombulan Motoling Timur,” pungkas Pondaag.(Rangga) 

 

 

MANADOPOST.ID — Pasar rakyat Lolombulan di Desa Wanga Esa, Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akhirnya siap dibuka untuk masyarakat. Pasar yang berbanderol Rp.5,5 Miliar itu, bakal melayani masyarakat setiap hari Sabtu.

“Pasar ini mulai beroperasi setiap hari Sabtu, jadi yang mau datang membeli silahkan. Begitu juga untuk yang mau jualan, dipersilahkan dan belum ada pendaftaran,” ungkap Hukum Tua Desa Wanga, Franky Pondaag, Sabtu (8/5).

Menurut hukum tua, banyak pedagang sudah berjualan di pasar tersebut. Mulai dari bumbu dapur, ikan laut, daging, hingga hewan-hewan ekstrim seperti tikus, babi hutan dan lainnya.

Terpisah, Camat Motoling Timur Ifke Pondaag menambahkan, pasar rakyat tersebut bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Motoling Timur. “Dengan begitu, pasar ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi di tengah Pandemi Covid-19. Kemudian dalam rangka juga menunjang program pemerintah yaitu SDGs ekonomi produktif berkelanjutan memerangi kemiskinan tenaga kerja produktif,” tambahnya.

Untuk itu camat juga mengajak masyarakat desa dan desa sekitar untuk datang berjualan di pasar tersebut. “Saat ini sudah banyak pedagang yang telah menetapkan tempat jualannya. Kami juga membuka tempat untuk pedagang dari wilayah desa lain supaya datang berjualan, begitu juga pembeli sudah tidak perlu jauh-jauh ke pasar lain, datang saja ke Pasar Lolombulan Motoling Timur,” pungkas Pondaag.(Rangga) 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/