32.4 C
Manado
Selasa, 9 Agustus 2022

Belasan Ribu Siswa Dapat Kuota Gratis

MANADOPOST.ID—Sebanyak 18.500 siswa di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mendapatkan ‘suntikan’ bantuan kuota internet dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut digelontorkan untuk mendukung proses belajar mengajar jarak jauh.

Senin (9/11) kemarin, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Minsel Fietber Raco membenarkan jumlah tersebut. Dirinya mengatakan, penyaluran bantuan kuota internet, pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Minsel telah tuntas dilakukan.

“Di Minsel jumlah SMP baik negeri dan swasta ada 83. Dan jumlah siswa SMP berkisar 8.500 orang yang mendapat bantuan subsidi internet bulan Oktober. Dan penyaluran bantuan kuota internet ini, saya pastikan sudah tuntas dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) menurut Raco, penyaluran bantuan subsidi internet sementara berjalan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Ya kalau untuk total jumlah siswa yang mendapat bantuan itu, ada sekitar 18.500 orang. Itu terdiri dari SMP dan SD. Karena sesuai kewenangan Pemkab Minsel yakni hanya SD dan SMP. Untuk SD baik negeri dan swasta di Kabupaten Minsel ada 313 dan jumlah siswa ada sekitar 10.000 orang.

Jadi total yang terima bantuan dari SD dan SMP sekitar 18.500 siswa. Bantuan kuota internet yang diberikan sebesar 32 giga. Saya mengharapkan para siswa-siswi dapat memanfaatkannya dengan baik. Begitu pula dengan orangtua siswa supaya bisa mengawasi anaknya dalam menggunakan kuota itu secara baik,” ujarnya.

Raco juga mengungkapkan, sekolah-sekolah baik dari tingkat dasar dan menengah pertama harus tetap menganggarkan kuota internet.

“Dana itu bisa diambil dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Misalnya 20 persen dari dana BOS. Disdikpora Minsel itu, sementara mendata nomor-nomor siswa-siswi SD dan SMP yang layak menerima bantuan kuota internet dari pemerintah pusat. Namun yang menjadi kendala ada siswa yang kurang mampu tidak mempunyai handphone. Jadi sekolah tetap mengadakan program kunjung siswa,” katanya.

Sementara itu, Jemmy Elias, orang tua murid di Kecamatan Modoinding mengatakan, subsidi kuota internet tersebut tak selamanya tepat sasaran. Karena dia menilai masih banyak daerah khususnya di Minsel tidak punya jaringan internet.

“Pogram subsidi itu sangat bagus bagi anak yang tinggal di pusat kota. Tapi bagi siswa yang tinggal di daerah tidak ada internetnya, bagaimana? Kan selamanya tak tepat sasaran. Lantas apa yang akan dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemkab Minsel? Apakah sudah memastikan bahwa proses belajar mengajar sampai ke tingkat desa berjalan lancar? Ini yang harus dibeber pemerintah,” tuturnya.

Jemmy juga mengatakan, pemerintah  harus memperhatikan siswa yang tak punya alat telepon selular untuk belajar jarak jauh.

“Kalau perlu ada subsidi pembelian handphone bagi siswa kurang mampu. Karena seperti saat ini Pemkab Minsel memastikan bahwa semua bantuan kuota internet telah tersalurkan untuk siswa dan siswi SMP. Dan sekarang siswa dan siswi SD sementara menerima. Apakah data penyaluran itu benar? Apakah 8.500 siswa dan siswi SMP itu semua memiliki handphone? Ini yang menjadi tanda tanya. Karena pasti ada 1 atau 2 orang yang tidak memiliki handphone. Jadi kalau bisa kasih juga dengan subsidi bantuan handphone,” tutupnya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Sebanyak 18.500 siswa di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mendapatkan ‘suntikan’ bantuan kuota internet dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut digelontorkan untuk mendukung proses belajar mengajar jarak jauh.

Senin (9/11) kemarin, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Minsel Fietber Raco membenarkan jumlah tersebut. Dirinya mengatakan, penyaluran bantuan kuota internet, pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Minsel telah tuntas dilakukan.

“Di Minsel jumlah SMP baik negeri dan swasta ada 83. Dan jumlah siswa SMP berkisar 8.500 orang yang mendapat bantuan subsidi internet bulan Oktober. Dan penyaluran bantuan kuota internet ini, saya pastikan sudah tuntas dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) menurut Raco, penyaluran bantuan subsidi internet sementara berjalan.

“Ya kalau untuk total jumlah siswa yang mendapat bantuan itu, ada sekitar 18.500 orang. Itu terdiri dari SMP dan SD. Karena sesuai kewenangan Pemkab Minsel yakni hanya SD dan SMP. Untuk SD baik negeri dan swasta di Kabupaten Minsel ada 313 dan jumlah siswa ada sekitar 10.000 orang.

Jadi total yang terima bantuan dari SD dan SMP sekitar 18.500 siswa. Bantuan kuota internet yang diberikan sebesar 32 giga. Saya mengharapkan para siswa-siswi dapat memanfaatkannya dengan baik. Begitu pula dengan orangtua siswa supaya bisa mengawasi anaknya dalam menggunakan kuota itu secara baik,” ujarnya.

Raco juga mengungkapkan, sekolah-sekolah baik dari tingkat dasar dan menengah pertama harus tetap menganggarkan kuota internet.

“Dana itu bisa diambil dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Misalnya 20 persen dari dana BOS. Disdikpora Minsel itu, sementara mendata nomor-nomor siswa-siswi SD dan SMP yang layak menerima bantuan kuota internet dari pemerintah pusat. Namun yang menjadi kendala ada siswa yang kurang mampu tidak mempunyai handphone. Jadi sekolah tetap mengadakan program kunjung siswa,” katanya.

Sementara itu, Jemmy Elias, orang tua murid di Kecamatan Modoinding mengatakan, subsidi kuota internet tersebut tak selamanya tepat sasaran. Karena dia menilai masih banyak daerah khususnya di Minsel tidak punya jaringan internet.

“Pogram subsidi itu sangat bagus bagi anak yang tinggal di pusat kota. Tapi bagi siswa yang tinggal di daerah tidak ada internetnya, bagaimana? Kan selamanya tak tepat sasaran. Lantas apa yang akan dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemkab Minsel? Apakah sudah memastikan bahwa proses belajar mengajar sampai ke tingkat desa berjalan lancar? Ini yang harus dibeber pemerintah,” tuturnya.

Jemmy juga mengatakan, pemerintah  harus memperhatikan siswa yang tak punya alat telepon selular untuk belajar jarak jauh.

“Kalau perlu ada subsidi pembelian handphone bagi siswa kurang mampu. Karena seperti saat ini Pemkab Minsel memastikan bahwa semua bantuan kuota internet telah tersalurkan untuk siswa dan siswi SMP. Dan sekarang siswa dan siswi SD sementara menerima. Apakah data penyaluran itu benar? Apakah 8.500 siswa dan siswi SMP itu semua memiliki handphone? Ini yang menjadi tanda tanya. Karena pasti ada 1 atau 2 orang yang tidak memiliki handphone. Jadi kalau bisa kasih juga dengan subsidi bantuan handphone,” tutupnya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/