alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

FDW Suntik Alsintan dan Bibit ke Poktan

MANADOPOST.ID— Keseriusan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengembangkan sektor pertanian terus terlihat.

Rabu (13/4) kemarin, Bupati Minsel Franky Wongkar dan Wabup Petra Rembang (FDW-PYR) menyerahkan bantuan bibit serta alat dan mesin pertanian (alsintan) pada 355 kelompok tani (poktan) di Minsel.

Penyerahan bantuan ini dilakukan di aula Dinas Pertanian secara simbolis yang kemudian akan disalurkan ke poktan se-Minsel pada hari ini.
FDW menegaskan, bantuan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan pertanian di Minsel.

“Kita sangat bersyukur, pertumbuhan ekonomi tumbuh. Pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Minsel 0,04 persen. Pada 2021 naik menjadi 4,91 persen. Yang menarik, kenaikan ini sebagian besar disumbang sektor pertanian,” beber mantan anggota DPRD Provinsi Sulut ini.

Dari data tersebut, lanjut FDW, sektor pertanian akan terus digenjot pemerintah. “Itu tidak akan berhasil tanpa bantuan masyarakat, khususnya kelompok tani. Peran serta bapak dan ibu sekalian sangat besar sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi di Minsel. Ini juga sekaligus menjawab visi dan misi Pemkab Minsel yakni memperkuat sektor pertanian,” ucap politikus PDI Perjuangan ini.

FDW membeberkan, bantuan bibit atau benih jagung tersebut berasal dari APBD tahun 2022 Pemkab Minsel. “Ini program pemerintah untuk membantu masyarakat, khususnya petani. Sehingga Pemkab Minsel memrogramkan bantuan bibit bagi petani,” sebutnya.

Selanjutnya, tambah FDW, untuk alsintan bersumber dari APBN. Berkat lobi-lobi Pemkab Minsel ke kementerian terkait.
Lebih jauh dia mewarning poktan yang menerima bantuan tersebut. Ditegaskan FDW, bantuan ini harus dipergunakan dan dimanfaatkan dengan baik dan benar.

“Tolong ini adalah milik kelompok tani bukan perorangan. Karena seringkali ada kelompok atau perorangan yang merasa dekat dengan si A atau si B yang menguasai bantuan. Saya berharap semua hilangkan ego itu. Apalagi sampai membawa nama orang. Bantuan ini harus dirasakan kelompok tani dan bermanfaat bagi masyarakat. Pergunakan bantuan untuk kemakmuran masyarakat,” tandasnya.

Kesempatan itu juga, Bupati FDW memuji Dinas Pertanian yang sedang membangun aula. “Memang belum selesai karena keterbatasan anggaran,” ucapnya.(gel)

MANADOPOST.ID— Keseriusan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengembangkan sektor pertanian terus terlihat.

Rabu (13/4) kemarin, Bupati Minsel Franky Wongkar dan Wabup Petra Rembang (FDW-PYR) menyerahkan bantuan bibit serta alat dan mesin pertanian (alsintan) pada 355 kelompok tani (poktan) di Minsel.

Penyerahan bantuan ini dilakukan di aula Dinas Pertanian secara simbolis yang kemudian akan disalurkan ke poktan se-Minsel pada hari ini.
FDW menegaskan, bantuan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan pertanian di Minsel.

“Kita sangat bersyukur, pertumbuhan ekonomi tumbuh. Pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Minsel 0,04 persen. Pada 2021 naik menjadi 4,91 persen. Yang menarik, kenaikan ini sebagian besar disumbang sektor pertanian,” beber mantan anggota DPRD Provinsi Sulut ini.

Dari data tersebut, lanjut FDW, sektor pertanian akan terus digenjot pemerintah. “Itu tidak akan berhasil tanpa bantuan masyarakat, khususnya kelompok tani. Peran serta bapak dan ibu sekalian sangat besar sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi di Minsel. Ini juga sekaligus menjawab visi dan misi Pemkab Minsel yakni memperkuat sektor pertanian,” ucap politikus PDI Perjuangan ini.

FDW membeberkan, bantuan bibit atau benih jagung tersebut berasal dari APBD tahun 2022 Pemkab Minsel. “Ini program pemerintah untuk membantu masyarakat, khususnya petani. Sehingga Pemkab Minsel memrogramkan bantuan bibit bagi petani,” sebutnya.

Selanjutnya, tambah FDW, untuk alsintan bersumber dari APBN. Berkat lobi-lobi Pemkab Minsel ke kementerian terkait.
Lebih jauh dia mewarning poktan yang menerima bantuan tersebut. Ditegaskan FDW, bantuan ini harus dipergunakan dan dimanfaatkan dengan baik dan benar.

“Tolong ini adalah milik kelompok tani bukan perorangan. Karena seringkali ada kelompok atau perorangan yang merasa dekat dengan si A atau si B yang menguasai bantuan. Saya berharap semua hilangkan ego itu. Apalagi sampai membawa nama orang. Bantuan ini harus dirasakan kelompok tani dan bermanfaat bagi masyarakat. Pergunakan bantuan untuk kemakmuran masyarakat,” tandasnya.

Kesempatan itu juga, Bupati FDW memuji Dinas Pertanian yang sedang membangun aula. “Memang belum selesai karena keterbatasan anggaran,” ucapnya.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/