24.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Proyek Kolam Renang dari Dandes Disorot

MANADOPOST.ID—Proyek pembangunan kolam renang yang menggunakan anggaran Dana Desa (Dandes), di Desa Molinow Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mendapatkan sorotan. Pasalnya, realisasi Dandes untuk proyek tersebut, tak memiliki papan proyek. Yang bertujuan untuk transparansi dan akuntabilitas kinerja.

Kepada koran ini, Selasa (8/9) kemarin, salah satu warga Desa Molinow mengungkapkan pembangunan kolam renang yang saat ini masih berlanjut, maupun gasebo yang telah tuntas dikerjakan, tidak pernah terlihat adanya papan anggaran.

Lebih parah lagi menurutnya, pekerjaan pembuatan kolam renang seharusnya menerapkan sistem Padat Karya Tunai (PKT). Namun yang terjadi di lapangan, alat berat yang dipakai untuk proyek tersebut.

“Seharusnya ada papan proyek agar masyarakat tahu sumber anggarannya dari mana, besaran anggarannya berapa serta ukuran luasnya berapa. Kalau tidak ada papan proyeknya masyarakat tidak akan tahu. Begitu pula dengan tidak di libatkannya masyarakat dalam pekerjaan. Harusnya kan pakai sistem PKT. Namun justru tidak berpihak dan sangat merugikan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan di masa pandemik Covid-19 ini” terang sumber yang enggan namanya dikorankan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara dalam aturan Perpres dengan jelas mengatur regulasi setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara, wajib memasang papan nama proyek. Papan proyek gunanya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek tersebut.

Menanggapi sorotan tersebut, Penjabat Hukum Tua (Kumtua) Desa Molinow Christien Ilat menyampaikan, pekerjaan pembuatan kolam renang belum selesai dan masih dikerjakan. Sementara pekerjaan pembangunan gasebo sudah selesai dan telah diperiksa Inspektorat Minsel.

Ilat mengatakan, pekerjaan penggalian kolam renang yang menggunakan alat berat tersebut, disetujui bersama dalam rapat antara pemerintah desa Molinow, BPD dan perangkat desa.

“Keputusan menggunakan alat ekskavator atas persetujuan bersama karena terlalu besar anggaran yang akan dikeluarkan kalau memakai PKT. Begitu pula sebaliknya minimnya serapan tenaga masyarakat karena banyak yang kerja di luar kampung. Untuk papan anggaran di lokasi itu sebenarnya ada. Namun karena angin kencang, sehingga baliho yang dipasang sudah rusak. Tapi nanti akan kita pasang lagi baliho tersebut, supaya masyarakat bisa mengetahui,” kuncinya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Proyek pembangunan kolam renang yang menggunakan anggaran Dana Desa (Dandes), di Desa Molinow Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mendapatkan sorotan. Pasalnya, realisasi Dandes untuk proyek tersebut, tak memiliki papan proyek. Yang bertujuan untuk transparansi dan akuntabilitas kinerja.

Kepada koran ini, Selasa (8/9) kemarin, salah satu warga Desa Molinow mengungkapkan pembangunan kolam renang yang saat ini masih berlanjut, maupun gasebo yang telah tuntas dikerjakan, tidak pernah terlihat adanya papan anggaran.

Lebih parah lagi menurutnya, pekerjaan pembuatan kolam renang seharusnya menerapkan sistem Padat Karya Tunai (PKT). Namun yang terjadi di lapangan, alat berat yang dipakai untuk proyek tersebut.

“Seharusnya ada papan proyek agar masyarakat tahu sumber anggarannya dari mana, besaran anggarannya berapa serta ukuran luasnya berapa. Kalau tidak ada papan proyeknya masyarakat tidak akan tahu. Begitu pula dengan tidak di libatkannya masyarakat dalam pekerjaan. Harusnya kan pakai sistem PKT. Namun justru tidak berpihak dan sangat merugikan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan di masa pandemik Covid-19 ini” terang sumber yang enggan namanya dikorankan.

Sementara dalam aturan Perpres dengan jelas mengatur regulasi setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara, wajib memasang papan nama proyek. Papan proyek gunanya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek tersebut.

Menanggapi sorotan tersebut, Penjabat Hukum Tua (Kumtua) Desa Molinow Christien Ilat menyampaikan, pekerjaan pembuatan kolam renang belum selesai dan masih dikerjakan. Sementara pekerjaan pembangunan gasebo sudah selesai dan telah diperiksa Inspektorat Minsel.

Ilat mengatakan, pekerjaan penggalian kolam renang yang menggunakan alat berat tersebut, disetujui bersama dalam rapat antara pemerintah desa Molinow, BPD dan perangkat desa.

“Keputusan menggunakan alat ekskavator atas persetujuan bersama karena terlalu besar anggaran yang akan dikeluarkan kalau memakai PKT. Begitu pula sebaliknya minimnya serapan tenaga masyarakat karena banyak yang kerja di luar kampung. Untuk papan anggaran di lokasi itu sebenarnya ada. Namun karena angin kencang, sehingga baliho yang dipasang sudah rusak. Tapi nanti akan kita pasang lagi baliho tersebut, supaya masyarakat bisa mengetahui,” kuncinya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/