27.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

Investasi Turun, Perizinan Disorot

MANADOPOST.ID—Sistem perizinan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kembali mendapatkan sorotan Pejabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Minsel Meiki Onibala. Perizinan di Kabupaten Minsel diminta Onibala, wajib untuk menerapkan secara 100 persen online sistem.

Onibala mengatakan, kegiatan tatap muka yang telah dibatasi, menuntut pemerintah bergerak cepat memperlancar semua pelayanan, termasuk perizinan.

“Saat ini menjadi pekerjaan perizinan tanpa tatap muka harus bisa dieksekusi. Dengan adanya pembatasan kegiatan, maka sudah seharusnya, sistem perizinan kita ikut update. Jangan lagi menunda. Ini harus digenjot. Saya mau di Kabupaten Minsel, perizinan harus bisa tampil beda. Karena kita menggenjot investasi, maka perizinan harus menggunakan online sistem. Karena kalau sudah sistem online, maka bisa dengan mudah dilacak proses perizinan sudah sampai dimana,” ungkapnya, Minggu (11/10).

Dirinya mengatakan, dinas terkait yang mengurus perizinan di Kabupaten Minsel, memiliki pekerjaan yang harus segera dilakukan. Dengan tidak adanya tatap muka, sehingga proses perizinan dinilai Onibala, lebih berintegritas.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Mereka ini adalah pasukan terdepan dalam sistem pelayanan publik dari Pemkab Minsel. Integritas juga sangat penting dari pasukan di perizinan. Ini harus tetap dijaga. Nah jika online sistem sudah diterapkan, saya rasa akan memudahkan semua pihak. Tidak ada lagi potensi-potensi korupsi yang bisa terjadi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minsel Ronald Paath mengantakan, bahwa pandemik Covid-19 memberikan pengaruh.

“Jelas di masa pandemik ini, investasi yang masuk ke Minsel sedikit turun dibandingkan bulan yang sama di tahun lalu. Karena memang terjadi pembatasan-pembatasan aktivitas. Tapi kita berharap, agar masa pandemik ini bisa cepat selesai,” ungkapnya.

Paath juga mengatakan, penurunan investasi yang masuk hingga 40-50 persen. Itu jelasnya, sudah mulai dirasakan terjadi.

“Namun kita sudah menyiapkan strategi jika pandemik ini terus berlanjut. Pemanfaatan teknologi dan promosi akan terus kita lakukan. Dan kita juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, dalam upaya-upaya investasi di daerah. Karena koordinasi ini kan sangat penting jika terus dilakukan,” tuturnya.(ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Sistem perizinan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kembali mendapatkan sorotan Pejabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Minsel Meiki Onibala. Perizinan di Kabupaten Minsel diminta Onibala, wajib untuk menerapkan secara 100 persen online sistem.

Onibala mengatakan, kegiatan tatap muka yang telah dibatasi, menuntut pemerintah bergerak cepat memperlancar semua pelayanan, termasuk perizinan.

“Saat ini menjadi pekerjaan perizinan tanpa tatap muka harus bisa dieksekusi. Dengan adanya pembatasan kegiatan, maka sudah seharusnya, sistem perizinan kita ikut update. Jangan lagi menunda. Ini harus digenjot. Saya mau di Kabupaten Minsel, perizinan harus bisa tampil beda. Karena kita menggenjot investasi, maka perizinan harus menggunakan online sistem. Karena kalau sudah sistem online, maka bisa dengan mudah dilacak proses perizinan sudah sampai dimana,” ungkapnya, Minggu (11/10).

Dirinya mengatakan, dinas terkait yang mengurus perizinan di Kabupaten Minsel, memiliki pekerjaan yang harus segera dilakukan. Dengan tidak adanya tatap muka, sehingga proses perizinan dinilai Onibala, lebih berintegritas.

“Mereka ini adalah pasukan terdepan dalam sistem pelayanan publik dari Pemkab Minsel. Integritas juga sangat penting dari pasukan di perizinan. Ini harus tetap dijaga. Nah jika online sistem sudah diterapkan, saya rasa akan memudahkan semua pihak. Tidak ada lagi potensi-potensi korupsi yang bisa terjadi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minsel Ronald Paath mengantakan, bahwa pandemik Covid-19 memberikan pengaruh.

“Jelas di masa pandemik ini, investasi yang masuk ke Minsel sedikit turun dibandingkan bulan yang sama di tahun lalu. Karena memang terjadi pembatasan-pembatasan aktivitas. Tapi kita berharap, agar masa pandemik ini bisa cepat selesai,” ungkapnya.

Paath juga mengatakan, penurunan investasi yang masuk hingga 40-50 persen. Itu jelasnya, sudah mulai dirasakan terjadi.

“Namun kita sudah menyiapkan strategi jika pandemik ini terus berlanjut. Pemanfaatan teknologi dan promosi akan terus kita lakukan. Dan kita juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, dalam upaya-upaya investasi di daerah. Karena koordinasi ini kan sangat penting jika terus dilakukan,” tuturnya.(ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/