alexametrics
24.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Lumowa Dorong Aparat Hukum Periksa Anggaran Covid-19

MANADOPOST.ID—Realisasi penggunaan anggaran penanggulangan pandemi Covid-19 2020 di Kabupaten Minsel disorot Wakil Ketua DPRD Minsel Stefanus Lumowa. Pasalnya, anggaran berbanderol lebih dari Rp 30 miliar itu, dinilainya tidak jelas peruntukkannya.

Menurut Lumowa, Pemkab Minsel berulangkali melakukan pergeseran anggaran untuk penanggulangan Covid-19.

“Puluhan miliar digeser pemkab untuk penanganan Covid-19. Pemerintah harus jelaskan penggunaan anggaran yang disertakan datanya. Sebab anggaran miliaran itu harus dipertanggungjawabkan,” ungkapnya pekan lalu.

Lumowa juga menyorot SKPD pengguna anggaran tersebut. Dia mengatakan, berdasarkan pantauannya di lapangan banyak warga yang sangat membutuhkan bantuan, namun tidak terlalu nampak apa yang diberikan para SKPD pengelola anggaran tersebut.

“Selama beberapa bulan masyarakat harus tinggal di rumah karena pandemi Covid-19. Yang jadi pertanyaan, apa saja yang diberikan SKPD yang menangani anggaran puluhan miliar itu untuk masyarakat,” katanya.

Untuk itu, Lumowa mendukung jika aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan penggunaan anggaran Covid-19 Minsel.

“Saya sangat setuju dan mendukung jika aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan penggunaan anggaran Covid-19 di Minsel. Jika perlu, KPK yang turun, sebab jumlahnya sangat besar,” tukasnya.(rgm/gel)

MANADOPOST.ID—Realisasi penggunaan anggaran penanggulangan pandemi Covid-19 2020 di Kabupaten Minsel disorot Wakil Ketua DPRD Minsel Stefanus Lumowa. Pasalnya, anggaran berbanderol lebih dari Rp 30 miliar itu, dinilainya tidak jelas peruntukkannya.

Menurut Lumowa, Pemkab Minsel berulangkali melakukan pergeseran anggaran untuk penanggulangan Covid-19.

“Puluhan miliar digeser pemkab untuk penanganan Covid-19. Pemerintah harus jelaskan penggunaan anggaran yang disertakan datanya. Sebab anggaran miliaran itu harus dipertanggungjawabkan,” ungkapnya pekan lalu.

Lumowa juga menyorot SKPD pengguna anggaran tersebut. Dia mengatakan, berdasarkan pantauannya di lapangan banyak warga yang sangat membutuhkan bantuan, namun tidak terlalu nampak apa yang diberikan para SKPD pengelola anggaran tersebut.

“Selama beberapa bulan masyarakat harus tinggal di rumah karena pandemi Covid-19. Yang jadi pertanyaan, apa saja yang diberikan SKPD yang menangani anggaran puluhan miliar itu untuk masyarakat,” katanya.

Untuk itu, Lumowa mendukung jika aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan penggunaan anggaran Covid-19 Minsel.

“Saya sangat setuju dan mendukung jika aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan penggunaan anggaran Covid-19 di Minsel. Jika perlu, KPK yang turun, sebab jumlahnya sangat besar,” tukasnya.(rgm/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/