31C
Manado
Minggu, 7 Maret 2021

DBD Kembali `Makan` Korban

MANADOPOST.ID—Demam Berdarah Dengue (DBD) di Minsel mulai menyebar sejak awal 2021. Parahnya lagi, dilaporkan sudah ada kasus satu kematian akibat penyakit tersebut.

Kepala Puskesmas Motoling Aleks Mamusung SKep mengatakan, meninggalnya satu kasus itu diduga lantaran keterlambatan penanganan. “Setelah tergigit nyamuk, seseorang dapat mengalami beberapa gejala DBD setelah masa inkubasi virus dengue selesai.

Masa inkubasi DBD adalah rentang waktu yang diperlukan dari saat nyamuk menggigit dan memasukkan virus dengue ke dalam tubuh seseorang hingga orang tersebut mengalami gejala DBD. Selama masa inkubasi yang berlangsung 4-7 hari, virus DBD akan memperbanyak diri di dalam tubuh inangnya,” terangnya.

Penderita DBD ini tak lepas dari faktor cuaca yang mana saat ini sedang musim penghujan. Alhasil bermunculan genangan yang menjadi sarang nyamuk baru. Adapun gejala penyakit ini, lanjut Mamusung, berawal dari demam tinggi hingga mencapai sekitar 40 derajat celsius, sakit kepala berat, nyeri pada bagian belakang mata, muncul bintik-bintuk kemerahan di kulit, mual dan muntah serta nyeri otot dan persendian.

Mengantisipasi kejadian serupa, Camat Motoling Barat langsung berkoordinasi dengan seluruh pegawai Kecamatan dan unsur Polri dan TNI, yakni Polsek dan Koramil Motoling, untuk sama-sama bergotong royong menggelar aksi bersih-bersih halaman dan pekarangan di desa yang terdapat kasus kematian akibat DBD.

“Tolong perhatikan kebersihan. Apalagi disaat kita memasuki cuaca yang tidak menentu ini. Periksa semua wadah yang menjadi tempat penampungan air, periksa semua saluran air agar tidak ada yang tergenang, serta harua rajin membersihkan rumah hunian,” tukas Mamusung.(rgm/gel)

Artikel Terbaru